Suamiku Seorang Duda

Suamiku Seorang Duda
Kisah Nyata 141


__ADS_3

STOP PLAGIAT!


Pagi hari usai mengantar putri mereka ke sekolah dan juga menitipkan Brian pada Bi Ijah, Rena beserta suaminya langsung menuju kantor sengaja datang lebih awal sebelum keluarganya. Dengan bergaya pakaian casual seperti biasa, Rena yang sengaja mengikat seluruh rambutnya tinggi di belakang terlihat lebih segar dan santai.


" Sayang, kalau kaya gini kelihatan kaya om om lagi kencan sama anak kuliahan deh " gerutu lelaki dalam balutan setelan jas kerja berwarna abu tua yang tengah mengemudi dengan sesekali melihat ke arah istrinya.


" Bukan mas, lebih kelihatan kaya Ayah sama anak " goda perempuan dalam balutan celana jeans serta kemeja v neck berwarna mauve senada dengan sandal hingh heels yang Ia kenakan tersenyum lebar ke arah suaminya.


" Engga sekalian Kakek sama cucunya? " jengah Dimas membuat istrinya tertawa kecil sambil memangku tas bahu chanel berwarna hitam.


" Lebih mirip gitu sih mas, cuma engga enak mau ngomong " sahut Rena di sela tawa yang di cubit gemas pipinya oleh Dimas dengan mengembangkan senyum mendengar candaan istrinya.


" Cinta Kamu " ucap Dimas mengembangkan senyum gemas melirik istri cantik dalam polesan make up tipis di sampingnya.


" Aku engga mas " sahut Rena santai namun menahan tawanya.


" Tuh kan jujur banget " gerutu Dimas dalam nada jengkel sambil terus mengemudi.


" Lucu banget sih Kamu mas, jadi pengen cubit " sahut Rena menatap manja suaminya yang langsung mengembangkan senyum usai melihat wajah sok imut istrinya.


Dimas dan Rena yang sengaja bercanda seperti biasa agar bisa lebih rileks sebelum suasana menegangkan nantinya di kantor. Mereka tak ingin membebani pikiran yang seharusnya tak perlu karena Rena tak lagi mempermasalahkan tentang kejadian yang menimpa suaminya dan lebih fokus untuk merawat kedua anak mereka bersama.


Sampainya di kantor yang sudah mulai banyak pegawai, Dimas menuntun istrinya untyk langsung masuk ke ruangan kerja menunggu Dedrik dan Teddy di sana. Sementara Tyo akan menyusul bersama Rian juga pelayan yang diminta tolong oleh Ana usai mereka menjemputnya.

__ADS_1


" Kamu kalau lagi kaya gitu kelihatan seksi banget mas " ucap Rena duduk di depan meja suami yang lebih duduk di balik meja kerja besar tersebut.


" Kamu sekarang pintar godain Aku ya sayang " sahut lelaki dengan wajah berseri menatap istri yang berekspresi genit nan manja.


" Kan Kamu yang ajari Aku mas " sahut Rena sengaja mengimbangi suami yang selalu merayunya dengan kata kata manis serta pujian setiap hari.


" Sini dong " pinta Dimas menepuk paha di atas kursi kerja yang sudah Ia putar kesamping mengisyaratkan agar istrinya duduk di atas pangkuannya.


" Engga mau, habis ini Kakek datang sama Papa " sahut Rena menggelengkan kepala ringan.


Dengan terus mengembangkan senyum, Dimas berdiri menghampiri Rena dan menarik lembut tangan perempuan yang kini lebih sering mengekspresikan perasaan melalui kata kata manja nan menggoda setiap hari namun begitu di sukai oleh suaminya, apalagi ketika istrinya sudah mulai nakal terhadapnya dengan tiba tiba mendaratkan ciuman pada pipi suaminya seperti biasa Dimas lakukan padanya.


" Apapun yang akan terjadi hari ini, Aku harap Kamu tidak akan pernah berubah dan tetap seperti ini " lirih Dimas mendekap hangat istrinya.


" Tapi kalai mau tambah sayang, tambah cinta engga apa-apa kok sayang Aku engga larang " tambah Dimas tersenyum di sambut tawa istrinya.


Saking asiknya memeluk sambil tertawa, Dimas ataupun Rena tak menyadari jika Dedrik dan Teddy sudah berdiri di tengah pintu sudah terbuka menyaksikan dengan bahagia pasangan yang seakan tak pernah bisa jauh satu sama lain. Deheman dari Dedrick yang tersenyum menyadarkan keduanya yang langsung melepas pelukan erat mereka dan menoleh ke arah dua pria dengan senyum mengembang menatap ke arahnya.


