
STOP PLAGIAT!
Menikmati indah sunset bersama istrinya, Dimas sengaja mengusir anak anaknya agar pergi. Protes di berikan oleh Rena dan hendak pergi menyusul anak anaknya yang sudah mendahului pergi bersama kedua orang tuanya. Cepat Dimas menarik tangan istrinya agar cepat duduk kembali di tepi pantai.
" Udah gini aja, Aku jugan mau kali pacaran sebentar sama Kamu " ucap Dimas mengernyitkan kedua alis ke arah istrinya.
" Kasihan anak anak dong Mas kalau harus di usir gitu " lembut Rena berucap.
" Mereka juga ngerti kok sayang, kalau Aku butuh waktu sama Kamu " ucap Dimas menaikkan kedua bahunya.
" Bersandar di sini gitu loh biar romantis kaya di film film " ucap kembali Dimas menaikkan satu bahu kiri nya, agar Rena bersandar.
" Ada ada aja sih " gerutu lirih Rena meletakkan kepala di pundak suaminya.
" Kaya orang pacaran, seneng banget Aku " senyum Dimas, di cubit lirih perutnya oleh perempuan mengembangkan senyum geli tetap bersandar.
" Aduh indahnya dunia kalau kaya gini sayang, bawaannya pengen bikin anak terus " tambah kembali Dimas masih tetap dengan senyum lebar.
Rena hanya tersenyum mendengar semua ucapan suaminya. Merasa geli sendiri akan ucapan laki laki sudah melingkarkan tangan pada pinggangnya itu. Dimas sendiri seakan terbawa arus suasana dan melupakan begitu saja tentang usia juga anak anak mereka.
__ADS_1
Semua keluarga yang sudah tersisih itu sibuk membicarakan tingkah Dimas, terus menagamati dari jauh, Aulia tak bisa melepaskan rasa bahagianya melihat Mami juga Papinya begitu mesra walau sudah memiliki anak empat.
" Papi, duh tingkanya bikin inces iri dueh " ucap Sandra melipat tangan mengamati dari jauh.
" Iri apa? Kamu masih kecil iri iri lihat orang tua kaya gitu, belum waktunya " ucap Teddy ke arah cucunya.
" Kakek, lihat dueh Papi manja buanget sama Mami. Nanti Akiu kalau menikah mau nya suami kaya Papi gitcu, yang manja, romantis, kaya, tampan, ya engga jauh jauh lah dari my baby Rendi " centil Sandra berbicara seperti gayanya dengan tangan tak bisa berhenti.
" Eh, mana ada saudara sama saudara nikah ?! " protes keras Natalie membulatkan mata.
" Nenek, Aku kaget loh " ucap Aulia tertawa kecil.
" Ya Papa dengar dong masa iya Dia suka sama Rendi " ucap Natalie masih membulatkan mata.
" Aku engga suka Nek, tenang aja " santai rendi menikmati makanan.
" Syukurlah, cucu Nenek masih sehat " ucap Natalie memeluk Rendi disampingnya.
" What ? jadi Akiu engga sehat gitcu Nek ? oh my God, no i am not gila Nenek " seru Sandra dengan nada meyakinkan juga memainkan pundak naik turun.
__ADS_1
" I am not gila " tawa Brian di susul ketiga saudaranya juga Teddy dan Natalie.
" Udah deh, Kakak kasih saran ya. Kamu tuh bahasa Indonesia aja lidahnya bengkok bengko, jadi engga usah pakai bahasa inggris deh " ucap Brian telinga nya sudah sangat panas mendengar celotehan celotehan Sandra daritadi.
" Oh hello Kak Brian yang kembarannya Papi Akiu yang ganteng bingits seribu turunan, Akiu itu..." seru Sandra terpotong karena Teddi memasukkan makanan ke mulut cucunya.
" Aduh Tante pasti hamilnya ngidam beo " lirih Aulia bergumam seraya menggelengkan kepala.
Melihat mulut Sandra penuh dengan makanan tanpa bisa mengunyah, semuanya malah menertawakan dan membuat Sandra menunjukkan aura jengkel pada semua. Tak boleh mengeluarkan kembali makanan dalam mulutnya, dengan isyarat jari telunjuk Natalie, Sandra mencoba mengunyak dengan mata melotot berulang kali, makin melepaskan tawa terbahak semua yang menyaksikan.
Dimas dan Rena sudah kembali dari asiknya mereka berpacaran sendiri, melihat Sandra Dimas langsung terbahak, sementara Rena hanya menahan tawanya saja dengan tak tega. Sandra menggelengkan kepala menandakan jika dirinya tak sanggup mengunyak apalagi menelan makanan terlalu penuh dalam mulutnya, namun kembali Neneknya melotot sambil mengacungkan jari ke arah Sandra, yang dengan paksa Ia kunyah kembali.
" Aduh tuh mulut ya, udah kaya ikan kembung kurang air " tawa Dimas memperhatikan Sandra dan duduk di dekat Brian.
" Maju maju Pi, lihatin deh jijik banget udah kaya ulat bulu jalan mulutnya " tawa Brian di samping papinya yang juga menertawakan.
" Aduh, amit amit, amit amit " ucap dimas dengan ekspresi geli bercampur jijik.
Dimas bergidik jijik melihat ekspresi Sandra berusaha mengunyah makanan. Sengaja Dimas merekam keponakannya dan mengirim ke Tyo agar tahu apa yang tengah di alami putrinya saat ini. Tyo yang menerima video kiriman Kakaknya itu malah terbahak bahak bersama Siska di rumah. Keduanya merasa jijik akan wajah Sandra, yang jelas mereka hapal kalau pasti putrinya telah cerewet tanpa henti hingga harus menerima suapan makan begitu besar, karena baik Tyo ataupun Siska juga serun melakukan hal itu pada Sandra saat sudah lelah mendengarkan ucapan ucapan putri pertamanya.
__ADS_1