
" Pagi mas " sapa Rena yang sudah terlebih dulu bangun karena semalam ia tertidur usai puas menangis dalam pelukan Dimas.
" Pagi sayang, kamu kok udah rapih mau kemana ?" tanya Dimas menghampiri Rena yang sudah bersiap dengan dress biru tosca dan make up tipis membalut wajah cantik yang terlihat ceria pagi ini.
" Tadi pagi kakek telfon katanya aku di suruh kesana, terus aku juga sudah menghubungi Siska kalau aku mau jemput Auli di rumah nya " sahut Rena dengan sibuk menata makanan di atas meja makan.
Dimas yang seketika terkejut dengan perkataan santai Rena yang ingin ke rumah kakek meski ia tahu jika mama Dimas berada di sana dan pasti akan menyakiti Rena. Yang semakin membuat Dimas terheran adalah perubahan sikap Rena yang begitu tiba tiba menjadi sangat ceria dan semangat sangat berbanding terbalik dari kemarin.
" Kamu engga sakit kan sayang ?" tanya Dimas memperhatikan istri yang terlihat segar dengan senyum yang terus mengembang.
" Engga mas, memang aku kelihatan sakit ya ?" tanya Rena memgangi wajah nya merasa jika diri nya baik baik saja,
" Ya engga, kamu malah kelihatan segar dan gembira banget mau ke rumah kakek, makanya aku tanya kamu sakit apa engga " sahut Dimas yang masih heran dengan perbahan Rena.
" Bukan nya mas bilang kalau aku seneng, anak dalam kandungan aku juga pasti seneng ?" tanya Rena mengulang perkataan yang sering di ucapkan Dimas.
__ADS_1
" Iya, tapi aneh aja " sahut Dimas masih dengan tatapan heran meminum secangkir teh hangat yang sudah di siapkan oleh Rena.
Rena yang pagi pagi sudah menghubungi Sonya dan Andin untuk sekedar bercerita tentang masalah yang ia hadapi malah membuat diri nya bangkit untuk menjadi sebuah kekuatan bagi Dimas. Semangat yang di berikan dua sahabat nya dengan mengingatkan sifat Rena yang selalu membela hal yang benar tanpa peduli siapa yang ia hadapi juga sifat tegar Rena membuat nya kembali memiliki sebuah harapan dan kekuatan untuk melangkah bersama Dimas memperjuangkan pernikahan mereka meski harus membuat mama Dimas semakin membenci nya atau malah menerima nya begitu saja. Yang terpenting untuk Rena sekarang adalah menjadi sebuah kekuatan bukan kelemahan bagi suami yang semalam terlihat begitu putus asa. Rena tak ingin melihat kondisi Dimas seperti semalam dan ingin selalu membuat suaminya bahagia bersama dirinya dan anak anak mereka kelak. Ia memutuskan tak akan menyerah sebelum ia berusaha membuat Natalie menerima nya.
" Udah sekarang kamu mandi, habis itu sarapan ya. Kalau hari ini mas sibuk biar aku naik taxi aja ke rumah kakek sama jemput Auli, nanti pak Adi biar antar mas ke kantor " ucap Rena yang berdiri di hadapan suami nya dengan senyum paling manis.
" Aku engga kemana mana sayang, aku temani kamu ya." sahut Dimas masih dengan keheranan terlukis di mata yang menatap lekat wajah cantik Rena.
" Ya udah sekarang mas buruan mandi ini udah jam 8 mas kamu bangun nya siang banget. Dan jangan lama lama " pinta Rena mencubit kedua pipi Dimas lembut.
" Iya sayang, sakit tahu emang nya aku Auli " seru Dimas memegang ke dua pipi nya dan langsung di cium bergantian oleh Rena.
" Yang ini sakit " manja Dimas menunjuk ke arah bibir nya dan langsung di cium juga oleh Rena.
" Ya udah sana, ada bibi juga manja banget kamu mas " seru Rena menarik lengan Dimas agar berdiri.
__ADS_1
Dimas beranjak meninggalkan Rena yang masih terlihat ceria tanpa ia tahu sebab nya. Pasal nya Rena yang selalu murung dan sedih semenjak kehadiran Natalie selalu membuat Dimas khawatir tentang kondisi nya dan kandungan nya. Dimas memulai acara mandi nya dengan cepat dan bersiap untuk kembali menemui Rena memakan sarapan bersama sebelu pergi menemui Dedrick di rumah nya.
Pukul 09.30 Dimas dan Rena sudah bersiap berangkat bersama dengan pak Adi yang mengantar mereka usai sarapan. Di dalam perjalanan Dimas mencoba bertanya kepada Rena yang membawakan kakek nya masakan sesuai permintaan Dedrick dari ujung telfon yang ingin di masakkan Rena ssup iga.
" Kamu engga ada rencana tiba tiba kabur setelah kelihatan bahagia gini kan ?" tanya Dimas curiga pada Rena.
" Ya ampun mas pikiran kamu jelek banget. Aku cuma mau kita sama sama hadapi ini bersama, cepat atau lambat aku juga bakal hadapi ini jadi kenapa aku harus menyerah dan menghindar " sahut Rena menarik tangan Dimas untuk ia pegang di atas paha nya.
" Kamu yakin mau lawan mama sayang ?" tanya Dimas merasa khawatir jika Rena malah akan mendapat hinaan dari Natalie.
" Bukan melawan mas, tapi berusaha mendapat restu dengan cara yang baik bukan perlawanan " jelas Rena tersenyum.
" Makasih sayang, aku cinta sama kamu " jawab Dimas merasa bahagia karena ia yakin jika Rena tak akan meninggalkan nya dan menuruti begitu saja permintaan Natalie untuk bercerai.
" Aku juga cinta sama kamu juga Auli mas, aku engga mau kita pisah " sahut Rena menatap wajah Dimas lekat.
__ADS_1
" Sama ini juga dong " balass Dimas mengusap lembut perut Rena yang tersenyum.
Dimas melingkarkan tangan kanan nya ke pundak Rena yang duduk di samping nya agar istrinya bisa bersandar di dada bidang nya dengan tangan kiri Dimas yang mengusap lembut anak dalam kandungan Rena selama dalam perjalanan menuju rumah Dedrick.