
" Erwin? " seru Natalie yang melihat Erwin tengah berbincang dengan salah satu kenalan nya yang juga hadir dalam pesta tersebut.
" Natalie? " sahut Erwin langsung berpamitan dengan kenalan nya dan menghampiri Natalie.
" Apa kabar kamu? bukan nya kamu di paris ya kenapa bisa ada disini? sasa mana? dia ikut kamu kan? " tanya Natalie dengan wajah sumringahnya bertemu dengan suami sahabatnya.
" Aku baik, aku di undang jadinya aku datang kesini. Kamu belum ketemu sama sasa? " sahut Erwin.
" Belum, mana dia? pasti sekarang dia udah dewasa ya makin cantik kaya Nesa " seru Natalie dengan mata yang mencari karena belum mengetahui jika Sasa yang ia kenal adalah Rena menantunya yang lebih akrab dengan panggilan Sasa ketika kecil.
" Kita tunggu aja, habis ini dia pasti kesini " jawab Erwin dengan senyum nya.
Erwin dan Natalie pergi menghampiri Dedrick juga Teddy yang sudah menyapa tamu undangan lalu duduk di sebuah kursi dengan meja bulat besar di tengah menyaksikan pertunjukan Dimas dan Aulia.
Natalie dan Erwin duduk bersama dengan Dedrick dan Teddy yang disusul oleh Tyo juga Siska ikut bergabung bersama.
Usai memainkan satu lagu bersama Aulia, Dimas memakaikan jas putih yang ia kenakan untuk menutupi tubuh Rena lalu menarik pinggang Rena mendekat berjalan menghampiri keluarganya dengan menggandeng putri nya di sela riuh tepuk tangan untuk penampilan Dimas dan Aulia yang memukau.
" Siska, bukannya aku pesan gaun Rena sama Aulia bukan kaya gini ya? " tegur Dimas langsung ke arah Siska begitu ia sampai di meja keluarganya.
" Aku buat kaya permintaan mas Dimas kok " jawab Siska dengan menatap ke arah kakak ipar nya.
" Terus kenapa bisa berubah kaya gin? apa mereka jalan kesini terus kain nya hilang gitu maksud kamu? " jengah Dimas yang malah di tertawakan oleh semua orang kecuali Natalie yang tak sudi menatap Rena sama sekali.
" Mas ini lucu " seru Rena tertawa di samping suami nya dengan masih berdiri.
__ADS_1
" Gaun itu mencerminkan orang nya, lagian dia mau di kasih apapun tetap aja kelihatan murahan " seru Natalie dengan nada sinis yang mengejutkan Erwin.
" Apa maksud kamu? tanya Erwin dengan nada marah karena putri nya di sebut murahan.
" Natalie jaga ucapan kamu " teriak Dedrick marah ke arah Natalie.
" Kenapa? aku benar kan? dia ini wanita murahan dan engga seharusnya ada di sini. Dasar penjilat" seru Natalie semakin sinis dengan gaya angkuh nya.
" Cukup nyonya Natalie! " tegas Erwin berdiri dengan memukul meja.
" Dia adalah menantu anda, kenapa anda merendahkan dia seperti ini! " tambah Erwin yang semakin emosi membuat Rena dan lain nya khawatir jika Erwin tak bisa menahan amarah nya.
" Dia bukan menantu saya, dan sampai kapan pun saya tidak akan pernah menganggap wanita murahan yang hanya menginginkan harta kami sebagai menantu!" tegas Natalie penuh dengan penekanan membuat semua orang semakin geram.
" Dengar nyonya Natalie yang terhormat. anak saya tidak membutuhkan satu sen pun harta dari keluarga Anda karena saya papa nya memiliki segalanya untuk dia. Saya engga akan biarkan anak saya tinggal bersama keluarga yang tidak bisa menghargai dia sama sekali " tegas Erwin yang membuat Natalie beranjak dan membulatkan mata nya hebat.
" A... a.. anak? " seru Natalie terbata karena perkataan Erwin yang mengejutkan.
