
R : Kenapa buku dan online beda? jauh banget. Harusnya buat buku harus sama dengan online, bukan seperti itu.
M : Ya, saya sudah menjelaskan di awal sebelum buku ini di buat. Ada perbedaan 1000% bukan hanya 100%, dan di sana juga sudah saya terangkan kalau cerita di online adalah gabungan dan di buku akan menjelaskan siapa Rena, Luna, Dimas dan anak-anak mereka. Berbeda, karena versi real sudah di kontrak tempat lain dan tidak bisa untuk sama. Itu sebabnya harus di gabungkan agar tidak sama, ada hukum yang menaungi dan tidak mungkin seseorang mau terjerat hukum hanya karena sebuah karya.
R : Semoga berkah dengan penjualan buku, tidak ada aib yang di umbar.
M : Kami tidak berbohong, lalu kenapa harus mengatakan semoga berkah, kayak orang beli yang udah di tipu. Jika tidak di jelaskan di awal, mungkin bisa mengatakan hal itu. Tapi saya sudah terbuka dan berusaha jujur akan perbedaan. Mengenai aib, kami tahu hal itu dan InshaAllah tidak ada. Beberapa bagian kami hilangkan, yang memang tidak pantas. Di buku, hanya menunjukkan jika seperti ini maka ini akibatnya, namun itu tergantung siapa yang membaca, mau ambil pelajaran atau ambil jadi bahan hujatan.
__ADS_1
R : Wajar kalau Rena di puja-puja dan Luna di hakimi, jadi jangan menjadi orang paling terdzolimi untuk Luna.
M : Tidak, tidak ada yang merasa terdzolimi. Karena Luna pun tidak pernah peduli akan siapa yang suka atau tidak, mau suka siapa juga tidak masalah, karena bagi Luna, terpenting adalah bagaimana Tuhan menilai.
R : Nyesel beli bukunya.
Jangan mengatakan jika saya atau kami berbohong, karena semua telah dijelaskan dengan sangat rinci. Kami tahu bagaimana cara berkarya dan menghasilkan uang, kami juga mengerti arti keculasan yang tidak akan kami lakukan, InshaAllah.
__ADS_1
Orang-orang di kontak WhatsApp saya, sudah memahami akan penjelasan saya berikan. Alhamdulillah, mereka orang-orang yang begitu luar biasa.
Terima kasih banyak Lady, Ria, Liana, Yesika, Khadijah Galuh, Rini, Sri Anton, Endah, dan kalian yang lainnya. Maaf saya tidak menghapal dengan baik nama kalian, tapi kalian perempuan hebat dan semoga terus dalam lindungan Allah. Sehat-sehat terus mba, lancar rezekinya dan diberikan umur barokah.
Saya bahagia mengenal kalian semua dengan pemikiran yang luar biasa, saya tau jika kalian sudah tertulis dalam buku takdir saya bahkan sebelum saya lahir untuk hadir dalam hidup saya. Karena saya percaya, tidak ada yang kebetulan.
Terima kasih banyak atas dukungan kalian, atas semua yang kalian berikan. Semua itu lebih dari kata berarti buat saya dan keluarga. Maaf kalau kami pernah menyakiti sengaja atau tidak, maafkan kami.
__ADS_1