
Karena merasa bosan tinggal sendiri di dalam ruangan kerja suaminya, yang telah pergi bersama Tyo untuk memulai meeting mereka bersama beberapa karyawan dan orang orang yang terlibat dalam acara pesta nanti. Rena beranjak dari duduk nyaman nya mencari sebuah buku untuk bisa ia baca demi membunuh waktu menunggu Dimas.
Mata Rena mulai menyusuri tiap buku yang tersusun rapih dalam rak tinggi di belakang meja kerja Dimas. Ketika tengah mencari, mata bulat yang terhias bulu mata lentik tersebut tertuju pada meja kerja besar yang terdapat sebuah bingkai foto berwarna putih. Rena melangkah untuk mengambil bingkai yang membingkai indah foto pernikahan nya bersama Dimas. Dalam foto tersebut terlihat Dimas dengan balutan jas putih pernikahan menggendong Aulia yang mencium Rena.
" Aku engga sangka kita bisa kaya sekarang mas " gumam Rena mengingat betapa dingin sikap suaminya ketika awal mereka menikah. Bahkan untuk pulang kerumah dan menatap Rena saja seakan suami nya tak begitu menyukai, hingga Dimas harus rela pulang larut malam dan menghabiskan malam setiap hari di ruang kerjanya ketika tiba di rumah dan hanya kembali ke kamar untuk membersihkan diri, berganti pakaian lalu pergi. Tanpa sengaja bulir bulir air mata menetes dari mata indah yang terus menyorot bingkai foto di tangan.
" Terimakasih Engkau telah memberi lebih dari yang aku mau Tuhan " gumam Rena lagi.
Rena yang pernah menyangka bahwa suaminya bisa untuk memperlakukan dia lebih dari apa yang selalu ia panjatkan dalam doa. Keluarga kecil yang penuh dengan kebahagiaan di dalam nya, kasih sayang dan cinta dari anak serta suami yang melebihi kasih sayang Rena terhadap mereka tak henti membuatnya sangat berterimakasih dan bersyukur.
Usai puas menatap potret keluarga kecil nya, Rena kembali lagi ke sofa untuk mulai membaca sebuah buku tebal yang ia bawa dari rak buku Dimas. Halaman per halaman ia buka dan membaca nya hingga tanpa terasa ia sudah membaca buku tersebut hampir mencapai pertengahan.
Suami yang baru saja memasuki ruang kerja tersebut melihat Rena yang terlihat sangat fokus dengan buku di tangan nya, menyandarkan diri di sofa memberikan pesona tersendiri bagi mata Dimas.
" Jangan baca buku yang berat berat sayang, nanti otak kamu engga kuat " ledek Dimas sembari berjalan ke arah Rena yang tengah membaca sebuah buku dalam bahasa inggris.
Rena yang terkejut mendengar suara Dimas memalingkan wajahnya dan menatap wajah tampan yang menyeringai meledek nya. Dengan tatapan bahagia Rena menghampiri Dimas usai menutup buku dan meletakkan nya di meja tanpa menghiraukan ledekan sang suami. Ia mukai memeluk tubuh tegap yang menenangkan hati ketika kepala Rena mulai bersandar di sana, mencium harum tubuh Dimas yang begitu menghanyutkan.
__ADS_1
"Udah kangen ya? " goda Dimas tersenyum memeluk tubuh Rena.
" Iya.. " seru Rena manja dengan terus mengeratkan pelukan di pinggang suami nya.
" Mas, aku pengen makan rujak buah " tambah Rena yang masih memeluk suaminya manja.
" Kamu pelu aku cuma gara gara rujak? " tanya Dimas terkejut.
" Engga, aku peluk emang aku kangen kamu, sayang kamu mas, tapi sekarang aku pengen rujak " rengek Rena manja seperti Aulia.
" Kirain kamu peluk aku cuma gara gara rujak sayang " sahut Dimas tertawa.
" Kamu telfon sekretaris kamu yang tadi? " tanya Rena dengan tatapan jengah.
" Iya sayang, yang satu ikut Tyo ke hotel barusan buat lihat persiapan pesta jadi tinggal dia aja " jawab Dimas berjalan untuk duduk di samping Rena.
" Tahu gitu engga jadi " gumam Rena pelan agar tak terdengar oleh suami nya.
__ADS_1
Dimas yang menarik Rena berdiri dan meletakkan tubuh yang telah tumbuh janin di rahimnya untuk duduk di pangkuan Dimas. Ia menatap lekat wajah Rena yang terlihat jengkel karena kecemburuan mendera tak mampu ia sembunyikan. Tangan kanan yang mulai melingkar indah di pinggang ramping Rena serta tangan kiri nya yang ia letakkan tepat di atas paha sang istri yang menundukkan wajah berusaha menyembunyikan perasaan yang terlukis jelas di sana.
" Kenapa sih dari tadi cemburu banget sama Ana sayang? " tanya Dimas yang tak pernah melihat sikap Rena seperti hari ini.
" Aku engga cemburu, perasaan kamu aja " kilah Rena masih menundukkan wajah cantik nya.
Tangan Dimas mulai mengangkat pelan dagu v shape Rena untuk ia cium singkat bibir merah alami di hadapan nya.
" Kamu biasa gini ya kalau di kantor mas? " tanya Rena melihat suaminya tak segan segan berlaku mesra di kantor.
" Kamu kan engga pernah kesini sayang, jadi ya baru kali ini " jawab Dimas yang sebenar nya mengerti arah pembicaraan Rena.
" Maksud aku sama si Ana itu, dia kan cantik " ucap Rena memajukan bibir nya jengah.
" Oh sama Ana? emang aku boleh? " goda Dimas dengan tersenyum tipis yang dengan cepat Rena membulatkan mata ke arah suami nya terkejut.
" Ya engga lah mas, coba aja kalau berani " jawab Rena dengan mata yang masih membulat.
__ADS_1
" Aku cuma mau sama kamu " seru Dimas menarik kedua tangan Rena dan melingkarkan pada tengkuk nya agar wajah cantik istri nya begitu dekat dan mulai menyusupkan telapak tangan ke dalam kaos Rena lembut.
" Mas " seru Rena menggeliat geli karena tangan suami yang sengaja memainkan jari jari nya lembut di atas pinggang Rena.