Suamiku Seorang Duda

Suamiku Seorang Duda
Kisah Nyata 110


__ADS_3

STOP PLAGIAT


Rena yang sudah kembali dari kamar Aulia melihat suaminya tengah berada di ruang ganti dan langsung menghampirinya.


" Mas " seru Rena manja memeluk tubuh tegap tanpa balutan kaos di tubuh atasnya itu.


" Aku capek Rena mau istirahat " sahut Dimas dingin tanpa memanggil istrinya sayang seperti biasa karena perasaannya yang belum kembali pulih hingga memaksa istrinya menghembuskan napas kasar.


" Ya udah mas istirahat ya, Aku mau ke kamar mandi dulu " ucap Rena mencium punggung suami lembut dan pergi meninggalkannya untuk membersihkan diri serta mengganti pakaian.


Dimas benar benar masih merasa tersinggung jika mengingat perkataan serta ekspresi Rangga tadi. Ia melihat wajahnya di cermin mengamati tiap senti wajah tampan dengan hiasan brewok tipis merasakan sedikit kurang percaya diri mengingat dirinya hanya seorang duda dengan anak satu waktu menikahi Rena yang masih anak kuliah dulu. Meski jarak usia yang tak terlalu jauh dan wajah bisa dibilang muda namun perkataan Rangga membuatnya merasa down.


" Mas, Kamu belum selesai? " tanya Rena kembali menghampiri suami yang masih belum mengganti pakaian dan berdiri di depan cermin.


" Belum " singkat Dimas dingin.


" Kamu kenapa sih? masih kepikiran sama omongan Rangga? Dia memang seperti itu orangnya mas jangan terlalu dipikirkan " ucap Rena mengambilkan piyama untuk suaminya agar cepat mengganti pakaian dan istirahat.


" Hm " sahut Dimas malas.


Rena membantu Dimas memasang baju piyama sambil terus mencoba menenangkan suaminya yang membuang muka. Sebelum Ia mulai mengancingkan baju untuk Dimas, tangannya lebih dulu meraih kedua tangan Dimas untuk dilingkarkan pada pinggangnya lalu melingkarkan tangan ke leher suaminya.


" Kamu suami Aku, apapun yang orang bilang itu engga ada artinya dan engga akan merubah apapun " ucap Rena mengarahkan pandangan ke wajah Dimas yang menatapnya dengan menunduk.


" Aku cinta sama Kamu mas, yang terpenting hubungan Kita dan anak anak Kita bukan perkataan atau penilaian orang lain " tambah Rena dengan nada tulus.


" Maafin Aku sayang " seru Dimas memeluk erat tubuh Rena.


" Aku cinta sama Kamu mas, dan besok Kita juga sudah menikah lagi engga akan ada lagi yang bisa buat pisahin Kita setelah itu " ucap Rena di pundak Dimas yang menunduk untuk memeluk istrinya karena tinggi badan yang berbeda.

__ADS_1


" Iya sayang, Aku juga cinta banget sama Kamu " sahut Dimas.


" Ya udah Kita tidur ya, besok kan harus bangun pagi buat antar Aulia ke sekolah dulu " ucap Rena melepas pelukan dari suaminya.


" Sexi " goda Rena mengancingkan baju piyama untuk suaminya.


" Buat Adik? " ucap Dimas genit ke arah Rena yang menggigit bibirnya tipis.


" Ada Brian mas, Kita engga punya tempat " seru Rena tersenyum ke arah suaminya.


" Ya udah besok anak anak tidur sama Bi Lastri aja biar Kita bisa malam pertama " goda Dimas tersenyum genit.


" Malam pertama tapi udah punya dua anak ya mas " ucap Rena tertawa bersama suaminya.


Dimas mencium seluruh wajah Rena dan menggendong istrinya ke tempat tidur merebahkannya di samping bocah kecil yang sudah sangat tenang dan pulas tersebut.


" Cepat ada lagi ya baby " seru Dimas mengusap perut Rena lembut berharap agar Rena kembali hamil dan bisa memanjakan istrinya yang Ia lewatkan ketika sedang hamil Brian karena harus terpisah.


Suami yang terlihat bahagia dengan senyumnya yang merekah mencium kening Rena dan menyempatkan untuk menikmati sebentar bibir istri yang begitu takut untuk Ia kembali kehilangan. Sebelum Ia menginginkan Rena yang membalas lembut bibirnya, Dimas memutuskan menyudahi kegiatan yang bisa membangkitkan birahinya dan beranjak untuk merebahkan diri di samping Brian dengan tangan saling menggenggam memeluk tubuh putra kedua mereka mencoba terlelap bersama sebelum menyambut sebuah kehidupan baru esok hari.


