Suamiku Seorang Duda

Suamiku Seorang Duda
BAB 41


__ADS_3

Rena bergegas menyusul Dimas yang masih emosi terhadap mantan istrinya. Perlahan Rena meminta Dimas untuk tenang dengan memegang tangan Dimas serta mengusap lembut dada Dimas.


" Mas, kamu harus tenang" seru Rena pelan di samping Dimas yang memunculkan tanda tanya di benak Kiara siapa wanita di samping mantan suaminya ini.


" Mas, kasih kesempatan mama Aulia untuk bicara, kita bicara baik baik sambil duduk ya" pinta Rena halus.


" Engga bisa Rena, orang seperti dia engga bisa kita ajak baik baik " teriak Dimas.


" Aku mohon sama kamu mas, sekali saja mas kamu dengar aku" pinta Rena yang memang takut melihat emosi Dimas.


Dimas yang menyadari ketakutan di mata Rena akhirnya menuruti permintaan istri nya untuk duduk bersama di ruang tamu dan membicarakan tujuan Kiara datang kembali. Rena yang terus menggenggam tangan Dimas menemani Dimas di samping nya agar suami nya itu bisa meredam sedikit amarahnya.


" Silahkan duduk mba" pinta Rena kepada Kiara


" Kamu siapa? " tanya Kiara sinis ke arah Rena karena tak suka melihat Rena yang bisa menenangkan Dimas yang tak akan pernah bisa tenang ketika marah.


" Saya Rena istri nya mas Dimas" seru Rena memperkenalkan diri dengan senyum manis terukir di wajah nya

__ADS_1


" Engga di sangka ya Dim selera kamu jauh di bawah aku" ucap Kiara tak suka melihat Rena dekat dengan Dimas.


" Tutup mulut kamu! 5 menit waktu kamu ngomong apa tujuan kamu kemari" seru Dimas menahan emosi dengan tangan mencengkram jari jari Rena hingga ia merasa kesakitan.


" Aku kembali karena aku ingin bersama kamu dan Aulia bersama lagi seperti dulu, aku sudah menyadari semua kesalahan aku Dimas. tolong kasih aku satu kesempatan " jelas Kiara yang seketika membuat Dimas kembali emosi.


" Kamu pergi tinggalin aku dan Aulia seenaknya dan sekarang kamu mau kembali sesuka hati kamu? " teriak Dimas


" Tenang mas" ucap Rena mengusap lengan Dimas


" Cukup! sekarang pergi kamu dari sini secepat nya" teriak Dimas lagi.


" Pak Adi! " teriak Dimas kuat dan dengan segera pak Adi menghampiri Dimas di ruang tamu


" Usir dia, dan jangan pernah kasih ijin dia masuk kesini lagi" tegas Dimas lalu menarik kuat tangan Rena menuju ke dalam masuk ke kamar mereka meninggalkan Kiara di ruang tamu.


" Dimas kamu engga bisa seperti ini" ucap Kiara berteriak ke arah Dimas yang dengan cepat di cegah Pak Adi dan membawa nya keluar.

__ADS_1


" Lepas tangan kotor kamu dari saya" bentak Kiara pada pak Adi dan pergi keluar begitu saja.


Rena masih berusaha menenangkan emosi suaminya dengan memberikan satu gelas air minum untuk Dimas dan di habiskan segera oleh suaminya yang duduk di atas tempat tidur.


" Mas, sekarang mas coba tenang dulu ya" pinta Rena dengan berdiri di hadapan Dimas.


Dimas meraih tubuh Rena dan memeluk pinggang Rena meletakkan kepalanya di atas perut Rena memejamkan mata nya dan mengatur nafas untuk menenangkan diri nya. Rena mengusap lembut rambut Dimas agar ia merasa nyaman, karena memang menyukai di belai di rambut nya itu membuat dia nyaman dan tenang.


" Maaf, aku marah marah lagi" ucap Dimas lirih.


" Engga mas, kamu engga perlu minta maaf. Aku tahu gimana perasaan kamu sekarang" seru Rena memeluk kepala Dimas dengan wajah nya yang ia letakkan di atas kepala suami nya.


" Terimakasih Ren" seru Dimas mengeratkan pelukannya.


Rena membiarkan Dimas dengan posisi seperti itu agar suaminya benar benar merasa tenang.


" Aku sayang kamu mas" seru Rena tiba tiba.

__ADS_1


" Aku juga sayang kamu Rena" ucap Dimas dengan mengubah posisi Rena keatas pangkuannya dengan tubuh Rena miring melingkarkan salah satu lengan nya di tengkuk Dimas dan satu nya membelai rambut Dimas.


__ADS_2