" Kakek sama Papa sudah datang? " ucap Rena berjalan menghampiri keduanya unyuk mencium tangan diikuti oleh Dimas.


" Kalian asik banget sampai engga dengar pintu terbuka " goda Teddy tersenyum dan menutup pintu ruang kerja putranya lalu duduk di sofa yang ada di ruangan tersebut bersama sama.


Dedrick dan Teddy amat suka menghoda Dimas karena sikap manjanya pada Rena melebihi kedua anaknya namun membuat kedua orangtua tersebut amat bahagia melihat hubungan keduanya semakit erat dan harmonis.

__ADS_1


Tepat pukul 09.00 Dimas menyambungkan panggilan pada telpon yang berada di meja Ana dan meminta sekretaris yang amat senang bisa kembali melihat wajah Dimas tersebut masuk. Rena bersama Kakek dan Papa mertuanya memilih tetap duduk di sofa sementara Dimas sudah kembali duduk di balik meja kerja dengan surat pemindahan Ana yang sudah Ia letakkan di meja.


Tak lama perempuan dengan senyum serta raut wajah bahagia dalam balutan setelah rok ketat juga blazer berwarna navy tersebut memasuki ruangan kerja lelaki yang sudah amat Ia rindukan setelah tak masuk beberapa waktu. Tanpa menyadari adanya orang menatapnya dari sofa, perempuan dengan rambut terikat di tengkuk itu duduk dan tersenyum ke arah Dimas dalam wajah dingin dan sinis lalu memberikan surat tanpa mengatakan apapun begitu perempuan tersebut sudah duduk di hadapan meja kerjanya.


" Surat pemindahan? " ucap Ana terkejut sambil membuka isi amplop putih di tangan dan membacanya secara seksama.


" Bapak mau pindahkan Saya ke luar Kota? tidak, Bapak tidak bisa memindahkan Saya seperti ini " seru Ana meletakkan kertas di atas meja Dimas dengan wajah tak terima.


" Pak, setelah apa yang Kita lalui bersama apa ini sikap Bapak ke Saya? " tambah Ana tak mendapat jawaban apapun dari Dimas.


" Apa yang sudah kalian lalui? " tanya Rena mengejutkan Ana dan menoleh ke arah tiga orang yang tak Ia sadari keberadaannya dari tadi.


Rena berjalan menghampiri Ana dengan begitu tenang yang malah mengejutkan ketiga pria di ruangan tersebut melihat tindakan Rena seakan ingin melawan Ana meluapkan segala amarah yang Ia pendam di balik wajah tenangnya.


" Anda di sini? " tanya Ana berdiri begitu Rena menghampirinya dan berdiri di dekat Ia duduk.


"Iya, apa ada yang salah kalau Saya di kantor suami Saya? memangnya apa yang sudah kalian lewati bersama? " tanya Rena dengan nada tenang dan lembut seperti khas orang jawa tengah.


" Kami sudah tidur bersama jadi tolong Ibu lepaskan Pak Dimas dan biarkan Dia bahagia" ucap Ana membuat Dimas langsung berdiri memukul keras meja kerja namun di berikan isyarat mata oleh istrinya agar Dimas tak terpancing emosi.


" Ibu lihat ini " tambah Ana menyerahkan foto dalam ponsel yang mengabadikan dirinya bersama Dimas hanya dalam balutan selimut dengan tangan Dimas memeluk tubuh Ana dan seketika menghancurkan hati Rena melihat suaminya dalam keadaan seperti itu meski Ia tahu jika suaminya hanya di jebak.


Teddy dan Dedrick yang sudah berdiri usai melihat Dimas berdiri memukul keras meja langsung saling pandang dan berjalan menghampiri Rena yang sudah ada Dimas di samoing tubuh istrinya menarik ponsel yang menunjukkan foto dirinya memeluk Ana bahkan ada juga foto ketika Ana mencium bibir lelaki yang tertidur pulas di sampingnya. Dimas menatap istri yang memejamkan mata tak mampu melihat foto foto dalam ponsel yang sudah di ambil Dedrick untuk dilihat bersama Teddy.

__ADS_1


Lelaki yang merasa amat bersalah itu meraih tangan istrinya dengan menatapnya pilu mengetahui jika istrinya kini tengah dalam keadaan terluka yang amat parah. Ia sendiri tak tahu jika Ana memiliki foto yang sengaja di ambil dengan memanfaatkan kondisi tak sadarnya.


__ADS_2