
STOP PLAGIAT!
Siang hari, Dimas baru tiba di kantor usai menyelesaikan meeting di luar dan menjemput Aulia dari sekolah lalu Ia antar ke rumah Tyo bersama Rena dan Brian, setelah lebih dulu ke rumah menjemput anak dan istrinya itu. Natalie sangat ingin bertemu kedua cucu juga menantunya, usai mendengar semua cerita Tyo. Ia ingin memastikan sendiri keadaan Rena dan kedua cucunya.
Di ruangan Dimas sudah ada Tyo juga Rian yang menunggu, dan sengaja datang usai makan siang. Lelaki dengan pakaian kerja biru tua itu terkejut melihat Adik juga temannya di kantor, karena tak sekalipun Adiknya menghubungi jika ingin datang.
" Kenapa kalian di sini? " tegur Dimas begitu masuk ke ruangan dan meletakkan tas kerja di atas meja kerja, lalu melepaskan jas yang Ia letakkan pada sandaran kursi kerja miliknya.
" Maaf mas, Aku engga kabari dulu. Kita mau minta persetujuan mas buat buka kembali masalah Ana, karena Kita sekarang sudah tahu kalau mba Kiara ada di balik semua nya " jelas Tyo begitu Kakaknya duduk di sofa bergabung dengannya.
" Udahlah Dek, engga perlu lagi memperpanjang masalah ini. Lagipula semua sekarang sudah baik baik aja, mas engga mau Rena banyak pikiran karena Dia sedang hamil besar " sahut Dimas tak ingin lagi berurusan dengan mantan istrinya dalam hal apapun.
" Tapi mas, Mba Kiara harus mendapat hukuman atas apa yang sudah Dia perbuat. Aku juga takut kalau mba Kiara nanti akan membuat masalah lagi " tambah Tyo memberikan penjelasan.
" Dek, saat ini Rena dan Siska sedang hamil jadi Kita jangan membuat mereka kepikiran. Biarkan saja Tuhan yang membalas Kiara, semua perbuatan pasti akan ada balasannya masing masing. Mas udah lelah banget Dek sama semua masalah yang engga ada habisnya, yang terpenting sekarang keluarga Kita sudah baik baik saja dan Mas engga akan biarkan Kiara menghancurkan apapun itu " panjang lebar Dimas memberi pengertian pada Adiknya.
" Tapi mas.." terpotong Tyo karena Dimas langsung menyela.
__ADS_1
" Udah Dek, engga usah bahas ini lagi. Kita serahkan saja semua pada Tuhan sekarang, jangan mempunyai dendam apapun yang akan membuat hidup Kita tidak tenang " jelas kembali Dimas mengikuti semua kata kata istrinya.
Sedikit banyak semua nasehat yang di berikan Rena padanya, mampu mengubah jalan pikiran Dimas yang dulunya begitu keras dan pemarah. Bahkan tak segan untuk membalas siapapun yang berusaha menyakiti keluarganya. Namun kesabaran dan kelembutan istrinya dalam menghadapi segala ujian, memberinya sebuah pelajaran berharga. Dimana saat Kita di sakiti tak perlu membalas dengan rasa sakit yang sama, karena semua yang dilakukan entah itu baik dan buruk pasti akan mendapatkan balasan sesuai takarannya masing masing.
Untuk itu Rena selalu bersabar dan membalas setiap orang yang menyakiti dengan kelembutan hati. Seperti pada Natalie yang telah begitu menyakiti dirinya, namun tetap Ia bersabar dan bersikap begitu lembut tanpa memiliki rasa dendam. Dan kini semua itu membuahkan sebuah balasan melebihi yang pernah Ia harapkan. Begitu juga Ana yang kini sudah mendapatkan sendiri balasan akan perbuatannya, hingga membuat pribadinya berubah menjadi lebih baik.
Perempuan cantik yang sudah membawa banyak perubahan pada dirinya juga Aulia, selalu menyarankan untuk mendoakan siapapun yang telah menyakiti dengan segala doa baik. Karena hanya Tuhan yang memiliki hak untuk membalas, hal itu kini menjadi pedoman Dimas dalam menjalani hidup dan bisnisnya yang malah membuat dirinya selalu merasa tenang dan damai. Tak seperti dulu selalu merasa uring uringan setiap kali mendapat masalah dalam hidup juga bisnisnya.
Mendengar ucapan Kakaknya, membuat Tyo sedikit merasa kecewa karena harus melepaskan Kiara begitu saja. Namun tak dipungkiri jika Dia juga merasa bangga dengan pribadi baru Kakaknya. Seorang yang selalu emosional dalam menghadapi segala hal, kini bisa menjadi orang yang lembut bahkan mampu memaafkan orang lain.
