
" Mami lucu ya" ucap Dimas di samping Aulia menatap Rena yang dengan cepat memakai seluruh pakaian nya yang hanya di balas tatapan sinis oleh putri nya melihat Dimas terus saja tertawa.
" Papi, Aulia nanti telat" rengek Aulia mendorong tubuh Dimas agar berganti pakaian.
" Sakit genduuuut" goda Dimas mencubit pipi Aulia hingga kesakitan.
" Mami" teriak Aulia meminta bantuan pada Rena yang dengan cepat menghampiri Aulia dan Dimas seusai memakai pakaian nya.
" Mas, kamu apa an sih kan kasihan Auli" ucap Rena memukul tipis pundak suami nya yang dengan cepat menarik tubuh Rena yang berdiri ke pelukannya meletakkan wajah nya di atas perut Rena menghadap putri nya.
" Mami nya papi " goda Dimas menjulurkan lidah ke arah Auli
" Ih engga boleh, mami nya Auli" rengek Aulia mendorong tubuh Dimas dengan semua kekuatannya membuat Dimas dan Rena tertawa melihat wajah lucu Aulia memercing mengeluarkan tenaga.
" Kamu tuh kaya anak kecil aja" seru Rena memukul punggung suami nya pelan. " Ayo cepat ganti mas, kita tunggu di bawah ya" ucap Rena mengusap rambut Dimas lembut.
" Iya papi cepat" rengek Aulia lagi dengan masih mendorong tubuh Dimas.
" Iya iya dasar princess bawel" seru Dimas melepas pelukannya dan mencubit hidung putrinya lalu beranjak kedalam ruang ganti di kamar nya.
Rena dan Aulia bergegas turun ke meja makan meninggalkan Dimas yang bersiap siap. Di meja makan sudah tampak bi Lastri dan bi Ijah yang menata sarapan di atas meja untuk majikan nya. Rena membantu Aulia untuk duduk di kursi meja makan lalu beranjak ke arah dapur membuatkan susu untuk Aulia dan teh buat Dimas.
__ADS_1
Usai membuatkan minum untuk anak dan suami nya Rena membawa nya ke meja makan dan duduk di samping kiri Aulia dan mulai mengambilkan Aulia makanan. Dimas yang sudah bersiap dan menuju meja makan mencium ujung kepala istri dan anak nya yang ada di sana lalu duduk di samping Aulia.
Dimas dengan wajah segar dan tampannya mengambil satu cangkir teh hangat untuk langsung ia minum. " Aku ambilkan makan ya mas" ucap Rena bangkit dari duduk nya memutar ke arah samping suaminya.
" Satu piring aja ya buat kita, kamu suapi aku" pinta Dimas membuat Rena menghela nafas namun menuruti keinginan suami nya.
Telah siap dengan piring penuh makanan yang ia letakkan di meja, Rena mulai menarik kursi lainnya untuk duduk di samping Dimas dan menyuapi suami manja nya itu.
" Papi kan udah besar kok engga makan sendiri? " protes Aulia yang setiap kali ingin di suapi Rena selalu di larang Dimas karena sudah besar.
" Engga apa dong kan mami nya papi" ledek Dimas dengan mulut penuh nya.
" Auli juga mau di suapi mami" rengek Aulia ke arah Rena yang membuat mami nya pindah tempat duduk di tengah menggeser Aulia dan menyuapi suami, anak dan diri nya sendiri.
" Papi juga" balas Aulia yang langsung di cubit pipi nya oleh Dimas.
" Udah, udah, kalau ribut terus mami engga mau suapi kalian nih" seru Rena seakan memperingatkan kedua anak nya.
" Engga mau" rengek Dimas dan Aulia bersama memeluk tubuh samping Rena.
Bi Lastri juga bi Ijah yang senang menyaksikan pemandangan Dimas dan Aulia bertengkar memperebutkan Rena tetap saja tertawa geli melihat tingkah manja Dimas persis putri nya.
__ADS_1
Rena kembali menyuapi putri dan suami dengan sabar dan penuh kasih sayang hingga habis
" Anak mami pinter" puji Rena mengusap lembut ujung kepala Aulia.
" Aku? " protes Dimas di samping nya dengan wajah sengaja ia buat masam.
" Suami aku juga pinter" seru Rena mencium pipi Dimas.
Terdengar suara langkah kaki yang mengenakan sepatu high heels melangkah pasti ke arah Dimas Rena dan Aulia yang asik bercanda di meja makan. Langkah kaki tersebut berhenti tepat di ujung meja makan membuat ketiga berhenti bercanda seketika dan menatap ke arah perempuan cantik, tinggi, putih dengan balutan celana jeans panjang yang membalut kaki ramping nya di padukan dengan crop top panjang berwarna soft pink. Dengan rambut coklat tergerai serta kacamata fashion menghiasi wajah cantik perempuan tersebut hingga tampak sempurna. Dimas yang terkejut dengan kehadiran wanita tersebut membelalakkan ke dua mata nya dan mendorong kuat kursi yang ia tempati.
" Siapa yang biarkan dia masuk? Pak Adi" teriak Dimas penuh emosi yang membuat Rena dan Aulia tersentak kaget dan takut.
Dengan amarah yang tinggi ia menyeret lengan perempuan tersebut untuk keluar rumah.
" Dimas lepas" teriak perempuan tersebut yang ternyata mami kandung Aulia.
" Keluar kamu!! keluar!! " teriak Dimas kuat membuat Aulia ketakutan dan memeluk Rena yang masih berada di meja makan berdiri karena terkejut dengan ekspresi Dimas.
Bi Lastri dan bi Ijah yang juga tak kalah ketakutan menghampiri Rena yang mulai menggendong Aulia. " Dia siapa bi? " tanya Rena penasaran karena suami nya yang langsung marah.
" Itu mantan istri bapak bu, mami nya non Aulia" bisik bi Ijah sangat lirih karena tak ingin Aulia mendengar nya karena peringatan Dimas agar tak menceritakan kebenaran nya pada Auli jika ibu kandung nya meninggalkan dia hanya untuk sebuah karir, Dimas mengarang jika mami kandung Aulia telah meninggal kepada Aulia agar putri nya tak harus bersedih jika tahu kebenarannya.
__ADS_1
Rena yang langsung terkejut mendengar jawaban bibi nya itu meletakkan Aulia ke gendongan bi Lastri.
" Sebentar ya sayang, mami lihat papi dulu" ijin Rena lembut pada putri nya yang ketakutan melihat kemarahan papi nya. " Bi, tolong ajak Auli ke kamar ya kasihan dia takut" pinta Rena pada bi Lastri.