
STOP PLAGIAT!
" Duduk dulu, ayo Kita makan udah dingin nih " seru Natalie memainkan tangan, mengisyaratkan ketiganya cepat duduk.
" Aku mau di suapi Mami " manja Aulia duduk di antara Mami juga Papinya.
" Papi juga mau di suapi Mami " manja Dimas tersenyum, di tertawakan oleh Natalie juga Teddy.
" Nak Kamu di sini semua, engga ada malunya " seru Natalie di tengah tawa, hanya di balas senyum memasang tampang sok imut Dimas.
" Aku siapa yang suapi? " memelas Dinda ke arah kedua orang tuanya.
" Kakak yang suapi Kamu " santai Brian menggembirakan Adiknya yang bertepuk tangan.
" Akiu? " memelas Sandra memainkan mata.
" Mau di suapi juga? sini Papi suapi pakai cangkul " sahut Dimas, di tepuk pundaknya oleh Rena sambil tersenyum.
" Kak Rendi tanvan, suapi inces duong " genit Sandra memainkan mata sembari mendorong piring ke arah Rendi yang duduk di dekat Brian.
__ADS_1
Rendi hanya menjawab bergidik sambil melirik, memajukan bibir Sandra jengkel. Sementara lainnya malah menertawakan. Aulia yang terbahak hingga tersedak saat mengunyah, langsung di bantu Dimas minum dengan Rena menepuk lembut punggung putrinya.
" Sandra di suapi nenek aja ya? " lembut Natalie mengusap lembut ujung kepala cucu yang masih manyun tersebut.
" Udah biar makan sendiri, manja nanti " sahut Dimas melarang.
" Papi juga manja, itu minta di suapi Mami kan sudah tua " polos Sandra memainkan bibir ketika bicara. langsung di tangkup oleh Teddy karena gemas.
" Papa jahat banget sama cucu sendiri " protes Natalie.
" Bibirnya loh Ma kalau ngomong udah kaya ikan minum air aja, maju maju entar kena tabrak pesawat lagi " sahut Teddy membela diri, menggelakkan tawa keluarganya.
" Saking panjang nya ya Pa, sampai pesawat yang nabrak " celetuk ayah empat anak itu tertawa.
Usai makan, mereka memutuskan kembali ke penginapan dan beristirahat sebelum besok bermain dan berjalan jalan bersama. Rena ingin mendampingi putrinya, dan meminta agar suaminya tidur bersama Brian juga Rendi. Sementara Dinda tidur bersama Natalie juga Teddy, karena Sandra lebih dulu masuk ikut Rena juga Aulia.
" Aku sayang banget sama Mami " manja Aulia memeluk Rena usai membantu Sandra tidur lebih dulu.
" Mami juga sayang banget sama Kamu nak, Mami minta sama Kamu kalau ada apapun cerita sama Mami jangan memendam sendiri " lembut Rena memeluk putrinya.
__ADS_1
" Aku kecewa Mi, Aku kira pertemuan Kami akan berbuah manis ternyata engga. Kenapa sih Mi, ada seorang Ibu yang tidak menginginkan anak? bahkan Aku juga sering lihat di TV banyak Ibu yang membuang anak kandung mereka sendiri " panjang lebar Aulia sendu.
" Sayang, tidak ada seorang Ibu yang tidak menginginkan anak kandungnya. Mungkin mereka terpaksa melakukan hal itu, karena ekonomi atau keadaan lain yang memaksa untuk mereka berbuat seperti itu. Mami yakin dalam hati terdalam mereka, mereka juga sangat menyayangi anak mereka " jelas Rena lembut membelai rambut putrinya.
" Kalau nanti Aku punya anak, Aku mau jadi kaya Mami yang sabar dan pengertian juga penuh kasih sayang " tulus Aulia mengembangkan senyum Maminya.
" Kok udah mikirin soal anak sih? lulus aja belum " senyum Rena menggoda putrinya dengan mencubit hidung mancung Aulia.
" Nikah muda enak gak sih Mi? Mami dulu kan nikah sama Papi pas masih kuliah " serius Aulia bertanya, lagi lagi membuat Rena tersenyum.
" Menikah itu ibadah sayang, asalkan Kita sudah mampu lebih baik menikah untuk menghindari zinah. Bukan masalah enak ataupun engga, tapi bagaimana Kita bisa menjadi dewasa dalam mengarungi pernikahan. Pernikahan bukan soal bahagia dan cinta saja, tapi banyak masalah di dalamnya termasuk ekonomi juga kesiapan mental. Banyak pernikahan yang gagal karena permasalahan ekonomi juga pola pikir kurang dewasa dalam mengambil sikap, jadi kalau Kamu mau menikah muda Mami setuju asal Kamu mempersiapkan diri Kamu dengan baik, dan jangan asal cinta terus menikah " panjang lebar Rena memberikan petuah pada putrinya.
" Kalau Papi setuju gak Mi? " penasaran Aulia.
" Papi? pasti Papi juga setuju kok asal pria yang mau nikahi Kamu seseorang yang tanggung jawab, dan mencintai Kamu apa adanya, menerima semua kekurangan Kamu tanpa mempermasalahkan, dan yang paling penting mampu menjaga Kamu juga membimbing ke arah lebih baik " jelas Rena tersenyum, langsung di peluk erat oleh putrinya.
" Terimakasih Mami, Mami adalah Mami terbaik " peluk Aulia puas akan jawaban dari Maminya.
" Memang mau nikah muda? " goda Rena menggelengkan kepala putrinya.
__ADS_1
" Engga tahu Mi " senyum Aulia seraya tertawa lirih, dicium keningnya oleh Rena.
Selalu memeluk ketika tidur bersama, Aulia tak pernah malu menceritakan ataupun bertanya secara terbuka pada Maminya. Rena sendiri juga merasa senang karena Aulia terbuka padanya, dan membuat hubungan keduanya seperti seorang sahabat saat berdua.