Suamiku Seorang Duda

Suamiku Seorang Duda
Kisah Nyata 136


__ADS_3

STOP PLAGIAT!


Dimas memarkirkan mobilnya di dekat sekolah Aulia dengan Rena yang langsung ingin membuka pintu mobil ketika mobil sudah terparkir dalam keadaan mesin masih menyala.


" Aku lihat Auli di dalam dulu ya mas " ucap Rena hendak turun bersama Brian.


" Panas sayang, biar Aku aja ya Kamu tunggu di sini sama Brian " pinta Dimas mencegah istri juga anaknya turun.


" Ya udah kalau gitu " sahut perempuan yang masih memangku putranya dengan tersenyum manis.


Aulia yang sudah menunggu di dekat gerbang sekolah langsung berlari menghampiri Dimas yang baru melangkahkan kaki beberapa langkah saja.


" Papi " teriak Aulia berlari dengan senang melihat Papinya menjemput diiringi tatapan kagum oleh beberapa orang yang ada di depan gerbang menunggu anak anak mereka.


" Jangan lari lari nanti jatuh " seru Dimas yang langsung di peluk oleh putrinya.


" Kok Papi yang jemput bukan Pak Adi? " tanya Aulia sembari berjalan ke arah mobil dengan di rangkul oleh Dimas.


" Papi libur sayang jadi bisa jemput Kamu " jelas Dimas membukakan pintu untuk Aulia yang langsung mencium tangan Maminya.


Semua mata wali murid juga guru di depan gerbang sekolah tak henti memperhatikan pria tinggi tampan dalam balutan celana chino panjang juga kemeja hitam warna putih tersebut dengan mata kagum meski topi yang dikenakan pria tersebut sedikit menyembunyikan ketampanan Ayah dua anak itu.

__ADS_1


" Auli Kamu jajan di pinggir jalan ya? " tegur Dimas melihat kedua anaknya asik makan cilok di kursi belakang setelah Rena memindahkan Brian atas keinginan Aulia.


" Engga Pi, Aku jajan di depan gerbang sekolah " sahut Aulia membuat Maminya tersenyum mendengar jawaban polos putrinya.


" Ya itu juga namanya di pinggir jalan " gerutu Dimas mulai menyalakan mesin kendaraannya.


Papi yang masih tak mengijinkan keluarganya jajan di pinggir jalan terus saja menggerutu dengan melajukan kembali mobil yang akan membawa mereka ke mall untuk belanja kebutuhan rumah. Melihat kedua anaknya begitu menikmati cilok dalam bungkus plastik serta tusukan bambu membuat lelaki yang memperhatikan melalui spion tengah mobil itu terus membuang napasnya kasar dan di ketahui oleh istri dengan senyum mengembang menatap suaminya tengah terlihat kesal dan meraih tangannya lalu mencium punggung lelaki yang menatapnya.


" Jangan suka marah marah cepat tua " lirih Rena tersenyum usai mencium punggung tangan suami yang Ia letakkan di pangkuannya.


Dimas membalas ucapan manis istrinya dengan tersenyum dan meraih tangan perempuan yang membuat dadanya kembali berdetak cepat lalu mencium punggung tangan lembut itu. Perasaan semakin aneh Ia rasakan ketika istrinya mencoba untuk meraih tangannya, dada yang sudah mulai tenang kembali berdetak cepat beriringan perasaan aneh seakan tersengat listrik dalam dirinya membuat Dimas tak mengerti akan perasaan yang kembali muncul sama seperti awal Ia mulai mencintai istrinya namun sekarang lebih kuat Ia rasakan.


" Kok kesini sih Pi? k tanya Aulia ketika mobil yang dikendarai Papinya memasuki area parkir mall.


" Aku lapar Mi " rengek Aulia memajukan tubuh di tengah tengah jok depan.


" Makan dulu disini kan bisa " sahut lelaki dengan mata mencari tempat parkir kosong.


" Asik " sahut Aulia senang melebarkan senyum Maminya dengan memegang sisi wajah Aulia penuh kasih sayang.


