
STOP PLAGIAT!
Dimas dan Rena mengajak kedua bayi kembar mereka untuk berjemur sebentar diluar, dan meminta Bi Lastri untuk membersihkan Aulia dan Brian. Di taman rumah tah henti lelaki yang sudah mengenakan celana serta kaos santai tersebut tersenyum sendiri membuat istrinya merasa aneh.
" Kenapa sih mas ?" heran Rena menatap ke arah suaminya yang malah makin melebarkan senyum.
" Anak Kita empat sayang, engga sangka banget deh. Masih ganteng gini tapi anaknya empat dan sekarang Aku gendong bayi lagi " tawa Dimas hanya di tatap aneh oleh istrinya.
" Emang Kamu engga pernah rawat Aulia dulu mas ?" heran masih ditunjukkan jelas pada wajah cantik Rena.
" Engga lah, dulu sih Aku sibuk kerja dan engga pernah pulang kerumah. Sampai Aku akhirnya tahu kalau Aulia ternyata selama ini engga pernah dikasih ASI dan tidur sama Bi Lastri di kamar Bi Lastri " sendu Dimas menceritakan, mengejutkan perempuan yang masih menatapnya.
__ADS_1
" Maksudnya gimana sih ? Mba Kiara engga bisa kasih ASI ? Mba Kiara engga pernah pulang juga ?" terkejut Rena, langsung membuat suaminya menggelengkan kepala sambil menundukkan wajah.
" Dia engga mau kasih ASI karena engga mau tubuhnya rusak, dan engga mau tidur sama Auli karena takut tidurnya terganggu. Alasannya kaya gitu waktu Aku tanya dulu, sampai akhirnya ya Dia tinggalin Auli gitu aja engga pernah kembali " sendu kembali Dimas menceritakan nasib putrinya.
" Makanya Aku betah jadi duda sebelum Auli minta Aku lamar Kamu, karena Aku juga takut kalau ternyata bakal alami hal yang sama kaya pernikahan dulu dan Auli tetap engga dapat kasih sayang " tambah kembali Dimas masih dengan nada sendu.
Kiara memang tak pernah menginginkan kehamilannya, dan saat Aulia lahir pun Ia tak bisa menerima Aulia. Bahkan setetes ASI pun tak pernah didapatkan gadis malang itu dari Ia lahir, karena Kiara takut akan perbuhan bentuk tubuh yang buruk karena Ia seorang model. Dan memutuskan pergi tak pernah mau lagi kembali, dan di repotkan dengan merawat anak.
Kiara lebih mementingkan egonya yang menyisakan trauma pada diri Dimas akan sebuah hubungan. Namun usai menikah dengan Rena, semua yang dipikirkannya berubah. Karena ternyata Aulia justru mendapatkan seorang Mami yang mau menyayangi setulus hati. Juga dirinya bisa mendapatkan sebuah kebahagiaan dalam jalinan rumah tangga yang tak pernah Ia alami sebelumnya.
" Mas kenapa engga kasih tahu Auli kalau Maminya masih hidup ? bagaimanapun juga Auli berhak tahu yang sebenarnya dan engga sepantasnya Kamu menyembunyikan kebenaran dari Auli. Kalau sampai Dia tahu dari orang lain itu akan lebih menyakitkan mas " ucap Rena dengan nada hati hati, langsung ditatap suaminya.
__ADS_1
" Aku engga mau Auli ketemu sama Maminya dan tahu jika Dia anak yang engga diinginkan oleh Maminya sendiri. Lagipula Kiara hanya akan membawa dampak buruk untuk Auli " ucap Dimas serius masih mengkhawatirkan emosi putrinya jika tahu sebenarnya.
" Mas, coba pikir deh. Gimana kalau suatu saat Auli besar dan tahu semua dari orang lain ? apa Kamu siap di benci Auli ? apa Kamu siap melihat Auli hancur dan memilih jalan hidup yang salah? pasti akan ada sisi pemberontakan dari Auli ketika Dia tahu dari orang lain karena merasa sudah di bohongi selama ini " jelas kembali Rena.
" Kamu kok nakut nakuti sih ?!" tegas Dimas masih menatap ke arah istrinya.
" Bukan mas, Aku cuma engga mau Auli tahu dari orang lain dan merasa hancur aja. Kita sering dengar kan alasan anak anak yang mencoba mencari jati diri dengan pergaulan bebas yang menyalahkan keadaan orangtua sebagai alasan ? Aku cuma engga mau Auli seperti itu dan lebih baik Kita jujur dan mengatakan dengan hati hati mencoba membuat Dia mengerti " panjang lebar Rena, membuat suaminya terdiam.
" Jangan salah paham sama apa yang Aku sampaikan mas, Aku cuma engga mau Auli ikut pergaulan yang engga benar karena Dia merasa kecewa dengan keluarga " tambah kembali Rena menatap lembut ke arah suaminya.
Dimas mulai berpikir akan apa yang dikatakan istrinya, mencoba mencerna maksud dari setiap ucapan perempuan yang begitu menyayangi Aulia melebihi Ibu kandung sendiri.
__ADS_1
Dimas pun tak ingin melihat kehancuran pada putrinya karena sebuah alasan kekecewaan, dan menganggap ucapan Istrinya ada benarnya untuk mengungkapkan kebenaran kepada putrinya.Namun Dimas masih harus memikirkan acra dan waktu yang tepat serta menunggu hingga usia putrinya cukup untuk menerima semuanya.
Bagaimanapun semua yang telah dilakukan Kiara pasti akan mempengaruhi pola pikir Aulia tentang arti seorang Ibu kandung. Meski sudah melihat dan merasakan sendiri kasih sayang dan cinta Rena untuknya, pasti masih akan ada kekecewaan besar dalam dirinya karena menjadi anak yang tidak pernah diinginkan kehadirannya oleh ibu kandungnya sendiri.