Suamiku Seorang Duda

Suamiku Seorang Duda
Kisah Nyata 95


__ADS_3

STOP PLAGIAT


Usai acara kirim doa untuk neneknya Rena, Dedrick dan keluarganya pamit undur diri karena jam dinding di sudut rumah nenek Rena sudah menunjukkan pukul 10 malam, sementara Dimas dan Aulia di minta Erwin untuk tetap tinggal. Setelah mengantar Dedrick hingga depan pintu, Rena berpamitan pada suami dan papa nya untuk menyusul Aulia dan Brian yang sudah terlelap satu jam yang lalu. Andin dan Sonya yang menginap di tempat Rena menempati kamar utama berdua. Sementara Dimas masih menemani Erwin bersama beberapa tetangga yang masih ada di sana meski Dimas sama sekali tak mengerti apa yang mereka bicarakan dalam bahasa jawa.


" Dim, lebih baik Kamu tidur dulu " ucap Erwin yang melihat wajah menantunya terlihat begitu lelah.


" Papa engga masalah sendirian? " tanya Dimas yang memang merasa sangat mengantuk karena belum tidur dari semalam untuk mengendarai mobil tanpa henti dari luar kota dan langsung menjemput putrinya hadir ke tempat nenek Rena.


" Gak masalah nak, Kamu tidur duluan aja. Papa lagi tunggu om sama tante nya Rena juga " sahut Erwin yang memang sedang menunggu kehadiran adiknya yang masih dalam perjalanan dari bandara.


" Ya udah Dimas duluan ya Pa " pamit Dimas dan di angguki oleh Erwin sembari tersenyum.


Dimas bersalaman dengan semua tetangga yang hadir di sana sambil berpamitan untuknya istirahat lebih dulu. Dimas melangkahkan kaki untuk menuju ke kamar Rena dengan mata yang sudah tak sanggup Ia buka lagi. Sampainya di dalam kamar, Ia tersenyum melihat anak dan istrinya yang sudah terlelap, lalu menghampiri mereka untuk mencium wajah lelap anak anak dan juga istrinya. Karena tempat tidur Rena yang kecil dan hanya muat bertiga, Dimas memutuskan untuk tidur di lantai dengan alas tikar kecil yang Ia lapisi dengan selimut dari dalam almari Rena. Matanya yang sudah sangat mengantuk mengantar Dimas ke dalam mimpi indah dengan hanya mengenakan tangan sebagai sandaran kepala.


Pukul 02.30, Rena terbangun karena tangisan Brian meminta susu. Ia pun beranjak untuk membuatkan Brian susu, namun matanya tertuju pada Dimas yang terlelap. Rena merasa tak tega ketika mendapati suaminya terlelap di atas lantai yang keras dan dingin tanpa selimut yang menutupi tubuh Dimas. Usai membuatkan susu untuk Brian, Rena memberikannya pada putranya dan menghalangi tubuh Auli serta Brian dengan guling. Rena mengambil bantal juga selimut yang Ia gunakan tadi untuk di pakaian pada Dimas. Perlahan tangan Rena mengangkat kepala suaminya dan menyisipkan bantal di bawahnya serta menyelimuti tubuh Dimas dan ikut terlelap bersama Dimas dibawah karena tak tega jika Dimas harus merasakan kerasnya lantai sendiri.


Pukul 06.15 Rena sudah terbangun karena bunyi alarm ponselnya yang berdering di samping tubuh Rena. Ia mematikan alarm tersebut dan memiringkan tubuh menghadap Dimas yang masih memejamkan mata lalu mengusap lembut wajah suaminya.


" Au, ini udah kaya duri aja lama lama " pekik Rena merasakan tangannya yang terkena jenggot Dimas ketika Ia membelai wajah suaminya.


" Kenapa engga di cukur habis aja sih, ganteng ganteng kok tumbuhin duri " gerutu Rena pelan.


Dimas yang mendengar istrinya menggerutu tentang berewoknya melebarkan senyum dengan mata masih terpejam. Rena yang masih memperhatikan jari jarinya yang tertusuk rambut di pipi Dimas, memutuskan untuk beranjak karena harus pergi ke pasar membeli semua keperluan dapur yang di butuhkan. Ketika Rena mulai membuka selimut, tangan nya tertahan oleh tangan Dimas yang menghentikan Rena untuk bangun dan memeluk erat tubuhnya.


