Suamiku Seorang Duda

Suamiku Seorang Duda
BAB 77


__ADS_3

Sampai nya di halaman rumah Dedrick, Rena turun bersama Dimas yang membantu nya turun dan pak Adi yang langsung kembali ke rumah karena harus mengantarkan bi Ijah dan bi Lastri belanja beberapa keperluan rumah yang telah habis.


" Pagi kek, pa " sapa Rena kepada dua orang lelaki yang menyambut kehadiran nya di teras rumah bersama senyum menghiasi wajah dua pria di hadapan nya.


" Pagi nak " jawab papa Dimas yang langsung di cium tangan nya oleh Rena dan memeluk tubuh menantu serta mencium kening Rena.


" Kakek juga mau " goda Dedrick ketika Rena di cium olek papa mertua nya.


Rena tersenyum dan beralih memeluk tubuh kakek mertua nya yang juga mencium kening Rena lembut dan hangat.


" Wah, kakek suka burung ya ?" tanya Rena melihat banyak nya sangkar burung di dekat halaman rumah Dedrick.


" Iya, kamu juga suka ?" tanya balik Dedrick mengikuti rena berjalan ke arah banyak nya sngkar burung dengan berbagai jenis burung di sana.


" Suka kek, papa Rena juga punya banyak di rumah dan Rena suka bantu papa rawat mereka " seru Rena tersenyum dengan di peluk oleh Dedrick.


" Wah, kamu harus sering kesini bantu kakek dong kalau begitu " goda Dedrick memeluk pundak cucu menantunya.


Dimas dan juga Teddy yang melihat kedekatan Rena serta Dedrick merasa aneh namun senang mengingat mereka baru pertama bertemu dan sudah terlihat akrab dengan tawa yang di dengar oleh Dimas dan Teddy begitu bahagia dari dedrick dan Rena yang masih asik memainkan jari mereka di depan sangkar burung.


" Sayang, masuk yuk panas di sini " teriak Dimas memanggil Rena  karena sinar matahari menyorot ke arah Rena dan Dedrik yang masih berdiri dengan candaan akrab mereka.


" Suami kamu takut kamu hitam ya " goda Dedrik membimbing Rena dengan tangan masih berada di pundak Rena serta tangan Rena di pinggang pria yang memakai pakaian santai dan sederhana tersebut.

__ADS_1


" Papa kok bau ada yang harum sih " ucap Teddy melihat tempat makan yang di pegng oleh Dimas.


" Tadi kakek minta masakin aku pa, engga tahu deh kakek bakal suka apa engga " seru Rena tersenyum masih di dekat Dedrick.


" Wah, kalau gitu kita makan enak dong " seru Dedrick dan mengajak semua nya masuk ke dalam karena sengaja Dedrick tak sarapan demi menunggu Rena dan Dimas.


Rena mulai menyiapkan makanan yang ia bawa di dalam sebuah wadah sayur untuk di berikan kepada Dedrick dan Teddy yang sudah menunggu di meja makan. Natalie yang pagi itu tengah tak berada di rumah membuat kehangatan orang di meja makan tersebut tersirat begitu indah dengan ke akraban yang terjalin begitu cepat membuat Dimas merasa senang dengan kasih sayang kakek serta papa nya terhadap Rena.


Dedrick mulai memakan sesuap makanan yang sudah di ambilkan oleh Rena di atas piring bersama dengan Teddy.


" Sempurna " seru Teddy dan Dedrick bersamaan ketika menyuapi mulut mereka dengan masakan Rena.


" Pantes Auli badan nya gemuk banget, Mami nya pintar masak gini " seru Teddy yang membuat Rena tersenyum di samping dimas duduk di hadapan Teddy.


" Emang aku gendut ya ?" tanya Dimas ke arah Rena yang membuat Dedrick dan Teddy tertawa melihat tingkah Dimas memperhatikan tubuh nya sendiri.


" Engga mas, cuma mirip Auli " goda Rena tersenyum mencubit gemas pipi Dimas.


Dedrick dan Teddy yang terus memperhatikan wajah tersirat kebahagiaan dari Dimas tak seperti ketika kemarin ia datang penuh dengan emosi, merasa bahagia karena Dimas telah menemukan orang yang tepat dan menyayangi diri nya serta Aulia yang bahkan Ibu kandung nya saja tak pernah menginginkan kehadiran bocah kecil malang tersebut.


