Suamiku Seorang Duda

Suamiku Seorang Duda
Kisah Nyata 99


__ADS_3

STOP PLAGIAT


Rena bersama Dimas dan anak anaknya berjalan menyusuri jalan menuju rumah Dedrick dengan sesekali Rena meladeni tetangga yang berbicara padanya ataupun hanya untuk menyapa dan mencubit gemas pipi Brian. Sampainya di rumah Dedrick, Rena menghampiri Dedrick yang sedang asik membersihkan koleksi lakon wayang bersama Tyo dengan duduk di lantai teras.


" Wah, banyak juga ya kek koleksinya " tegur Rena dan langsung mencium tangan Dedrick.


" Lumayan nak, Kalian tumben ramai ramai ke sini bukannya di rumah lagi repot ya? Erwin mana? " sahut Dedrick dengan di cium tangan nya oleh Dimas dan kedua anaknya.


" Papa keluar Kek, ada perlu sebentar. Iya ini antar mas Dimas dulu katanya engga tahu jalan ke rumah kakek, habis ini Rena pamit duluan mau bantu di rumah " sahut Rena membuat Tyo dan Dedrick saling pandang dan tersenyum.


" Kamu habis jatuh Dim sampai lupa jalan ke rumah kakek? " goda Dedrick ke arah Dimas dengan tersenyum.


" Emang mas Dimas tahu kek? kan engga pernah kesini? " tanya Rena bingung.


" Masa engga pernah kesini? orang tiap meeting di jogja mas Dimas tidur nya di sini kok mba " sahut Tyo yang diberi isyarat kedipan mata oleh Dimas.


Rena melirik jengah ke arah Dimas karena merasa telah di bohongi suaminya.


" Kamu bohong kan? " seru Rena dengan nada jengah membuat Dedrick dan Tyo tersenyum menahan tawa mereka.


" Aku baru ingat sayang kalau rumah kakek di sini. Kalau ini sih Aku sering banget kesini " kilah Dimas kikuk ke arah Rena.


" Mas Dimas modus mba" goda Tyo tertawa yang langsung di tatap oleh Dimas agar diam.


" Engga Aku beneran baru ingat " kilah Dimas lagi yng masih mendapat lirikan tajam Rena.


" Udah, udah ayo masuk dulu " ajak Dedrick yang menertawakan tingkah Dimas.


Dedrick membawa semuanya untuk masuk dan ngobrol di dalam agar enak. Dimas yang masih menggendong Brian mengajak putranya untuk melihat ikan di aquarium besar rumah Dedrick, sementara Aulia duduk bersama Rena dan Dedrick juga Tyo di ruang tengah.

__ADS_1


" Mbak, Aku baru mau kesana " tegur Siska yang berjalan menghampiri Rena.


" Mba Rena lagi antar mas Dimas sayang, mas Dimas lupa jalan kesini " ucap Tyo yang membuat Siska tersenyum.


" Apa sih dek, emang Aku lupa " sahut Dimas yang berjongkok di dekat aquarium sebelah Rena duduk.


Siska yang menahan tawa mengambil duduk bersama Aulia dan memangku keponakannya tersebut.


" Weekend depan Kita mancing yuk Dim, Kakek udah kangen nih " ajak Dedrick ke arah Dimas.


" Siap Kek, Aku ajak anak anak ya " sahut Dimas yang tak ingin terlepas dari kedua anaknya.


" Nanti biar Tyo sama Auli yang cari cacing buat umpan kek, kan mas Dimas besok balik " sahut Tyo yang di angguki oleh Dedrik sambil tersenyum menepuk pundak Tyo ringan.


" Kok pakai cacing Dek? mas Dimas kan takut cacing " ucap Rena yang membuat Dimas menoleh cepat ke arah Tyo kembali memberikan kode ke adiknya yang mulai tersenyum.


" Kamu bohong lagi? " tegur Rena menepuk punggung suaminya yang pura pura tak mendengar.


" Engga sayang Aku engga bohong emang geli, kemarin itu di kamar mandi cacingnya naik ke kaki Aku " kilah Dimas menghadap ke arah Rena memasang wajah meyakinkan.


" Kalau Aku engga pura pura kaya kemarin, mana mau Kamu dekat dekat sama Aku dan buat rumah tangga Kita lebih baik " gumam Dimas dalam hati yang memang sengaja mengerjai istrinya karena begitu merindukan Rena dan paham jika Rena tak mungkin diam ketika mendengar dirinya dalam kesulitan.


