
STOP PLAGIAT
Rena yang telah tiba di rumah bersama anak anaknya langsung menghubungi Dimas menggunakan nomor rumah agar lebih meyakinkan suami yang tanpa henti menggerutu padanya. Setelah meminta maaf kembali pada suaminya, Rena menyusul Aulia yang lebih dulu masuk ke kamar untuk mengganti pakaian dan meletakkan tas sekolahnya, sementara Brian yang sudah tertidur di gendong Bi Lastri ke kamar.
Rena melanjutkan kembali beberapa pekerjaan yang masih tersisa ketika Aulia sudah menyusul Adiknya tidur agar pekerjaannya cepat selesai dan bisa fokus terhadap keluarga kecilnya. Hingga sore hari Ia belum juga selesai dan masih bergelut bersama laptop dan juga buku serta pensil di tangan untuk menyelesaikan desain klien yang hampir deadline.
Ibu dua anak yang masih meluangkan waktu untuk merawat anak anak serta menemani mereka bermain meski pekerjaan yang sangat banyak karena baginya keluarga tetaplah nomor satu. Pukul 5 sore, Dimas yang sudah kembali dari kantor karena hendak mengajak istri dan kedua anaknya berbelanja beberapa kebutuhan mereka sengaja pulang lebih awal.
" Udah sore kok masih di luar sih?" seru Dimas menghampiri istri dan kedua anaknya yang masih bermain di halaman rumah.
" Papi " teriak kedua anaknya bersamaan begitu melihat lelaki yang tengah berjalan sambil menggulung lengan kemeja ke atas.
Aulia dan Brian mencium tangan Dimas serta pipi papi mereka yang langsung berjongkok untuk menyapa kedua anak yang asik bermain dengan mobil remote. Rena yang menghampiri suaminya untuk mencium tangan serta melepaskan dasi yang masih melingkar di leher imam keluarga kecilnya itu.
" Sayang, malam ini Kita keluar ya " ajak Dimas ketika Rena melepaskan dasinya.
" Iya mas, sekalian mampir ke rumah Kakek ya Aku mau ketemu Papa " ucap Rena tersenyum ke arah Dimas sembari melipat dasi suaminya yang mengangguk dengan senyuman terukir di wajah maskulinnya.
" Aku buatkan minum dulu ya " pamit Rena beranjak meninggalkan anak serta suaminya di taman.
Dimas yang tak pernah memiliki rasa lelah untuk menemani istri juga anak anaknya selalu berusaha melakukan segala yang terbaik demi kebahagiaan keluarga kecilnya. Untuknya kebahagiaan dan senyum keluarga adalah obat paling ampuh untuk mengusir semua lelah usai mengurus semua pekerjaan kantor.
__ADS_1
Setelah membuat minum, Rena memanggil suami dan anak anaknya untuk masuk karena hari sudah hampir gelap dan meminta suaminya mandi bersama Rena menyiapkan pakaian untuk suaminya sebelum mereka menjalankan ibadah bersama. Rena selalu meminta Dimas menjadi imam dalam segala hal yang merupakan tugas juga kewajiban suaminya sambil mengajari anak anak mereka tentang agama dan keharmonisan secara tidak langsung.
Pukul setengah 7, mereka yang telah melaksanakan ibadah di tempat ibadah yang ada di lantai bawah rumah Dimas memutuskan untuk segera berangkat ke rumah Dedrick lebih dulu karena Rena hendak menyerahkan beberapa data yang sudah ia pindahkan dalam flashdisk dari laptopnya. Rena mencoba menghubungi Papanya mengatakan jika Ia akan ke sana namun karena ada beberapa yang harus di urus oleh Dedrick, Erwin dan Teddy di luar dan baru kembali malam hari, Rena memutuskan untuk ke mall lebih dulu dan akan bertemu dengan Papa nya esok hari karena jika harus malam malam Ia tak tega dengan suami juga anak anaknya.
Sedan hitam yang sudah mulai memasuki area parkir mall dan berhenti di sebuah tempat parkir lantai tiga mall mewah tersebut. Keluarga kecil yang terlihat begitu harmonis itu memasuki mall bersama untuk mencari beberapa keperluan Aulia dan Brian karena Rena tak ingin membeli apapun untuk dirinya sendiri yang sudah merasa cukup dengan apa yang Ia punya.
