
STOP PLAGIAT
" Mas Bimo ?" seru Rena tak percaya melihat saudara jauhnya yang datang menghampiri Erwin dan langsung mengobrol bersama.
Dimas menatap tak suka ketika melihat Rena yang langsung menghampiri pria dengan tubuh tinggi besar tersebut dengan terlihat begitu akrab. Rena mengajak pria tersebut bergabung dan mengobrol dengan bahasa jawa yang tak di mengerti oleh Dimas. Bimo yang mengenal Dedrick menyapa pria tersebut lalu mencium tangan nya mulai berbicara dengan bahasa jawa halus dan sopan terhadap Erwin dan Dedrick. Rena yang sesekali tertawa pada sepupunya tersebut membuat Dimas yang tak mengenalnya merasa cemburu.
" Ngomong apa Dek ?" tanya Dimas ingin tahu ke arah Tyo.
" Engga ngerti Mas " jawab Tyo yang tak mengerti bahasa jawa sama dengan lainnya yang hanya melongo ketika Dedrick, Erwin dan Rena fasih mengobrol dalam bahasa jawa. Teddy yang tadi sempat pamit ke belakang mengambil air hangat juga ikut bergabung dengan Dedrick karena mengenal Bimo yang dulu sering bermain dengannya waktu kecil.
" Engga bisa bahasa indonesia yang baik dan benar apa " gumam Dimas tak suka menatap ke arah ke empat orang yang masih asik berbicara dalam bahasa jawa.
Tyo yang mendengar kakaknya bergumam jengkel melirik Dimas dengan tersenyum lalu menggoda kakaknya.
" Cemburu ya mas " ucap Tyo tersenyum ke arah Dimas yang masih menggerutu sambil memangku Brian.
" Ennga, biasa aja " sahut Dimas masih menatap lekat ke arah Rena yang masih tersenyum ke arah Bimo karena membahas tentang Rena yang kini menjadi orang sukses di Paris membuat Ibu dua anak tersebut malu sehingga menyunggingkan seyum yang membuat Dimas begitu tak suka.
Bimo yang sudah berpamitan untuk pergi karena ingin pergi ke kandang ternak milik Ayahnya berjanji jika nanti akan datang kembali kerumah Rena untuk menghadiri acara doa neneknya karena Ia baru tiba pagi tadi dari Semarang sehingga tak bisa mengikuti acara doa hari hari sebelumnya.
Seperginya Bimo, Rena, Dedrick, Teddy dan Erwin kembali menikmati rujak mereka yang masih tersisa.
" Kenapa Dim ?" tanya Dedrick melihat wajah cucunya yang masam.
" Mas cemburu kek " celetuk Tyo yang membuat semuanya tersenyum sambil menatap Dimas yang masih menekuk wajahnya.
__ADS_1
" Kamu tuh kalau ngobrol sama orang pakai bahasa indonesia biar Aku ngerti " gerutu Dimas ke arah Rena yang tersenyum gemas melihat suaminya.
" Makanya punya Istri orang jawa tuh belajar bahasa jawa " celetuk Teddy tersenyum ke arah Dimas.
" Ya kan Rena turunan Paris pa, siapa tahu Dia bisa bahasa jawa " sahut Dimas karena tahu jika istrinya lahir di Paris dan memiliki darah turunan Ibunya.
" Ngobrol apa sih tadi ?" tambah dimas yang penasaran dan membuat Dedrick ingin mengerjai cucunya karena merasa lucu jika Dimas mulai cemburu dengan wajah dinginnya.
" Oh, tadi tuh Bimo Dim mantan pacarnya Rena yang mau nikahi Rena. Sekarang Dia tahu kalau Rena udah engga sama suaminya makanya nanti mau datang buat lamar Rena sama keluarganya " ucap Dedrick menahan tawa membuat Rena membulatkan mata karena kakeknya berkata seperti itu.
" Iya Dim, katanya Dia nyesel kenapa engga nikahi Rena dari dulu " tambah Erwin yang ikut menggoda menantunya karena melihat wajah menantunya yang semakin terlihat jengah.
" Papa " seru Rena karena takut suaminya benar benar menganggap candaan mereka benar.
" Engga lihat apa suaminya di sini main lamar lamar aja " gerutu Dimas kesal yang membuat Dedric, Erwin dan Teddy tersenyum sementara lainnya mengira jika itu adalah sungguhan karena tak mengerti juga dengan bahasa jawa.
Tyo yang merasa aneh karena ketiga pria tersebut tertawa melihat wajah Dimas yang kesal mulai berbisik pada kakeknya yang duduk dekat dengannya.
" Emang beneran kek ?" tanya Tyo tak percaya ke arah Dedrick yang tersenyum dan berbisik pada Tyo menjelaskan jika Bimo adalah sepupu Rena dan memberitahu jika Ia hanya menggoda Dimas.
Tyo yang mendengar perkataan dedrick mulai mengembangkan senyum dan berbisik pada Siska yang juga merasa aneh kenapa mereka bertiga malah tertawa dengan adanya pria yang mau menikahi Rena sementar mereka tahu jika Dimas masih menjadi suami sah Rena.
" Mas, jangan marah. Kamu cuma di goda kakek sama papa " ucap Rena ke arah suaminya yang terlihat begitu kesal.
" Kakek sama Papa udah dong, kan kasihan mas Dimas " pinta Rena kepada kakek serta papa dan pap mertuanya.
__ADS_1
Melihat Dimas yang begitu kesal dan ingin memakan orang tersebut ketiga orang yang mengerjai Dimas malah tertawa bersama dan mulai menjelaskan pada Dimas sebenarnya.
" Dia itu Bimo Dim sepupunya Rena baru datang dari semarang " ucap Erwin tak tega melihat wajah kesal Dimas.
" Beneran Pa ?" tanya Dimas tak percaya.
" Iya Dim, dulu sering papa ajak main Dia. Kakek cuma kerjain Kamu aja " sahut Teddy yang membuat dimas malas.
" Ah Kakek, malas ih kalau udah kaya gini " gerutu Dimas ke arah dedrick yang tertawa.
" Habisnya jadi suami kok cemburuan, lihat istri ngobrol sebentar sama cowok langsung cemburu " goda Dedrick dengan tersenyum bersama lainnya yang mulai menangkap jika Dimas telah dikerjai.
Rena tersenyum menatap suaminya dan memegang kedua pipi Dimas dengan kedua punggung tangan nya gemas.
" Lucu banget sih suami Aku " guma Rena tersenyum ke arah Dimas.
" Tangan Kamu kotor sayang " sahut Dimas yang membuat Rena menurunkan tangannya sambil tersenyum dan di cium kilas pipinya oleh Dimas hingga membulatkan mata semua orang karena kelakuan Dimas.
" Eh engga punya malu " tegur Teddy ke arah Dimas.
" Biarin, istri Aku " seru Dimas manja meletakkan kepala di pundak Rena dengan tersenyum.
" Kalau ada mbak Rena pasti kaya anak kecil deh " gerutu Tyo tertawa melihat kakaknya yang kembali menjadi manja seperti dulu ke Rena tanpa malu.
Semua orang yang menggelengkan kepalanya tak percaya melihat Dimas begitu manja pada Rena mulai menertawakan suami yang masih asik meletakkan kepala di pundak istrinya tersebut dengan sangat manja membuat Rena tersenyum geli.
__ADS_1