
STOP PLAGIAT!
Pagi hari semua sudah bersiap untuk menghabiskan waktu berjalan jalan, berkeliling dengan tour guide yang di siapkan oleh Dimas lengkap dengan kendaraan sudah menunggu di depan villa mereka.
Rena memakai pakaian sama seperti Aulia, yaitu dress sampai lutut khas bali dengan satu tali menggelayut indah pada pundak mulus keduanya. Topi pantai besar juga sudah dikenakan, siap dengan kacamata mereka.
" Sandra, Dinda, cepat dong keburu siang nih" seru Aulia memanggil kedua anak masih sibuk mempersiapkan diri bersama Natalie di kamar.
Dimas yang baru keluar dengan celana pendek, sepatu kets juga topi serta kaos oblong, membulatkan mata melihat istri dan anak pertamanya duduk santai dengan Aulia menunjukkan post temannya di akun pada Maminya. Keduanya mengamati sambil tersenyum melihat ke arah ponsel di pegang Aulia.
" Kalian berdua apa apaan sih? ganti gak?! " tegus Dimas berdiri di hadapan kedua orang langsung menatapnya.
" Papi ih, di sini panas nanti gerah lagi " sahut Aulia, di senyumi Rena menatap suaminya.
" Ganti! " tegas laki laki masih berdiri itu tak menyukai pakaian keduanya.
" Mas, kan Kita ke pantai jadi engga apa apa lagian nanti Kita tutupin kok kalau keluar " sahut Rena sudah menyiapkan dua kain panjang untuk menutupi tubuhnya juga Aulia.
" Engga mau, tetep aja tuh tipis banget tuh. Kena angin terbang semua, dan itu lihat apa itu karet karet kaya gitu, mau tunjukkin apa coba pakai kaya gitu! " protes Dimas kekeh tak mau keduanya memaki rok khas bali sudah melekat itu.
" Iya deh Kita ganti " sahut Aulia dan Rena bersamaan.
" Dikasih tahu bukannya ganti dari tadi malah debat terus" gerutu Dimas lalu duduk menunggu semuanya bersiap.
" Brian, Rendi, pakai topi sana hitam kalian nanti " ucap Dimas pada kedua putranya.
__ADS_1
" Iya Papi " sahut Brian dan masuk mengambil topi di kamar.
" Kenapa semua jadi seenaknya sendiri sih" gumam jengkel Dimas duduk menggelengkan kepala juga napas terbuang kasar.
Laki laki terlalu cerewet akan penampilan keluarganya itu, memilih duduk diam tetap menggerutu sendiri menunggu hingga semuanya keluar. Teddy yang dari tadi sudah duduk hanya tersenyum melihat putranya dengan segala kecerewetannya semenjak Aulia beranjak dewasa. Jangankan menggunakan rok seperti tadi, untuk keluar mengenakan kaos menunjukkan bentuk tubuh saja, Dimas sudah marah marah pada putrinya.
" Dinda, Sandra, masuk ganti baju lagi " tegur Dimas melihat kedua anak mengenakan pakaian sama seperti Aulia dan Rena tadi.
" Papi ih, udah siang nanti panas " protes Dinda.
" Papi bilang ganti ya ganti " ucap kembali Dimas membulatkan mata pada putrinya, dan cepat berbalik tubuh melangkah ke kamar.
" Kamu juga, engga perlu bawa tas kaya gitu, sana ganti dan taruh tas nya " ucap kembali Dimas ke arah Sandra.
" Papi, itu tuh fashion. Fashion Papi fashion " jelas Dinda memainkan jari di depan tubuh dengan mengeja kata fashion.
Dengan kesal, Sandra kembali ke kamar meninggalkan Dimas masih duduk tetap menggerutu kesal sendiri. Lelaki dengan topi putih sudah melekat itu, tak bisa berhenti mengomel lirih tanpa mengetahui jika Papanya sudah memperhatikan dari tadi sambil tersenyum menggelengkan kepala.
" Buruan udah siang! " teriak Dimas, membuat Teddy membuang napas kasar.
" Dim, Kamu yang suruh semuanya ganti sekarang berisik sendiri. Lagian kenapa Kamu jadi cerewet banget sih semenjak tua? darah tinggi loh " seru Teddy heran.