" Kamu beruntung banget punya istri cantik, baik dan pinter masak kaya gini nak " sahut Dedrick dengan terus menikmati makanan masakan Rena.


" Iya lah kek, dia ini cuma ada satu di dunia apalagi kalau udah cerwet engga ada lagi yang bisa saingi dia " seru Dimas tersenyum bangga sambil menggoda Rena.

__ADS_1


" Papa seneng lihat kalian bahagia kaya gini " tambah Teddy menyaksikan putra berhati dinginnya tanpa henti tersenyum ketika bersama dengan Rena.


Teddy dan Dedrick menghabiskan semua makanan yang di bawa oleh rena dan meminta Rena untuk sering sering membawakan untuk mereka berdua yang akan bergantian makan di rumah Dimas. Usai makan mereka bertiga beralih menuju ruang keluarga, sedangkan Rena membersihkan meja makan bersama asisten rumah tangga Dedrik yang hanya di biarkan saja oleh kakek dan papa mertua nya karena Dimas mengatakan jika itu memang kebiasaan Rena yang tak pernah pangku tangan dengan asisten rumah tangga. Usai membersihkan meja makan, Rena membuatkan 3 minuman hangat dan satu air putih untuk diri nya yang ia bawa ke ruang keluarga untuk di berikan kepada tiga pria yang asik mengobrol membahas masalah persiapan ulang tahun kantor dan berebut untuk memutuskan siapa yang akan mendampingi Rena di sana karena ketiga nya sangat ingin manjadi lelaki yang bisa menggandeng tangan Rena di pesta. Rena ikut bergabung dengan obrolan mereka dan menginginkan jika mereka bertiga bisa menemani Rena di sana tanpa ia harus memilih di antara ketiga nya.


Natalie yang tiba ke rumah bersama dengan pengacara membawa surat cerai Dimas dan Rena merasa sangat tak suka melihat kehadiran Rena yang malah tertawa bahagia bersama semua orang di ruang keluarga. Dengan angkuh dan tatapan sinis Natalie menghampiri mereka di ruang keluarga lalu menyodorkan surat cerai yang membuat Dimas sangat ingin marah beserta Dedrick dan Teddy, namun Rena yang menerima surat tersebut malah melebarkan senyum ke arah Natalie hingga membuat ketiga pria di sana menatap Rena heran.


" Cepat tanda tangani ini dan pergi dari kehidupan kami " tegas Natali melempar surat cerai ke wajah Rena yang duduk di samping Dimas tanpa sedikit pun melihat ke arah Rena.


" Baik, terimakasih ma " ucap Rena mengambil surat cerai yang jatuh di lantai.


Dimas yang terlihat emosi mencoba bangkit dari duduk nya untuk melawan kembali mama nya namun di tahan oleh Rena yang menarik kembali lengan Dimas dengan senyum yang ia kembangkan.


" Kamu mau tanda tangani ini ? kamu mau cerai dari aku ?" tanya Dimas karena Rena yang malah berterimakasih mengambil surat cerai tersebut.


" Ma, saya akan bawa ini pulang kerumah tapi saya berharap mama tidak menginginkan surat ini kembali ke mama dengan tanda tangan kami karena sampai kapan pun saya tidak akan bercerai dari mas Dimas. Tapi terimakasih karena mama sudah mau repot mengurus hal ini " ucap Rena berdiri di samping Natalie yang geram.


" Kenapa? karena kamu tidak mau kehilangan harta ?" tanya Natalie dengan angkuh.


" Ya, karena saya memang tidak akan mau kehilangan harta yang sudah susah payah saya dapatkan " sahut Rena tegas namun sopan dengan senyum nya yang masih mengembang mengejutkan Dimas, Dedrick dan Teddy.


" Kalian dengar kan ? dia hanya menginginkan harta keluarga ini " sahut Natalie dengan bangga karena pemikiran nya selama ini ke Rena terbukti benar.


" Mama memang benar, saya tidak akan pernah mau kehilangan harta, tapi harta itu bukan lah materi melainkan suami dan putri saya serta kasih sayang mereka yang memang saya harus bersusah payah mendapatkan nya " jelas Rena membuat Dimas, Dedrick dan Teddy merasa lega.

__ADS_1


__ADS_2