
STOP PLAGIAT!
Tyo ingin menggali informasi mengenai Kiara pada Ana, namun situasi berkabung tak mendukung calon Ayah tersebut untuk mencari bukti demi memberatkan Kiara. Seorang adik yang tak ingin melihat kembali kehancuran rumah tangga Kakaknya, sengaja mengambil keputusan sendiri demi menyelamatkan hubungan kedua calon orang tua dari anak ketiga itu.
Sementara Kiara dengan masih tak terima melihat mantan suami juga istrinya terlihat bahagia, mulai melajukan kendaraan menuju rumah Dimas. Kiara bahkan tak menyukai melihat istri ke dua mantan suaminya itu hamil, bahkan mendapat cinta dari Dimas. Bahkan apa yang sudah terjadi tak mampu memisahkan keduanya. Padahal Ia tahu jika Rena juga Dimas sudah bercerai sebelumnya.
" Aku tidak akan membiarkanmu bahagia dengan merebut Dimas dariku Rena! " kesal Kiara sambil terus melajukan kendaraan menuju rumah yang pernah Ia tempati dulu.
Tamparan keras pada wajahnya, semakin menguatkan keinginan Kiara menghancurkan rumah tangga mantan suaminya. Ia tak ingin jika Dumas bahagia bersama wanita lain, karena merasa hanya dirinya yang pantas untuk mantan suami yang kini lebih terlihat tampan dan gagah dari saat mereka bersama.
Sedangkan Dimas juga masih dalam perjalanan dengan istrinya. Pikirannya masih tak mampu mempercayai jika mantan istrinya bahkan terlibat dalam malam kelamnya bersama Ana. Sedikitpun Ia tak menduga jika perempuan yang sudah melahirkan anak untuknya, mampu berbuat serendah itu.
Walaupun segala badai terus tanpa henti silih berganti menimpa rumah tangganya, tak sedikitpun mengubah rasa cinta diantara mereka. Namun semakin menguatkan perasaan masing masing dan saling belajar untuk lebih bersabar dalam menjalani setiap ujian kehidupan.
" Sayang, apa Kamu mau makan sesuatu sebelum pulang? " lembut Dimas kembali bersandar pada bahu istrinya.
" Engga mas, Aku sudah makan tadi. Apa mas mau sesuatu? Aku akan temani mas " jawab perempuan cantik dengan membelai lembut wajah suaminya.
" Engga sayang, Aku mau pulang aja " sahut Dimas.
__ADS_1
Kelembutan serta kasih sayang dari istri yang kini terlihat lebih gemuk karena kehamilannya itu, mampu menguatkan Dimas dalam setiap keadaan. Cinta yang juga selalu ditunjukkan Rena, menjadi sebuah obat tersendiri bagi rasa kecewanya atas semua orang orang terdekat yang selalu berusaha menghancurkan kebahagiaannya.
***
Pukul 17.30 Tyo sudah memasuki rumah, disambut oleh istrinya seperti hari hari biasa. Natalie juga ikut menyambut putra kedua dengan wajah terlihat kusut itu. Sebelum mengijinkan istrinya mencium tangan dan dirinya mencium tangan Mamanya, lebih dulu lelaki yang sering ditegur Mamanya itu mencuci tangan di belakang. Natalie tak pernah mengijinkan Tyo langsung menyentuh istrinya setelah dari luar rumah.
" Kamu kenapa Tyo? " tanya Natalie ketika putranya mencium tangannya.
" Itu Ma, mba Kiara bikin ulah lagi sama mas Dimas dan Mba Rena " jengkel Tyo mengingat apa yang sudah Ia dengar ketika hendak mengucapkan bela sungkawa pada mantan sekretaris Kakaknya.
"Mba Kiara? mantan istri nya mas Dimas? Mami Aulia kan sayang? " tanya Siska meyakinkan dirinya sendiri.
Natalie masih tak mengetahui apapun yang terjadi, karena memang tak ada yang berusaha menceritakan pada wanita berbalut dress coklat muda itu. Kekhawatiran akan kondisi Natalie membuat keluarganya tak menceritakan apapun hingga saat Tyo harus keceplosan saat ini.
