Suamiku Seorang Duda

Suamiku Seorang Duda
Kisah Nyata 171


__ADS_3

STOP PLAGIAT!


Malam hari semua sudah berkumpul untuk menikmati santap malam yang di masak khusus oleh seorang Ibu dengan hati penuh bahagia itu. Ketika anak dan menantunya tengah sibuk membersihkan diri, Ia memilih asik bergelut di dapur bersama Aulia juga asisten rumah tangga Tyo.


Pemandangan langkah tersebut amat dinikmati oleh Dedrick, Teddy juga Erwin yang datang dan hanya bisa bertemu dengan Natalie juga Aulia. Karena Tyo dan Siska sudah masuk ke kamar, begitupun Dimas dan Rena yang sudah tak kembali keluar ketika usai membantu Aulia bersiap.


Kehangatan dalam kebersamaan penuh kebahagiaan tersebut terlukis jelas dalam acara makan malam keluarga besar yang sudah sempurna itu. Natalie lebih memilih untuk duduk di antara kedua menantunya, siap melayani kedua perempuan dengan perasaan segan itu. Penuh kesabaran dan kasih sayang, Natalie mengambilkan kedua menantunya makan yang sangat Ia penuhi segala gizi dan nutrisi dari makanan yang tertata di piring keduanya. Ia ingin jika cucu cucunya tumbuh sehat dalam rahim kedua menantu cantiknya.


Semua tatapan para pria di meja makan itu tertuju pada Natalie, merasakan kebahagiaan juga rasa syukur atas segala perubahan wanita yang memilih tinggal bersama anak dan menantunya sampai kedua menantunya melahirkan. Mereka masih tak mengerti apa yang telah mengubah sikap dan hati keras Natalie hingga bisa begitu penuh kasih sayang, terlebih pada Rena yang sangat Ia benci dulu.


Seperti sebuah mimpi indah melihat ketiga wanita dihadapan mereka bisa berkumpul dan menikmati makan bersama, tanpa memperdulikan sekitar mereka. Senyum tak henti terukir dari ketiga orang yang tak merasa jijik untuk sesekali saling menyuapi dari sendok yang sama.


" Ma, Aku juga mau di suapi " manja Tyo menggoda Mamanya yang tersenyum.


" Iya, Aku juga " tambah Dimas tak kalah manja dan hanya di balas senyuman oleh istri istri mereka.

__ADS_1


" Om sama Papi engga boleh manja kan engga hamil, lagian kan sudah besar engga boleh terus manja kata Mami, harus mandi sendiri dan makan sendiri" celetuk polos Aulia menggelakkan tawa Teddy, Erwin juga Dedrick namun membuat kedua saudara itu mencubit bersama pipi Aulia yang duduk di antara mereka bersama Brian.


" Nih kaya Aku makan sendiri, mandi sendiri cuma di tungguin aja sama Mami. Engga kaya Om sama Papi kalau makan di suapi, kalau mandi minta di mandiin emangnya adik Brian " celetuk polos Auli yang asik menikmati makanannya dan langsung ditutup mulut penuh makanan itu oleh telapak tangan Dimas juga Tyo.


Mendengar ucapan polos Aulia, semua mulai membelalakkan mata dan tertawa menggelengkan kepala. Rena dan Siska malah menunjukkan wajah memerah keduanya bersama Dimas juga Tyo. Kepolosan Aulia yang selalu melihat Om serta Papinya manja, juga tak jarang mendengar ucapan keduanya ketika sedang manja meminta untuk di mandikan istri istri mereka.


" Kalian berdua sama saja, Kakek kira cuma Dimas yang kaya anak kecil " tawa Dedrick menggoda


" Namanya anak muda Om " sambung Erwin menertawakan wajah memerah kedua pasangan yang merasa malu.


" Iya nih, lama lama Om bawa ke bengkel Kamu biar di pasang rem " jengkel Tyo menambahkan.


" Kalian berdua ini " protes Natalie sudah berdiri di belakang Aulia memukul pundak kedua anaknya, dan memindahkan Aulia agar duduk di dekat Maminya.


Dimas dan Tyo melanjutkan makan mereka, dengan Dimas sesekali menyuapi Brian dan berganti dengan dirinya. Bibir keduanya masih saja menggerutu akan sikap dan ucapan polos gadis kecil yang kini sudah merasa jengkel karena sikap Om juga Papinya.

__ADS_1


Melihat Dimas begitu telaten menyuapi Brian, mengembangkan tanya pada benak Natalie yang sudah penasaran dari kemarin. Anak pertama yang begitu gila kerja dan kini selalu berada di rumah merelakan dirinya untuk ikut merawat kedua anaknya, membuat Natalie memberanikan diri untuk bertanya pada mertuanya di sela makan mereka.


" Pa, apa Papa sudah pecat Dimas dari perusahaan ya? kenapa Dia tidak pernah bekerja sekarang? " penasaran Natalie memperhatikan putranya malah menjaga kedua anaknya dan membawa mereka ke rumah Tyo pada jam kerja.


" Engga lah Ma, mana ada Kakek pecat Dimas sih? Aku memang lagi cuti karena gantiin Rena ngidam" protes Dimas.


" Natalie, Dimas sudah mengurus perusahaan dari Dia kuliah. Lagipula Papa memberikan Dimas dan Tyo semua itu bukan untuk membuat mereka bekerja, tapi untuk membuat mereka menikmati hasil kerja keras Kami dulu " panjang lebar Dedrick menjelaskan.


" Tuh kan Ma, biarpun Dimas di rumah tetap saja Dimas terus memantau perusahaan dan juga Dimas selalu meminta laporan setiap hari. Kalau bisa gaji orang kenapa Kita turun tangan sih?" ucap Dimas langsung mendapat protes keras dari putrinya yang banyak di nasehati oleh Maminya.


" Papi, Kita engga boleh sombong. Kata Mami apa yang mau di sombong kan kalau nyawa saja Kita hanya dikasih pinjam, uang banyak engga menjamin hidup bahagia " jelas Aulia menirukan semua ucapan Maminya dan mengejutkan semua orang akan perkataan gadis kecil tersebut.


Segala nasehat yang diberikan oleh Maminya terus diingat oleh Aulia yang kini juga mengikuti Maminya hidup dengan sederhana. Ikhlas membantu siapapun yang membutuhkan tanpa membedakan. Bahkan tak jarang Aulia sering menasehati Papinya ketika mulai memarahi pegawainya saat tak mendapatkan hasil yang memuaskan.


Ketika Rena di Paris, tak henti Aulia bersikap dewasa dengan semua yang Ia tahu dari Maminya. Ia juga lebih cerewet daripada Rena ketika Papinya tak menghabiskan makan ataupun begadang untuk bekerja hingga tak pulang. Itulah alasan mengapa Dimas takut ketika putrinya selalu berkata jika dirinya ingin cepat besar dan dewasa.

__ADS_1


Mendengar ucapan Aulia membuat semua orang kagum, di usia Aulia sekarang sudah bisa mengerti untuk bersikap rendah diri. Kekaguman juga mereka tunjukkan pada Rena yang mendidik kedua anaknya dalam kehidupan sederhana, meski mereka di anugerahi kekayaan. Rena tak pernah memberikan apapun yang mereka minta dengan mudah sebelum ada sebuah prestasi yang di berikan, karena Ia tak ingin jika anak anaknya menjadi anak manja yang hanya tahu menuntut untuk di penuhi segala keinginannya.


__ADS_2