Suamiku Seorang Duda

Suamiku Seorang Duda
Kisah Nyata 135


__ADS_3

STOP PLAGIAT!


Meski begitu sakit juga kecewa namun Rena masih bisa memaafkan suami yang mau untuk jujur mengatakan segalanya. Kejujuran memang menyakitkan apalagi untuk hal seperti ini, namun untuk bisa jujur dengan segala konsekuensi yang mungkin terjadi membuat Rena yakin jika suaminya tak mengkhianati dirinya sama sekali karena jika memang itu atas keinginan suaminya dan dilandasi rasa saling suka maka suaminya tak akan pernah mau untuk mengungkapkan segala fakta yang terjadi.


Kalaupun kala itu memang terjadi atas dasar suka sama suka, Rena juga tak akan pernah menyalahkan suami yang memang membutuhkan belaian wanita dalam hidupnya mengingat perceraian yang terjadi dan tak tahu jika mereka akan bersama kembali.


Mungkin terlihat bodoh dan munafik semua yang dilakukan Rena karena bisa memaafkan dan kembali percaya pada suami yang bagaimanapun juga telah tidur bersama wanita lain, Namun Ia tak memiliki kuasa apapun untuk merubah takdir yang sudah terjadi dalam kehidupan rumah tangganya Ia lebih memilih menatap ke depan dan menata kembali kehidupan rumah tangga bersama suami yang sangat Ia cintai juga anak anak yang membutuhkan mereka untuk saling bersama.


Demi Aulia juga Brian dan entah akan hadirnya anak lagi di atara keluarga kecil ini atau tidak, Rena yang sekuat tenaga dan penuh ketegaran mencoba menutup semua masa lalu rapat rapat karena ingin memiliki kehidupan bahagia bersama semua yang Ia cintai dan juga mencintai dirinya dan melupakan semua hal buruk yang terjadi membuka kembali lembaran baru dalam hidupnya beserta doa dan harapan jika tak akan ada lagi badai yang menerpa di kemudian hari.


" Lebih baik Kita mandi dan jemput Auli " pinta Rena usai menarik dalam napasnya lalu melepas pelukan erat Dimas yang menatapnya sendu penuh rasa bersalah dan juga tanya akan maaf yang mungkin diberikan padanya atau tidak.


" Aku maafin Kamu mas, Aku harap tidak ada lagi hal seperti ini. Aku juga engga butuh bukti apa apa dari Kamu, kejujuran Kamu sudah cukup buat Kita memulai semua hubungan ini lebih baik lagi " tambah Rena memegang sisi wajah suami yang menatapnya dalam dengan sejuta tanya dalam binar matanya.


" Apa Kamu benar benar manusia biasa? kenapa Kamu memiliki hati yang begitu baik? bahkan Kamu selalu memaafkan apapun yang Aku lakukan, Kamu menyayangi Aulia tanpa syarat. Bagaimana bisa Kamu memiliki hati seperti ini?" sahut Dimas semakin bersalah atas apa yang terjadi juga kekasaran dirinya yang selalu di maafkan oleh kebaikan serta ketulusan hati istrinya.

__ADS_1


" Aku cuma manusia biasa mas, maaf ku juga terbatas tapi Aku tidak memiliki batas untuk mencintai dan menyayangi semua orang yang ada di hidupku " sahut Rena langsung dipeluk penuh haru oleh Dimas.


" Apa Kamu engga mau tahu siapa orangnya? " tanya Dimas lembut.


" Engga mas, Aku sudah tahu orangnya dan lebih baik Kita tidak membahas ini lagi " sahut Rena yang sudah amat yakin jika itu adalah Ana karena Ia sudah melihat perasaan yang ditujukan pada suaminya ketika awal Ia melihat Ana juga mengingat semua ucapan Ana begitu berani juga respons keras Dimas sudah membuatnya merasa aneh dan meyakini jika sudah terjadi sesuatu diantara keduanya.