" Pagi pagi udah ngomel " seru Dimas memeluk Rena dengan mata terpejam yang mengejutkan Rena ternyata suaminya mendengar ucapannya barusan.

__ADS_1


" Kamu udah bangun mas? " tanya Rena yang terkejut.


" Udah, kaget sama Kamu yang ngomel ngomel sendiri sayang " sahut Dimas mengeratkan pelukannya.


" Maaf, yaudah Kamu tidur lagi ya tapi pindah di atas sama anak anak " sahut Rena yang berada dalam pelukan suaminya tepat di dada bidangnya.


" Iya, Kamu kok tidur bawah juga sih nanti sakit loh " ucap Dimas.


" Aku nemenin Kamu mas, ya udah sana pindah Aku mau mandi dulu mau ke pasar " sahut Rena mengangkat kepala menghadap wajah suaminya.


Dimas mencium lembut kening Rena dan juga bibir istrinya.


" Gairah pagi? " goda Rena tersenyum mengingat kebiasaan Dimas yang lebih bergairah ketika bangun tidur.


" Kebiasaan emang engga pernah berubah " gerutu Rena dengan tersenyum.


" Mas, anak anak nanti bangun " seru Rena merasakan tangan suaminya yang terus menyusuri tubuhnya sambil terus mendekap erat di balik selimut.


" Engga sayang asal Kamu engga berisik " goda Dimas tersenyum lalu menikmati bibir Rena.


" Kita belum KB mas " ucap Rena yang cemas akan cepat hamil dengan gairah suaminya yang selalu cepat muncul.


" Aku lupa " gumam Dimas lemas dan menghentikan gairahnya.


" Nanti malam aja ya habis dari dokter " seru Rena tersenyum ke arah Dimas yang terlihat lesu karena harus menahan keinginan nya.

__ADS_1


" Iya sayang. Aku antar Kamu ke pasar ya " ucap Dimas melonggarkan pelukannya.


" Engga usah mas Aku sama tetangga, Andin sama Sonya juga ikut. Lagian Kamu kan engga suka bau dan disana pasti bau mas, Kamu dirumah aja jaga anak anak ya " jawab Rena karena hafal dengan sifat bersih suaminya.


" Ya udah tapi cepat pulang, Aku mau seharian sama Kamu besok pagi pagi Aku udah harus balik " ucap Dimas yang mengejutkan Rena.


" Kok gitu? bukannya Kamu mau tunggu sampai tujuh hari nenek ya? " sahut Rena terkejut.


" Iya sayang maunya gitu tapi Aku harus ke kantor ada masalah di kantor dan Aku harus tangani sendiri, setelah itu Aku jemput Kamu dan Kita nikah lagi buat dapat dokumen pernikahan" jelas Dimas yang tak ingin pergi.


" Baru juga ketemu udah di tinggal aja " gerutu Rena pelan dengan nada sedikit kesal dan berbalik untuk memunggungi suami nya.


Dimas yang mendengar gerutuan Rena, mulai menyunggingkan senyum dengan tingkah istrinya lalu memeluknya dari belakang sambil menggoda dengan memainkan dada Rena hingga menggeliat.


" Mas, ih " gumam Rena karena tangan Dimas yang terus bermain di dadanya.


" Biar Kamu kangen Aku dua hari nanti " goda Dimas dengan tersenyum di balik tubuh Rena.


" Engga usah gini juga udah kangen mas. Udah ah entar papa kesini loh mas ini udah siang Aku harus ke pasar. Kamu pindah sama anak anak sana " ucap Rena bangun dan mengikat rambutnya tinggi meninggalkan Dimas yang masih merebahkan diri dengan senyumnya.


" Aku anterin mandi ya, nanti ada cacing loh " goda Dumas meliht Rena berdiri dan mengambil handuk.


" Engga usah mas, Aku engga takut. Entar kalau ada Aku kasih ke Kamu " celetuk Rena tertawa membayangkan Dimas yang ketakutan kemarin.


Rena meninggalkan suaminya yang masih melebarkan senyum dan masuk ke dalam kamar mandi, sedangkan Dimas merasakan sakit di sekujur tubuh karena baru kali ini Dia tidur di lantai. Ia pun naik ke atas tempat tidur dan tidur di samping anak anak nya karena memang masih mengantuk. Selagi Brian belum bangun, Dimas melelapkan kembali matanya.

__ADS_1


__ADS_2