
STOP PLAGIAT
Siang hari Rena memutuskan untuk menjemput Aulia bersama Brian dengan mengemudi sendiri karena ingin sekalian mampir ke kantor suaminya membawakan makan siang.
" Pa.. pi... " seru Brian berlari ke arah meja kerja Dimas yang sudah ada dua sekretarisnya duduk di hadapannya.
" Anak Papi kok di sini? " sahut Dimas melihat bocah kecil dengan celana pendek berbalut kaos garis garis biru hitam memakai topi putih menghampirinya.
Dimas tersenyum melihat Brian langsung mengangkat tubuh bocah itu dan memangkunya dengan Ana dan Andre tersenyum gemas ke arah Brian sambil menggoda bocah kecil yang memainkan dasi Dimas tersebut.
" Anak Bapak lucu ya, wajahnya sangat mirip Bapak " seru Ana mengarahkan satu tangan ke arah Brian dengan Dimas yang tersenyum.
Rena dan Aulia yang memasuki ruangan Dimas meletakkan tas bekal di meja Dimas dan meminta putrinya untuk memberi salam pada ketiga orang yang menggoda putranya tersebut.
" Sayang kok engga kasih kabar kalau mau kesini? " tegur Dimas berjalan menghampiri istrinya dan menarik pinggang Rena mencium lembut keningya.
Rena hanya tersenyum untuk membalas pertanyaan suaminya lalu meraih tubuh Brian untuk Ia gendong namun tidak di perbolehkan oleh Dimas dengan memutar tubuhnya.
" Kalian keluar dulu, nanti setelah istirahat Kita lanjut lagi " ucap Dimas kepada dua sekretaris yang berbincang dengan Aulia.
" Baik Pak " jawab Keduanya merapikan beberapa dokumen lalu berpamitan untuk meninggalkan rungan.
Dimas melirik istrinya yang menatap tajam ke arah Ana memperhatikan dari atas ke bawah wanita yang berjalan keluar dengan balutan rok ketat berwarna soft pink dipadu blazer senada dan ikat rambut belakang yang menjuntai panjang. Dimas mendekatkan pinggang Rena padanya yang mengejutkan istrinya tersebut.
" Kalau kaya gini, Aku yang cemburu. Masa ada suaminya malah lihatin orang lain " goda Dimas lirih dan dipukul pelan pundaknya oleh Rena.
__ADS_1
" Kamu ajak anak anak cuci tangan dulu, Aku siapin makan " seru Rena berjalan ke arah meja di dalam ruangan suaminya.
Rena mulai menyiapkan beberapa masakan yang sengaja Ia masak untuk suami dan anak anaknya sebelum Ia pergi. Dimas, Brian dan Aulia yang sudah kembali dari cuci tangan langsung duduk di sofa bersama Rena yang sudh menunggu mereka.
" Kamu engga makan sayang? " tanya Dimas melihat Rena hanya menyiapkan tiga makanan di meja.
" Engga mas, Aku lagi mau turunin berat badan. Oh ya mas, nanti sore Aku ke gym sama Siska ya " ucap Rena meminta ijin suaminya sambil meraih makanan untuk Ia suapi pada Brian.
" Kenapa? badan Kamu udah bagus gitu " seru Dimas karena memang tubuh sintal Rena usai melahirkan membuatnya semakin gemas.
" Lagian sebentar lagi hamil lagi, udah gitu aja sayang " tambah Dimas menyuapi makan ke mulutnya.
" Mami hamil Pi? Aku punya Adik lagi dong? " seru Aulia bahagia.
" Belum sayang, sebentar lagi " jawab Dimas santai pada putrinya tanpa menyadari jika Rena menajamkan pandangannya karena suami yang asal bicara di hadapan anak anak nya.
" Papi olahraga? kaya nya papi pulang kerja langsung tidur, paginya juga siang mulu kalau bangun " seru Aulia semakin membulatkan mata Rena tajam ke arah Dimas yang masih santai dengan menikmati makan.
" Mas " tegur Rena dan di balas cengengesan oleh Dimas yang berharap memiliki banyak anak bersama Rena.
" Papi olahraga mulut, kalau mau tidur sama bangun tidur makan dulu " kilah Dimas untuk membetulkan perkataannya pada Aulia yang menatap jengah pada papinya.
" Makan Mami " batin Dimas dengan tersenyum genit ke arah Rena.
