Suamiku Seorang Duda

Suamiku Seorang Duda
BAB 78


__ADS_3

Melihat Natalie yang begitu kesal dan sangat ingin meledak membuat Dimas khawatir jika mama nya melakukan hal buruk terhadap istri nya.


" Mama jaga kesehatan ya, jangan terlalu sering marah karena itu tidak baik untuk kesehatan mama. Kalau begitu kami pamit dulu mau jemput Aulia " ucap Rena memtuskan untuk undur diri ketika melihat Natalie mulai emosi agar tak terjadi pertengkaran antara Dimas dan Natalie.


" Pa, kek kita pamit ya " sambung Rena mencium tangan Dedrick dan Teddy yang menatap Rena dengan senyum bangga.


" Ma, sekali lagi terimaksih atas surat ini dan maaf sudah merepotkan mama pagi pagi keluar hanya untyk mengambil ini. Saya pamit ya " ucap Rena berdiri di samping Natalie dan menarik tangan Natalie untuk ia cium meski harus dengan penolakan dan rasa kesal mama mertua nya sebelum ia beranjak pergi.


" Kamu... "seru Natalie dengan suara setengah tinggi dan kesal melihat tingkah Rena.


Dedrick dan Teddy saling menatap menyaksikan Rena dengan perlawanan sopan dan santai ketika menghadapi kemarahan Natalie hingga wanita angkuh tersebut kehabisan kata menghadapi menantunya.


Dimas menahan tawa ketika melihat wajah mama nya lalu mengikuti Rena keluar untuk memasuki mobil yang ia tinggalkan kemarin di rumah Dedrick.


Ia mulai melajukan kendaraan keluar dari area rumah Dedrick dengan tawa yang lepas membayangkan ekspresi Natalie yang frustasi dan sangat kesal hingga tak mampu memgucapkan perkataan dengan perlawanan Rena yang lembut dan sopan.


" Kamu ketawa mas? " tanya Rena heran ke arah Dimas.


" Aku bayangin ekspresi mama tadi " jawab Dimas masih tertawa membayangkan wajah kesal Natalie.


" Kamu engga lihat aku masih gemetar kaya gini? Jantung aku kaya mau lompat tahu mas, eh kamu malah ketawa lepas banget " jawab Rena yang memang masih merasakan gugup setelah mengatakan hal tersebut ke mama mertua nya hingga memancing kemarahan mertua angkuh tersebut.


" Keren banget kamu, sumpah. Kaya nya cuma kamu yang bisa buat mama engga bisa balas omongan " sahut Dimas meletakkan telapak tangan di ujung kepala Rena dengan wajah yang sumringah.

__ADS_1


" Keren apa, nih coba mas rasain " seru Rena menarik tangan Dimas ke atas dada merasakan detak jantung nya yang cepat berdegup.


" Jangan mancing mancing sayang, aku masih nyetir. Entar di rumah ya " goda Dimas ketika tangan nya di letakkan di atas dada untuk merasakan jantung Rena.


" Apa an sih mas, mesum kamu " gerutu Rena malah membuat Dimas tertawa.


" Kenapa di turunin sih? Biarin di aja " ucap Dimas ketika Rena menurunkan tangan suami mesum di samping nya ke atas paha dan menggenggam tangan tersebut.


" Mesum kamu mas " jengah Rena melirik ke arah Dimas yang masih menggoda nya sambil mengemudi.


" Oh jadi mau nya langsung ke sini? Oke" goda Dimas mengusap lembut paha Rena yang masih terbalut dress.


" Mas " protes Rena menahan tangan suami nya ketika jari Dimas semakin nakal dan berjalan jalan seenak nya.


" Mas, aku naik taxi aja ya jemput Aulia. Kamu kerja aja kalau emang penting " sahut Rena yang mendengar percakapan Tyo dan Dimas melalui telfon yang tersambung dengan mobil.


" Orang aku perlu nya sama kamu " jawab dimas melajukan kendaraan nya lebih cepat.


" Maksud nya? Pelan aja dong mas " seru Rena bingung dengan perkataan Dimas dan merasa takut ketika suami nya mempercepat kecepatan mobil nya.


" Kok pulang? " tambah Rena ketika Dimas mulai memasuki area kompleks rumah nya.


" Iya sayang aku mau ambil sesuatu " singkat Dimas lalu membunyikan klakson mengisyaratkan kepada pak Adi agar membuka pagar yang dengan cepat pak Adi berlari ketika mendengar suara klakson majikan nya.

__ADS_1


" Ambil apa? " tanya Rena bingung.


Tanpa menjawab pertanyaan Rena, Dimas turun dari mobil dan memutar untuk membantu Rena menuruni kendaraan kemudian menuntun tangan istri nya masuk ke rumah yang sudah ada bi Ijah dan bi Lastri di tetas rumah hendak berangkat berbelanja.


" Bu, pak kami mau belanja sebentar di antar sama pak Adi " sahut bi Ijah ketika mendapati Dimas bersama Rena di melangkah ke teras.


" Iya bi hati hati, tutup pintu sama pagar ya " sahut Dimas menarik kembali tangan Rena untuk mengikutinya ke kamar atas diiringi tatapan bingung dari Rena.


" Pelan dong mas, kamu mau ambil apa sih " seru Rena berjalan menikuti suami nya sampai ke kamar.


Tiba nya di kamar, Dimas mengunci pintu dari dalam dengan tangan masih memegang pergelangan tangan Rena.


" Ambil janji kamu kemarin lusa " jawab Dimas menarik pinggang Rena mendekat untuk menikmati bibir lembut istrinya dengan masih berdiri di balik pintu.


Rena yang merasa kuwalahan dengan serangan Dimas mencoba menghentikan suami nya yang semakin liar.


" Mas " seru Rena pelan dengan telapak tangan menekan lembut kedua wajah Dimas.


" Kamu yang godain aku sayang " kilah Dimas yang memang merasakan keinginan semenjak dalam perjalanan ketika menggoda Rena.


" Kesalahan " gumam Rena pelan sembari mengingat dia telah meletakkan tangan suami mesum nya untuk merasakan detak jantung nya tadi di perjalanan.


" Aku kangen " seru Dimas melanjutkan aktifitasnya untuk menikmati bibir lembut Rena dengan tangan membuka resleting belakang gaun Rena lalu menurunkan nya hingga lepas.

__ADS_1


__ADS_2