" Iya, anak. Rena adalah Sasa anak saya dan Nesa sahabat Anda " tegas Erwin membuat Natalie semakin melotot tak percaya hingga tubuhnya lemas lalu terhempas ke kursi.
" Kita pergi " seru Erwin menarik paksa Rena dan menyeret putri nya keluar meninggalkan Natalie yang masih dengan tatapan tak percaya terkulai lemas di kursi.
" Pa, papa mau bawa aku kemana? " seru Rena yang di tarik oleh Erwin hingga terlepas dari pelukan Aulia yang masih merasa ketakutan dan tak mengerti apa apa.
" Kita pergi dari sini Rena, kamu ikut papa " seru Erwin dengan emosi dan masih terus menarik Rena yang menoleh ke belakang melihat anak dan suami nya.
__ADS_1
Dimas mengejar Erwin yang membawa istrinya dengan paksa dalam emosi yang meluap, Dimas tak ingin jika Rena harus dipisahkan dari nya hanya karena perbuatan mama nya.
" Pa, papa mau bawa Rena kemana? " tanya Dimas menghentikan Erwin.
" Saya tidak akan meninggalkan putri saya dalam keluarga yang tak bisa menghargai nya bahkan sanggup mengatakan jika putri saya hanya wanita murahan yang menginginkan harta keluarga kamu. Saya akan bawa anak saya ikut dengan saya dan kamu juga keluarga kamu jangan pernah berani mendekati putri saya lagi " tegas Erwin memaksa Rena untuk masuk ke dalam mobil.
" Pa tolong jangan bawa Rena pa, Dimas mohon maafkan mama, tapi tolong jangan pisahkan kami pa " pinta Dimas dengan mengetuk jendela mobil Erwin yang sudah ia tutup rapat usai mengatakan pada Dimas tadi.
Rena yang menangis di dalam mobil dengan terus menatap Dimas yang masih berusaha mengejar mobil yang telah membawa Rena dan Erwin pergi.
" Pa tolong berhenti kasihan mas Dimas " ucap Rena memohon pada Erwin namun tak di pedulikan sama sekali.
Dimas masih terus mengejar mobil Erwin sekuat tenaga untuk mengejar mertua yang membawa istrinya pergi begitu saja. Erwin yang sangat tersinggung dengan perkataan Natalie menjadi sangat geram karena putri yang ia sayangi harus di perlakukan dengan rendah oleh Natalie. Erwin memutuskan untuk langsung ke jogja membawa Rena bersama dengan mengendarai mobil sebelum esok ia membawa putrinya pergi ke luar negri tinggal bersama nya.
Upaya Dimas yang mengejar Rena dengan mobil yang terus melaju dengan kencang tak mampu membuat Erwin luluh sedikitpun karena goresan hati yang di berikan Natalie terlampau menyakitkan untuk Erwin. Dimas berlari kembali ke hotel untuk mengambil mobil nya mengejar Rena dan Erwin yang mungkin akan kembali ke rumah Dimas.
" Nak, mana Rena? " tanya Dedrick yang menunggu Dimas di depan hotel.
" Papi mami mana? " tanya Aulia yang takut maminya pergi.
" Kek, Dimas titip Auli sebentar " pinta Dimas pada Dedrick yang masih berdiri dengan cemas.
" Papi pergi dulu susul mami sayang ya " ucap Dimas lalu pergi.
Dimas meninggalkan putrinya bersama Dedrick dan Teddy juga Siska yang masih berdiri di depan hotel hingga Dimas pergi. Dengan cepat Dimas mengendarai mobil nya menuju ke rumah berharap jika Erwin masih berada di sana karena jika Erwin pergi pun semua barang nya masih di rumah Dimas. Keadaan jalanan yang padat membuat Dimas emosi dan terus membunyikan klakson mobil nya. Ia tak mampu berpikir tentang apa yang sekarang kembali menimpa rumah tangganya seraya terus menyalahkan Natalie jika sampai Rena pergi bersama papa nya.
__ADS_1