Terimakasih mungkin tak akan pernah cukup di ungkapkan Dimas untuk mewakili segala apa yang dilakukan istrinya. Ia bahkan memaafkan kelakuan Natalie tanpa mau mengungkitnya kembali, perbuatan kasar yang melukai dirinya masih Ia maafkan tanpa syarat apapun, dan kebodohan hingga membuatnya terjebak juga tetap di maafkan oleh istri yang selalu menginginkan kedamaian dalam hidupnya meski cobaan terus datang menghampiri.


Rasa beruntung memilik istri seperti Rena yang menyayangi dan mencintai putrinya melebihi seorang Ibu kandung dan juta maaf yang Ia miliki membuat Dimas berjanji pada dirinya sendiri takkan pernah lagi menyia nyiakan Rena dan akan selalu membuat istrinya bahagia meski harus menukar dengan nyawanya sendiri.


" Iya sayang, Aku lihat Brian di depan ya " jawab Dimas yang melihat putranya sudah tak ada lagi di kamar.


Rena menghampiri Bi Ijah di dapur dan meminta daftar belanjaan karena ingin berbelanja sendiri bersama anak juga suaminya usai menjemput Aulia. Sementara Dimas menghampiri Brian yang ternyata sudah siap untuk ikut pergi bersama orang tuanya karena Bi Lastri diberitahu oleh Bi Ijah jika majikannya akan mengajak Brian keluar sesuai perkataan Dimas sebelum Ia menyusul istrinya ke kamar tadi.


Perempuan dengan balutan celana jeans panjang juga kaos serta sepatu kets tersebut menghampiri Dimas juga Brian di teras untuk mereka segera berangkat karena hampir terlambat menjemput Aulia. Perempuan yang mengikat rambutnya di belakang layaknya ekor kuda itu menuntun putranya untuk masuk ke dalam mobil yang sudah di bukakan oleh suami yang semakin mencintai istrinya itu.

__ADS_1


" Sayang " tegur Dimas menahan tangan istrinya untuk menyusul Brian masuk ke dalam mobil.


" Kenapa mas? " tanya Rena lembut dan langsung di peluk erat oleh suami yang tak ingin jauh dari istrinya.


" Cinta Kamu, sayang Kamu " seru Dimas tulus dengan terus mengeratkan pelukan pada istri yang semakin membuatnya jatuh cinta.


" Engga bisa nafas mas " seru Rena diiringi tawa ketika suaminya semakin mengeratkan pelukan dan tertawa mengiringi tawa istrinya.


" Engga mau lepas " sahut Dimas tertawa memeluk istrinya hingga terangkat.


" Telat nanti jemput Auli " seru Rena mengingatkan suaminya.


Dengan terpaksa lelaki yang membuang napas panjang tersebut melepas pelukannya dan melepas topi yang Ia kenakan lalu menutupi samping wajah keduanya untuk Dimas mencium lembut dan hangat bibir istrinya agar tak terlihat oleh Brian juga Bi Lastri yang ada di taman usai menjaga Brian dan belum masuk ke rumah.


" Mas " seru Rena mencubit tipis perut suami yang tersenyum bahagia lalu memutar untuk mengambil duduk di balik kemudi usai membantu istrinya masuk lebih dulu.

__ADS_1


Dalam perjalan ke sekolah putrinya, tak henti Dimas terus mencuri pandang pada istri yang asik bercanda dengan Brian melebarkan senyum cantiknya. Debaran jantung seakan mau keluar begitu melihat paras cantik dengan senyum begitu tulus menghiasi wajah istrinya. Perasaan yang semakin meluap, dada penuh sesak akan rasa cinta pada istri yang tak akan pernah Ia temukan lagi selain Rena dalan kehidupan sekarang ataupun kehidupan akan datang. Layaknya seorang ABG, lelaki yang mengemudikan mobil dengan laju stabil tersebut terus mengembangkan senyum bahagia penuh cinta dengan tangan sesekali mencubit gemas pipi Brian sembari menatap kilas wajah istri yang tersenyum padanya. Jatuh cinta untuk kesekian kalinya pada orang yang sama, pada istrinya sendiri membuatnya begitu bahagia karena tak perlu lagi memikirkan semua masalah yang dengan cepat di buang oleh Rena segala beban dan masalahnya.


__ADS_2