" Ya Papa lihat sendiri aja, masa iya mau keluar dandanan. kaya ondel ondel semua sih?! " sahut Dimas dalam nada jengkelnya.
Rena dan Aulia sudah kembali dengan jumpsuit bunga bunga sampai lutut, dan lengan pendek lengkap dengan sepatu kets putih kembar mereka. Keduanya menghampiri Dimas dan memutar tubuh di depan laki laki tetap duduk menunggu itu.
__ADS_1
" Mami sama anak sama aja " lirih Dimas melihat keduanya.
" Sayang, Kamu mau kelihatan lebih muda gitu ya pakai samaan kaya Auli? anak udah empat juga pakai kembar kembar segala " cerewet Dimas kembali di balas senyuman Rena usai membuang napas panjang.
" Ya emang Mami masih muda kan Pi? Kita masih kaya kembar biarpun Mami sama anak. Ya kan Mi? " senyum Aulia mengedipkan mata pada Mami yang juga mengedipkan satu mata, lalu high five bersama.
" Udah, udah buruan panggil lainnya. Nungguin kalian bisa bisa tengah malam baru berangkat " sahut Dimas beranjak dari duduk dan keluar lebih dulu.
" Papi cerewetnya.... " seru Aulia menggelengkan kepala.
" Kayaknya efek tambah usia sayang " ledek Rena menyatukan sisi kepala mereka dengan tersenyum mengembang.
Rena selalu risih dan telinganya panas, ketika Dimas mulai cerewet seperti tadi. Bahkan selalu terjadi setiap hari, apalagi ketika empat anak nya sudah bersekongkol dengan Rena. Ia sendiri tak mengerti mengapa suaminya menjadi seperti sekarang semenjak Aulia masuk SMP dulu. Setiap teman Aulia pun tak pernah hilang dari pengamatan tentang sikap juga cara bicara mereka. Selalu mendampingi ketika Aulia tengah belajar kelompok atau hanya bermain bersama teman di rumah, apalagi saat ada teman lawan jenis yang datang.
Setelah semua siap, satu keluarga itu langsung menaiki mobil dengan tujuan wisata di atur oleh Dimas bersama tour guide. Matanya melirik satu satu keluarganya, kecuali Papa dan Mamanya. Apalagi ketika matanya tertuju pada Rena dan Aulia yang duduk bersama, bibirnya tidak bisa di rem untuk diam dan tetap mengomel sendiri.
" Papi, are you okay? " tanya Sandra memainkan mata juga jari ketika bicara.
" Duduk, jatuh hidung Kamu hilang baru tahu rasa Kamu " celoteh Dimas ke arah Sandra yang duduk bersama Dinda di sampingnya.
" Oh my God Papi, jangan syuka bicara syendirih. Nanti di kira orang Papi itcu..... oh no " ucap Sandra memainkan kedua bahunya.
" Gila maksud Kamu?! " jengkel Dimas ke arah keponakannya.
" Akiu engga ngomong gitcuh loh Pi " sahut Sandra sudah duduk kembali, di lirik jengkel Dimas memainkan bibir mengikuti cara bicara Sandra di tertawakan terbahak oleh Dinda yang memperhatikan.
__ADS_1
Mobil terus melaju ke pulau penyu, karena anak anaknya sangat menyukai hewan memiliki tempurung keras itu. Water sport menjadi tujuan selanjutnya dan berkeliling serta menikmati ragam kuliner, lalu berencana menikmati keindahan sunset di pantai. Dimas sendiri menyukai jet ski yang membuat dirinya tertantang ketika melakukan oleh raga air tersebut, biasanya Ia akan pergi bersama Tyo ataupun teman temannya untuk melepas kepenatan bekerja atas ijin dari Rena.
Selepas pertemuan Aulia dengan Kiara yang pahit, sengaja Dimas memberikan segala kebahagian melalui liburan mereka bersama agar putrinya mampu melupakan kekecewaan juga kesedihan hatinya. Dimas tak mau jika Aulia harus mengalami kesedihan untuk seseorang yang bahkan tak pantas menerima setetes saja air mata berharga putri cantiknya.