Setelah menemukan tempat parkir kosong, Dimas langsung memarkirkan kendaraan dan membantu anak anaknya turun usai membukakan pintu istrinya lebih dulu dan mencuri kesempatan memegang pinggang Rena serta mencium kening istrinya. Karena perasaan jatuh cinta kembali muncul membuat Ayah dua anak tersebut tak ingin jauh dari istrinya bahkan ingin selalu bisa memeluk serta mencium Rena meski harus mencuri curi kesempatan hingga membuat istrinya merasa malu dengan senyum yang Ia kembangkan ketika Dimas mulai mencoba mendekati dirinya.

__ADS_1


Dengan menggendong Brian, Dimas terus menggenggam tangan Rena yang tengah menuntun Aulia masih dengan baju seragam yang melekat pada tubuh putrinya. Mereka menuju tempat makan dalam mall tersebut demi memuaskan rasa lapar Aulia juga karena waktu sudah menunjukkan pukul dua sudah melewati jam makan siang.


" Sayang, Kamu mau es krim? " tanya Dimas pada Rena mengingat istrinya dulu begitu menggemari es krim sama seperti Aulia.


" Engga mas, Aku udah gendut banget sekarang " sahut Rena yang tak bisa menurunkan berat badan usai melahirkan Brian.


" Itu bukan gendut sayang, kaya gini seksi loh " sahut Dimas berbisik lebih menyukai tubuh berisi istrinya.


Rena hanya tersenyum mendengar ucapan suami yang memang lebih menggilai tubuh berisi miliknya. Tubuh sintal dengan dada padat berisi selalu membuat Dimas mabuk kepayang bersama segala imajinasinya ketika melihat leher putih jenjang Rena yang semakin membuatnya betah untuk berlama lama menatap istrinya. Tubuh yang lebih seksi membuat suaminya tak mampu berpaling dan menahan keinginan untuk selalu bisa memiliki sepenuhnya hak atas istrinya yang selalu bergairah setiap saat Ia mulai manja dan berdua saja bersama Rena.


Usai puas memanjakan perut dengan ayam kesukaan Aulia dan Brian, mereka langsung menuju swalayan dan berbelanja semua kebutuhan rumah karena hari sudah sore. Rena tak ingin kedua anaknya lelah terlebih Aulia yang langsung ikut setelah pulang sekolah membuatnya mempercepat acara belanja.


Pukul 5.30 mereka baru keluar dari mall dan bergegas untuk pulang di temani panggilan telpon yang tersambung pada bluetooth mobil dari Dedrick yang langsung bicara ke intinya tanpa sadar jika semua orang dalam mobil mampu mendengar suaranya.


" Dim, Kamu jangan masuk kerja dulu tunggu Kakek sama Papa Kamu datang buat tangani masalah Ana " ucap Dedrick langsung tak mengetahui jika Rena juga kedua anaknya bisa mendengar.


" Kakek, ini Dimas lagi nyetir jadi semua dengar loh. Ini ada Rena sama anak anak " ucap Dimas memberikan kode agar Dedrick tak membahas apa yang terjadi dan membuat Aulia bertanya tanpa henti.


" Halo Kakek " seru Aulia bersamaan dengan Brian dan Rena membuat Dedrick gugup karena tadi langsung menyebut nama Ana.


" Ini nak, Kakek cuma mau pindahkan Ana ke kantor cabang karena di sana butuh sekretaris " kilah Dedrick tak tahu jika cucu menantunya sudah memahami keadaan yang ada.

__ADS_1


" Iya Kakek " singkat Rena tak memberitahu jika suaminya sudah bercerita padanya.


Rena mengalihkan pembicaraan dengan obrolan ringan agar tak menyinggung masalah Ana dan memaksa dirinya untuk mengatakan jika Ia sudah tahu semuanya yang akan memancing pertanyaan dari Aulia yang memiliki rasa ingin tahu besar. Selama perjalanan pulang, keluarga kecil itu terlihat sangat bahagia mendengar jika Dedrick juga Teddy akan kembali berkunjung ke Indonesia meski untuk menyelesaikan masalah tentang Ana yang menjerat cucunya dan baru Ia fokuskan untuk menyelidiki ketika Dimas memiliki kecemasan akan kehilangan istrinya.


__ADS_2