
" Mas, aku lihat Auli dulu ya kasihan dia ketakutan lihat kamu marah" pamit Rena ketika melihat Dimas sudah lebih tenang.
" Kita sama sama ya" ajak Dimas karena juga ingin melihat Aulia. " Tapi kamu jangan bilang ke Aulia kalau tadi ibu kandungnya, karena yang Aulia tahu ibu nya sudah meninggal, aku engga mau dia merasa sedih jika tahu ibu nya meninggalkan dia hanya karena ego nya dengan karir" pinta Dimas
" Iya mas, aku tahu" jawab Rena dengan tersenyum mengecup lembut kening suami nya.
Rena dan Dimas beranjak pergi dari kamar untuk melihat Aulia di kamar nya yang masih ketakutan di temani oleh bi Lastri.
" Mami " seru Aulia berlari menghampiri Rena dan memeluk nya " Papi udah engga marah? " tambah Aulia menarik tangan Dimas ragu yang dengan cepat Dimas menggendong putri nya.
" Engga dong sayang" jawab Dimas menarik hidung putri nya.
" Pak, Bu saya pamit ke bawah ya" pamit bi Lastri ingin membiarkan mereka bertiga berbicara.
__ADS_1
" Iya bi, terimakasih ya" sahut Rena
Dimas mengajak putri nya untuk duduk di atas sofa pink kecil di kamar Aulia. " Hari ini sekolahnya libur dulu ya sayang nanti papi telfon guru kamu" pinta Dimas dengan memangku tubuh puti nya yang menggelayut di leher Dimas.
" Iya papi" jawab Aulia menurut " Papi, jangan marah lagi Auli takut" pinta Aulia polos menatap wajah Dimas.
" Iya sayang maafin papi ya" jawab Dimas menyesal telah membuat putri ketakutan dan memeluk tubuh Aulia.
" Sayang kamu kenapa? " tanya Dimas melihat Rena muntah muntah di wastafel kamar Aulia namun tak mengeluarkan apa pun.
Rena hanya menjawab dengan gelengan kepala sambil terus mengeluarkan muntahan yang tak bisa keluar. Perut Rena seakan di aduk tiba tiba hingga membuatnya mual.
Dimas terus memijat tengkuk Rena dengan perasaan khawatir sampai Rena merasa sedikit enak lalu mencuci mulut dan memegangi perut nya.
__ADS_1
" Kamu kenapa sayang? " tanya Dimas lagi dengan menggosok punggung Rena
" Aku mual banget mas, mungkin memang masuk angin aku" terang Rena yang merasakan pusing.
" Ya udah kamu istirahat ya, aku minta bibi buatkan jahe hangat buat kamu" seru Dimas menggendong tubuh Rena ke kamar nya di ikuti oleh Aulia yang juga khawatir berjalan di belakang papi nya.
Sampai nya kamar Rena yang langsung di rebahkan tubuh nya oleh Dimas ditemani dengan putri yang merasa cemas terhadap Rena di samping nya. Dimas mulai menarik selimut untuk menutupi tubuh Rena.
" Auli jaga mami dulu ya, papi turun minta bibi buat minum hangat buat mami" terang Dimas pada putri nya yang duduk di samping Rena.
" Iya papi" jawab Aulia sambil memijat tangan Rena.
Dimas beranjak menuju dapur untuk meminta tolong pembantu nya membuatkan jahe hangat untuk Rena yang dengan segera bi Ijah membuatkan nya dengan Dimas yang menunggu di ruang tengah sembari menelfon Tyo agar datang ke rumah bersama istrinya.
__ADS_1