Rena mengernyitkan alis sambil tersenyum menggelengkan kepala dengan sikap suaminya. Mereka melanjutkan makan siang bersama di ruang kerja Dimas dengan Rena yang menyuapi Brian.
__ADS_1
Sementara di rumah Dedrick, Erwin yang sengaja menginap di sana agar memberi ruang pada Dimas dan Rena bersama mulai menyusun acara pernikahan untuk mereka berdua. Teddy, Erwin dan Dedrick hanya akan menikahkan mereka kembali di KUA sesuai permintaan Dimas dan Rena karena hanya ingin mendapatkan dokumen pernikahan saja. Erwin yang harus secepatnya kembali meminta agar pernikahan mereka dilaksanakan besok karena pekerjaannya sudah sangat menumpuk. Di samping itu Teddy dan Dedrick juga harus kembali ke Belanda mengurusi bisnis mereka yang lama di tinggalkan sekalian untuk melihat bagaimana keadaan Natalie yang masuk rumah sakit karena serangan jantung begitu Ia melihat artikel tentang kesuksesan Rena di Paris. Mereka sengaja tak memberitahukan kondisi Natalie pada Dimas ataupun Tyo beserta dua menantunya karena ingin pernikahan Dimas berlangsung lebih dulu tanpa adanya gangguan dari kondisi Natalie yang mungkin membuat Rena mengundur pernikahannya dan ikut kembali ke Belanda.
Usai makan siang dan memastikan anak anaknya merasa perutnya sudah lega, Rena pamit untuk kembali pulang karena sudah waktunya bagi kedua kesayangannya tidur siang dan juga Dimas yang terlihat masih sangat sibuk.
Dimas mengantar istri dan kedua anaknya turun kebawah yang tanpa sengaja Rena berpapasan dengan Anton, lelaki yang pernah menyukainya. Rena berbincang sebentar dengan Anton untuk saling menanyakan kabar dan berkenalan pada Brian yang berjalan bersama Rena dan Aulia karena tak diperbolehkan gendong pada Papinya yang tengah kenyang.
" Akrab banget " gumam Dimas ketika Anton sudah berpamitan untuk masuk lebih dulu.
Rena yang tak mendengar gumaman Dimas terus melangkah ke arah mobil sedan hitam yang sudah menunggunya di depan pintu kantor.
" Kamu bawa mobil sendiri? " tanya Dimas terkejut karena tak melihat adanya Pak Adi di sana.
" Iya mas " jawab Rena tersenyum dan membantu kedua anaknya untuk naik ke dalam mobil.
" Pak Adi kemana? " sinis Dimas yang tak pernah suka istrinya mengemudi sendiri yang baru Ia tahu jika Rena bisa mengemudi ketika membawa mobil Erwin waktu di jogja.
" Ada mas, tapi Aku mau bawa sendiri " sahut Rena mendekat untuk berpamitan pada Dimas sembari meraih tangan suaminya.
" Kemana mana tuh sama Pak Adi jangan pergi sendiri, Aku engga suka " tegur Dimas dengan memasang wajah jengah membuat istrinya membuang napas kasar.
" Iya mas, maaf ya tadi cuma mau jemput Auli terus langsung kesini aja kok habis ini langsung pulang engga kemana mana lagi " ucap Rena tersenyum.
" Ya udah Kita pulang dulu ya " tambah Rena mencium tangan suaminya yang langsung memeluk dan mencium keningnya itu.
" Jangan lirik lirik cowok kalau di jalan, langsung pulang telfon Aku kalau sampai rumah, hati hati kalau nyetir " pesan Dimas panjang lebar.
__ADS_1
" Iya sayang, Aku tunggu di rumah ya. Love you " pungkas Rena lalu memasuki mobil daripada suaminya akan terus menggerutu tanpa henti.
Rena meninggalkan suaminya yang masih berdiri di depan pintu kantor sambil terus menggerutu melihat Rena mengemudi sendiri yang pernah Ia tegur waktu di jogja. Ia tak ingin istrinya kemana mana tanpa supir untuk menjamin keamanannya ketika tak bersama Dimas. Di sisi lain juga Dimas tak ingin jika nanti Rena akan sering keluar untuk nongkrong ketika di perbolehkan membawa kendaraan sendiri, bahkan Ia melarang Erwin ketika hendak membelikan Rena kendaraan pribadi sendiri dengan alasan jika ada Pak Adi ataupun dirinya yang siap mengantar kemanapun Rena pergi.