Suamiku Seorang Duda

Suamiku Seorang Duda
BAB 44


__ADS_3

Pukul 05.30 Rena yang lebih dulu bangun daripada Dimas langsung bergegas ke kamar mandi karena memang sudah kesiangan untuk membangunkan putri kesayangan nya. Tak lupa ia membawa alat tes kehamilan yang di belikan Dimas semalam dan menggunakan sesuai arahan dan petunjuk suami nya. Karena takut makin kesiangan, Ia meletakkan begitu saja alat tersebut di meja wastafel kamar mandi tanpa menunggu hasilnya lali bergegas membersihkan diri dan berganti pakaian untuk langsung pergi ke kamar putri nya.


Aulia yang ternyata sudah bangun namun nasih bermain boneka di atas tempat tidur di hampiri oleh Mami nya.


"Sayang kok masih mainan sih kan udah siang.. " tegur Rena menghampiri putri nya.


" Auli nunggu mami " seru Aulia berdiri memeluk dan mencium mami yang duduk di hadapannya.


" Maaf ya sayang mami kesiangan, sekarang kita siap siap yuk " ajak Rena langsung melepas piyama hellokitty pink Aulia dan mengajak nya turun menuju kamar mandi dan memulai acara mandi Aulia.


Sekitar 25 menit mereka habiskan untuk Auli bersiap siap. Rena menuntun Aulia berjalan ke arah bawah untuk menyiapkan susu dan teh buat Auli dan Suami nya, tak lupa ia membawa tas sekolah Auli yang berada di meja belajar sudut kamar berwarna pink tersebut.


" Pagi bi " sapa Rena pada bi Ijah dan bi Lastri yang sudah sibuk menata sarapan di atas meja makan.


" Pagi bu " sahut kedua bibi iyu bersamaan.


" Auli tunggu mami di sini ya, mami buatkan susu dulu buat Auli" ucap Rena sembari membantu putri nya duduk di kursi meja makan.


" Iya mami" sahut Auli menuruti perkataan mami tercinta.

__ADS_1


Rena masih dengan daster rumahan yang selalu membuatnya nyaman bergerak itu menuju memasuki dapur dan mulai membuatkan susu serta teh untuk anak dan suaminya dengan menahan perut nya ketika menghirup uap susu putrinya. " Kenapa gini lagi sih? " gumam Rena dalam hati sambil berjalan cepat menuju kamar mandi dekat tangga lalu menguncinya dari dalam agar putri kecilnya tak khawatir melihat Rena yang muntah muntah lagi.


Sementara di kamar atas Dimas yang baru saja terbangun tak mendapati Rena di sampingnya langsung mulai duduk di tepi ranjang dan meminum segelas air putih seperti pagi pagi sebelum nya. Ia berjalan ke kamar mandi untu mencuci muka nya dan memutuskan untuk mencari Rena setelah itu. Ketika ia selesai mencuci muka dan menggosok gigi di wastafel kamar mandi, matanya tertuju pada benda putih panjang bertutup biru di atas meja wastafel tak jauh dari nya berdiri. Dengan segala harapan dan juga rasa takut kecewa ia menarik nafas dalam dan melihat hasil tes tersebut yang menunjukkan 2 garis pada jendela kontrol lingkaran dan persegi, seketika membuat Dimas melompat dan berteriak keras lalu berlari mencari Rena ke kamar Aulia namun tidak ada dan segera ia berlari menuruni anak tangga.


" Mami mana? " tanya Dimas pada putri kecil nya yang duduk di kursi meja makan.


" Di dapur papi" jawab Aulia yang tak mengetahui mami nya sudah ke kamar mandi karena mual. Dimas dengan langkah cepat menuju ke dapur yang hanya terlihat dua bibi disana.


" Rena mana bi? " tanya Dimas dengan wajah berseri, namun belum sempat kedua bibi yang masih sibuk di dapur itu menjawab sudah terdengar bunyi pintu kamar mandi sebelah tangga yang terbuka dan dengan cepat ia melangkah menuju pintu kamar mandi tersebut.


Dengan perasaan sangat bahagia Dimas langsung mengangkat tinggi tubuh Rena yang membuatnya sangat terkejut begitu juga bi Ijah dan bi Lastri yang langsung mengikuti Dimas ketika majikannya berjalan sangat cepat tadi menatap Dimas heran karena terlihat sangat bahagia lalu mengangkat tubuh Rena tinggi.


" Mas turunin aku jatuh nanti" pinta Rena menepuk pundak Dimas berulang karena khawatir dirinya terjatuh.


" Ih papi engga malu" protes Auli membuat Rena menepuk pundak suami di hadapannya dengan wajah sangat ceria.


" Iya ih gak tau malu kamu mas, gak pakai baju lagi" ucap Rena karena suaminya turun tanpa memakai baju atas dan hanya celana piyama panjang.


" Udah gak mikir sayang keburu seneng aku " kilah Dimas yang baru sadar tubuh kekar nya tak terbalut piyama kimono.

__ADS_1


" Kenapa sih mas? " tanya Rena heran


" Kamu hamil sayang, kita mau punya anak lagi" teriak Dimas mengejutkan semua orang termasuk Rena yang membelalakkan mata nya lebar tak percaya.


" Ma..ma.. maksud kamu mas? " tanya Rena terbata.


" Kamu lihat ini, kamu hamil sayang. Auli mau punya adik" seru Dimas menunjukkan hasil tes Rena pagi ini yang langsung dilihat oleh Rena dengan mata berkaca kaca.


" Aku hamil mas ? " tanya Rena yang masih tak percaya yang dengan cepat Dimas memeluk tubuh istri nya dengan air mata melinang di pipi Rena.


" Iya sayang" seru Dimas memeluk erat tubuh Rena.


Bi Ijah dan bi Lastri turut bahagia dengan kebahagiaan majikan nya lalu memberi selamat kepada Rena dan Dimas. Auli pun langsung turun dan berlari menghampiri mami nya mendengar ia akan memiliki adik.


" Auli punya Adik pi? " tanya Aulia polos sambil menarik celana papi nya yang langsung melepas pelukannya pada Rena dan mengangkat tubuh Aulia.


" Iya sayang, Auli mau punya adik di perut mami" jelas Dimas pada putri kecilnya yang langsung memeluk tengkuk Rena dan berpelukan bersama dengan Dimas menggendong putri nya.


Dimas yang masih menggendong Aulia dengan wajah sangat bahagia menuntun Rena duduk di meja makan dengan perlahan lalu menurunkan Aulia.

__ADS_1


" Auli harus jaga mami mulai sekarang ya, engga boleh minta gendong atau pangku mami dulu ya sayang nanti adik Auli sakit di perut mami" jelas Dimas meminta pada putri polosnya.


" Iya papi, Auli engga mau adik sakit" jawab polos Auli yang langsung di cium oleh Dimas. Sedangkan Rena yang masih belum percaya mencoba meraba perut datar nya yang sudah ada janin di dalam nya " Terimakasih " batin Rena bersyukur.


__ADS_2