" Ana siapa? kenapa sama Dimas? " tanya Natalie bingung.
" Ana itu mantan sekretaris nya Mas Dimas, dan mereka pernah tidur bareng Ma " sahut Tyo melupakan akan kondisi jantung Mamanya, dan langsung dipukul lirih oleh Siska untuk mengingatkan.
" Tyo ceritakan semua ke Mama apa yang terjadi sama Mas mu, dan kenapa Kiara kembali lagi ke kehidupan Dimas? " ucap penasaran Natalie.
__ADS_1
Wanita paruh baya tersebut masih memiliki rasa jengkel pada mantan istri putranya itu. Karena perempuan berprofesi model tersebut rela menelantarkan anak juga suaminya demi sebuah ketenaran. Bahkan jika Ia mengingat Kiara terang terangan mengatakan tak ingin merawat Aulia, hingga kini masih begitu melukai perasaannya.
Perlahan dan hati hati, Tyo mulai menceritakan semua yang terjadi pada Kakaknya. Penjebakan yang terjadi ketika Ia memisahkan menantu juga putranya itu, makin membuat dirinya merasa bersalah. Bahkan menganggap jika dirinya telah membuat jalan untuk Kiara melakukan hal itu. Jika saja Ia tak keras kepala menolak Rena dan menceraikan keduanya, mungkin semua hal buruk takkan pernah terjadi.
Terus saja Natalie mengatakan jika dirinya juga bertanggung jawab atas apa yang sudah terjadi, namun Tyo dan Siska mencoba menjelaskan dan menenangkan pada wanita dengan air mata tak mampu berhenti itu, agar berhenti menyalahkan diri sendiri. Mereka tak ingin jantung Natalie kembali kambuh karena membebani pikirannya dengan rasa bersalah lagi.
" Ma, Aku janji akan membuat mba Kiara bertanggungjawab atas semua ini. Jadi tolong Mama jangan menyalahkan diri lagi, karena sekarang Mba sama Mas sudah baik baik saja. Tapi Aku minta jangan kasih tahu Mba Rena kalau Aku akan mengusut lagi masalah ini sama Rian " pinta Tyo panjang lebar dengan menggenggam tangan Mamanya.
" Kenapa Rena engga boleh tahu? dan Dimas apa Dia mendukung keputusan ini? " tanya Natalie lembut pada putranya.
" Aku belum ngomong sama Mas Dimas, besok Aku akan datang ke kantor Mas Dimas buat bicarakan semua ini. Tapi jika Mba Rena tahu pasti Dia engga akan setuju Ma, Kita tahu kan bagaimana kebaikan mba Rena? dan bagaimanapun juga mba Kiara mantan istri mas Dimas dan Mami Aulia, pasti mba Rena engga akan mau buat lanjutin kasus ini Ma " jelas kembali Tyo panjang lebar.
" Kamu benar sayang, lebih baik jangan kasih tahu Mba Rena karena Aku juga ingin jika mantan istri Mas Dimas bisa di hukum, dan Aku juga engga mau keluarga mereka hancur cuma gara gara mba Kiara datang lagi, belum nanti jika Aulia tahu semuanya " sambung Siska menyetujui semua niat suaminya, dan mendukung penuh apapun keputusan yang di ambil Ayah dari calon anaknya.
" Tapi bagaimana dengan Ana? bagaimanapun juga Dia bersalah dan pantas di hukum " ucap Natalie.
" Ana sudah mendapatkan hukuman dari perbuatannya Ma " jawab Tyo tanpa menceritakan jika yang Ia maksud adalah meninggalnya Ibu Ana.
" Baiklah Tyo, apapun yang terbaik Mama akan mendukung Kamu " lembut Natalie ingin keluarga besarnya tetap utuh tanpa adanya pengganggu.
__ADS_1
Natalie tak ingin semua yang sudah menjadi lebih baik harus kembali hancur hanya karena kehadiran Kiara yang tak pernah di sangka. Ia pikir jika Kiara sudah pergi jauh dan tak pergi jauh dan takkan pernah kembali lagi setelah apa yang terjadi, namun faktanya Kiara masih saja terus membayangi kehidupan putranya hingga kini.