" Rena? " sapa seorang laki laki muda tampan dengan tinggi sama dengan Dimas.
" Rangga? " sahut Rena tak percaya bertemu dengan teman kampus yang sering mengerjakan tugas kelompok bersama dulu.
" Apa kabar Lo? " seru lelaki dengan gaya badboy tersenyum manis ke arah Rena yang membuat Dimas tak suka terus memperhatikan lelaki yang begitu dekat dengan istrinya.
" Baik Gue, Lo ngapain di sini? sama siapa? " tanya Rena akrab pada teman kampus yang pernah menyatakan perasaan padanya itu.
Rena pun tertawa mendengar perkataan Rangga dan meraih lengan suami yang terlihat cemburu itu dan melingkarkan tangan di sana.
" Ini suami sama anak anak Gue " jelas Rena bangga memperkenalkan keluarga kecilnya.
" Ha? serius Lo? " sahut Rangga terkejut tak percaya jika wanita yang Ia cintai sudah memiliki dua anak padahal tak pernah tahu Rena hamil dan semakin heran begitu melihat Aulia.
" Ren " seru Dimas dingin dan penuh nada sinis mengingatkan istrinya untuk segera pergi meninggalkan temannya.
__ADS_1
" Ya udah Gue duluan ya keburu malam " pamit Rena langsung berjalan meninggalkan Rangga yang masih membulatkan mata tak percaya mengiringi langkah Rena.
" Tar Gue telfon " teriak Rangga ke arah Rena yang menoleh dengan senyum.
Dimas yang tak terima di anggap sebagai Kakak Rena padahal wajahnya juga tidak tua sama sekali terus memasang wajah dingin melukiskan sebuah amarah di mata indahnya.
" Mas, Kita ke lantai atas aja ya di sana banyak tempat keperluan anak anak " ucap Rena karena sering membelikan Aulia dulu.
" Hm " singkat Dimas lalu meraih tubuh Brian untuk Ia gendong menaiki eskalator.
" Kamu engga usah dengerin omongan Rangga mas, Dia emang kaya gitu orang nya " jelas Rena melihat suaminya begitu terganggu usai mendengar perkataan temannya tadi.
Dimas hanya diam saja tanpa menjawab ucapan istri yang berusaha untuk menghiburnya itu. Dadanya begitu sesak dengan rasa cemburu dan amarah melihat kedekatan Rena bersama lelaki yang menganggapnya pantas menjadi Kakak Rena bahkan terkejut tak percaya mendengar jika Ia adalah suami Rena. Perasaan tersinggung mendengar ekspresi serta perkataan Rangga membuat Dimas badmood seketika dan hanya mengikuti kemana istri dan anak anaknya pergi tanpa berkata satu patah kata hingga mereka selesai berbelanja dan makan malam bersama yang sengaja Rena persingkat karena wajah Dimas melukiskan ekspresi malas sehingga membuatnya tak nyaman jika harus berlama lama.
Rena mengajak Dimas untuk langsung kembali pulang usai makan dengan tetap tanpa menjawab apapun Ia menuruti keinginan istrinya. Bahkan selama perjalanan pulang, Dimas masih saja hening dan hanya sesekali menjawab singkat pertanyaan Aulia ataupun Rena.
Sampainya di rumah, Rena turun bersama Brian yang sudah lelap di pangkuannya dan berjalan bersama Aulia meninggalkan Dimas memarkir kendaraan lebih dulu. Dengan tersenyum menyapa asisten rumah tangganya Rena terus melangkah untuk cepat merebahkan tubuh Brian di kamar.
" Sayang, ganti baju dulu ya baru tidur " ucap Rena pada Aulia yang berjalan bersama Bi Lastri ke kamarnya.
" Iya Mami " sahut Aulia.
__ADS_1
Dengan perlahan Rena meletakkan tubuh Brian di atas tempat tidurnya bersama Dimas karena tak tega jika harus membiarkan Brian tidur di kamar sendiri meski sudah di siapkan oleh Papinya. Usai meletakkan tubuh Brian, Rena menyusul putrinya untuk melihat apakah Aulia sudah mengganti pakaian dan menggosok gigi serta mencuci kaki tangan sebelum tidur dan mengucapkan selamat malam pada putrinya yang selalu minta ditemani Bi Lastri setiap tidur meskipun sudah besar.