Dedrick, Tyo dan Siska saling tatap lalu tertawa bersama mendengar ucapan Dimas tentang kamar mandi karena mereka tahu jika kemarin Aulia mengatakan kalau Dimas dan Rena sedang mandi bareng. Dimas dan Rena yang heran melihat ketiga orang tersebut tertawa mulai bertanya.


" Kenapa sih? " tanya Dimas heran ke arah ketiganya.


" Kamu kemarin di kamar mandi ada cacing Dim? kata Aulia Kalian mandi bareng " tanya Dedrick tersenyum yang membuat Rena tersedak ketika meminum air mineral yang tersedia di meja Dedrick.


" Pelan pelan dong " seru Dimas mengusap punggung Rena.

__ADS_1


" Engga kek, Rena cuma ambil cacing aja kok " kilah Dimas menambahkan.


" Aku engga bohong Kek, beneran kemarin Auli dengar Mami sama Papi kok " sahut Aulia polos karena tak ingin jika harus di anggap berbohong oleh semua orang.


" Kamu dengar apa? " tanya Dimas ke Aulia usai Ia saling tatap dengan Rena karena terkejut khawatir jika putrinya mendengar suara mereka.


" Aku dengar Papi sama Mami berisik di kamar mandi dan air nya ngalir terus " sahut Aulia menjelaskan dengan polos yang membuat orang tuanya terkejut mengingat hasrat mereka berdua yang tanpa sadar mengeluarkan suara kenikmatan mereka.


" Kamu kalau ke kamar orang tua ketuk pintu dulu kan sering di bilang sama Papi, lagian Kamu ngapain ke kamar? " tanya Dimas dengan santai.


" Aku udah ketuk lama tapi Papi sama Mami engga keluar, Aku masuk aja soalnya di suruh kakek panggil Mami ada teman Mami, Aku cari cuma ada Adik tidur terus Aku dengar suara Papi sama Mami berisik kencang dari kamar mandi yaudah Aku pergi aja " jelas Aulia panjang lebar tak ingin mulai di marahi oleh Dimas dan membuat Dedrick, Tyo dan Siska tersenyum geli yang semakin membuat Rena merasa seperti terbakar karena malu.


Siska mengajak Aulia untuk pergi agar tak terlibat pembicaraan dewasa dari godaan Kakek buyut dan Om nya. Sementara Rena yang terlihat sangat malu dengan wajah merah nya duduk diam di hadapan Dedrick dengan sesekali melirik ke arah Dimas yang terlihat lebih santai.


" Gimana Kamu kuat dua tahun ini Dim? " goda Dedrick tersenyum genit ke arah Dimas yang beranjak untuk duduk bersama Brian di dekat Rena.


" Apanya Kek? " tanya Dimas pura pura tak mengerti.


" Mas Dimas berlagak engga tahu padahal nahan nya mati matian dua tahun ini, ya gak Kek? " tambah Tyo menggoda kakaknya.


" Besok Dimas pulang, Rena lusa balik ke Paris nanti malam anak anak di titipin aja Dim biar engga kedengaran lagi " tambah Dedrick tertawa bersama Tyo.


" Rena engga bakal balik Kek, Dimas engga ijinin Dia balik. Baru dua tahun di Paris aja dia udah banyak berubah apalagi nambah di Paris malah gila Dimas nanti " seru Dimas melirik ke arah Rena dengan genit mengingatkan cara istrinya menghentikan dirinya tadi membuat Rena menatap jengah suaminya dengan rasa malu yang memuncak.


" Rena pamit ya Kek, engga enak kalau engga ikut bantuin di rumah " pamit Rena langsung beranjak mencium tangan Dedrick dan bejalan cepat keluar menahan rasa malunya.


" Aku pulangnya gimana? Aku engga tahu jalan nanti nyasar " goda Dimas teriak ke arah Rena sambil tersenyum.


Rena yang melangkah cepat tak menjawab perkataan suaminya karena wajahnya yang sudah sangat merah karena malu. Dimas yang terus memperhatikan istrinya merasa gemas tiap kali Rena menunjukkan sikap malu malu nya. Dedrick menyikut lengan Tyo sambil tersenyum dan memberi isyarat mata ke Tyo untuk melihat ke arah Dimas yang senyum senyum sendiri. Tyo dan Dedrick merasa bahagia dengan Dimas yang kembali seperti dulu bukan lagi Dimas yang dingin, gila kerja dan pemarah seperti dua tahun tanpa Rena.

__ADS_1


__ADS_2