" Ngapain senyum Kalian? " tegur Dimas kepada dua orang yang duduk bersebelahan mengembangkan senyum akan semua penjelasan lelaki di samping mereka.
" Itulah yang dikatakan orang kalau cinta mampu mengubah segalanya, bahkan hati keras juga bisa lunak " goda Rian menambahkan.
" Lah, malu malu lagi sekarang " goda kembali Tyo melihat Kakaknya tersenyum sambil menundukkan wajah.
" Apaan sih? " sahut Dimas jika sudah tak mampu membalas perkataan Adiknya yang tak pernah henti menggoda.
__ADS_1
Sementara Natalie yang sudah menghubungi Kiara diam diam memperingatkan dengan tegas mantan menantunya itu, agar tak lagi mengganggu kehidupan putranya. Bahkan Ia mengecam keras Kiara dan berjanji akan menghancurkan karir Kiara jika masih terus berusaha mengganggu kedamaian serta kebahagiaan keluarga kecil Dimas.
Tentu saja, Natalie sudah lebih dulu menghubungi suaminya, karena koneksi dari Teddy, Erwin dan Dedrick lah yang mampu membantu Natalie dalam menghancurkan karir Kiara. Terlebih Erwin yang memiliki banyak koneksi dalam dunia modeling, karena memegang perusahaan desain Nesa yang semakin memudahkan ancaman Natalie pada mantan menantunya.
Segala ucapan Natalie yang membawa nama besar Erwin sebagai papa dari Rena, mampu seketika menyurutkan niat busuk Kiara untuk terus mengganggu mantan suaminya. Meski mencintai Dimas, namun Kiara lebih mencintai karirnya sendiri dan tak akan mungkin membiarkan karir yang telah Ia rintis selama bertahun tahun hancur begitu saja. Erwin memang orang cukup berpengaruh dalam dunia karir Kiara dan cukup dikenal luas dalam bidang itu.
Sedangkan Ana dirumahnya masih meratapi kepergian Ibunya ditemani oleh Andre. Sengaja Dimas memberikan Andre cuti dua hari agar bisa menemani calon istrinya. Andre dengan segenap hati menerima semua dalam diri Ana, meski Ia tahu jika Ana sudah tak suci lagi. Keputusan Andre untuk menikahi Ana, bukan Ia ambil baru baru ini, tapi sudah sejak lama semenjak Ana menjadi rekan kerja. Karena kecantikan perempuan itu telah lama memikat hati Andre dan menyukai nya diam diam selama beberapa tahun, hingga mencoba memberanikan diri mengungkapkan perasaannya namun hanya menghasilkan penolakan.
" Ana, sudah jangan terlalu larut dalam kesedihan, biarkan beliau tenang di sana " bujuk Andre lembut pada perempuan yang bersedia menikah dengannya.
" Mungkin ini hukuman atas apa yang sudah Aku lakukan, sekarang Aku benar benar menyesal sudah terpengaruh dengan ucapan Bu Kiara. Kalau saja Aku bisa mengulang semuanya, pasti tidak akan terjadi seperti ini " sesal Ana begitu kuat mendera batinnya.
" Aku mengerti Ana, paling tidak banyak pelajaran yang bisa Kita ambil dari kejadian ini " ucap Andre melihat banyaknya perubahan Ana ke jalan yang lebih baik.
" Terimakasih Kamu masih mau menerimaku meski tahu yang sebenarnya " lirih Ana tulus, walau dulu pernah menolak Andre namun tak membuat pria baik ini memiliki dendam dan malah berniat menikahinya, menerima tanpa syarat semua yang ada pada dirinya.
" Karena Aku tulus mencintai Kamu Ana, Aku tidak peduli seperti apa Kamu dulu karena yang terpenting adalah Kamu sekarang " senyum Andre mengembang, tak pernah berkurang sedikitpun perasaannya pada perempuan cantik yang masih melukiskan kesedihan dalam wajahnya.
__ADS_1
Ana banyak menerima pelajaran dari apa yang menimpa hidupnya, untuk tak pernah mudah mempercayai orang dengan hasutan mereka, untuk tak pernah mengganggu hubungan siapapun. Kebaikan Rena juga ketulusannya membuat Ana sangat menghormati dan mengagumi perempuan yang rela mengeluarkan banyak biaya untuk Ibu nya, meski dirinya adalah orang yang paling tersakiti dalam peristiwa ini.