***


Pagi harinya Dimas lebih dulu mengantar Aulia usai sarapan karena diberikan libur selama 3 hari oleh Dedrick atas pemaksaan dari Dimas sendiri. Rena tengah membantu Brian bersiap untuk ikut orangtuanya pergi mengucapkan janji suci kembali pukul 9 pagi ini. Dedrick, Erwin, Siska, Teddy juga Tyo mempersiapkan beberapa makanan bersama beberapa pelayan yang membantu mereka untuk sedikit mengadakan pesta bagi Rena juga Dimas. Meskipun ini bukan pernikahan pertama mereka, namun semua orang tua yang tak sempat hadir ketika pernikahan pertama kedua pasangan yang tengah begitu bahagia telah bersatu kembali seakan memiliki sebuah kesempatan untuk menyaksikan kembali pernikahan yang sudah di karunia anak itu.


Dimas yang sudah kembali mengantar Aulia menemui istrinya di kamar setelah lebih dulu menyapa Brian yang tengah di suapi oleh Bi Lastri.


" Kamu kok belum mandi? " tanya Dimas melihat istrinya masih sibuk dengan membersihkan kamar mereka berdua.


" Sebentar lagi mas, nanggung kurang dikit " sahut Rena merapikan selimut di atas tempat tidur.

__ADS_1


" Seneng deh bisa nikah lagi sama Kamu sayang " ucap Dimas memeluk Rena yang tengah membungkuk merapikan selimut.


" Iya mas Aku juga, semoga Kita bisa jadi pasangan juga orang tua yang lebih baik lagi ya " sahut Rena menghentikan kegiatannya lalu meletakkan tangan di atas tangan Dimas yang memeluknya penuh perasaan.


" Iya sayang semoga Kita engga akan pernah pisah lagi, Love you " ucap Dimas kembali dengan mengecup kepala belakang Rena.


" Sekarang Kamu mandi dulu ya, Aku selesaiin ini " pinta Rena lembut dan di angguki oleh Dimas.


Rasa bahagia dalam hati Dimas, Rena serta seluruh keluarga dengan banyaknya ucapan syukur akan kembali membaiknya hubungan Rena dan Dimas atas ulah Natalie yang kini harus mendapatkan balasan atas apa yang telah Ia perbuat. Seorang menantu yang begitu baik dan mencintai keluarganya dengan sadar telah Ia sia siakan, bahkan setelah menerima semua perlakuan Ibu mertuanya Rena tak sekalipun menaruh dendam ataupun amarah dan lebih sering menanyakan kabar Natalie yang membuat Dedrick dan Teddy harus berbohong lebih dulu.


Pukul setengah 9, Rena bersama anak dan suaminya sudah siap untuk berangkat ke KUA yang sudah ada Dedrick dan keluarganya menunggu di sana. Dimas mengemudikan kendaraan dengan memakan waktu sekitar 25 menit dari rumahnya untuk bisa sampai ke tempat Ia menghalalkan Rena dimata agama juga hukum.


" Gugup mas? " tanya Tyo ketika menyambut kehadiran kakak serta kakak iparnya di depan KUA.


" Iya Dek, kaya pertama kali rasanya " sahut Dimas dengan dada yang berdegup dengan kencang.


" Udah tiga kali ini masa iya masih gugup " celetuk Tyo tertawa mengajak Kakaknya masuk yang lebih dulu Rena bersama Brian masuk dengan Siska.


" Beneran Dek, gugup banget mas " jelas Dimas sembari melangkah masuk.


Dengan wajah yang tak bisa menutupi perasaan gugupnya, Dimas mencium tangan ketiga orang tua yang sudah menanti kehadirannya bersama Rena.


" Muka Kamu kaya baru mau nikah aja Dim " celetuk Dedrick melihat wajah cemas dan gugup Dimas yang memaksakan senyum sambil duduk di dekat Erwin.


" Dari tadi di jalan muka mas Dimas ya kaya gitu Kek sampai engga nyambung di ajak ngomong " sahut perempuan dengan balutan dress putih selutut yang duduk di samping Siska memangku Brian.


" Takut salah sebut nama ya Dim? " goda Erwin tersenyum ke arah Dimas yang membulatkan mata terkejut.


" Maksud Papa? " tanya Dimas heran.

__ADS_1


" Iya bukannya Rena Putri tapi sayang nanti manggilnya " celetuk Erwin menggoda yang di tertawakan semua orang yang ada di situ.


Seorang pria dengan balutan kemeja putih serta celana hitam memanggil Dimas dan keluarganya untuk masuk dimana sudah ada seorang penghulu menunggu mereka di dalam. Dengan gugup, Dimas duduk di hadapan penghulu bersama Rena yang juga keluarganya sebagai saksi dan wali. Dengan terus mengambil napas dalam dan membuangnya pelan seraya mengatur perasaan agar bisa lebih tenang, Ia juga menggenggam erat tangan Rena yang Ia letakkan di atas paha istrinya itu. Bagi Dimas akan lebih mudah menghadapi klien serta perusahaan daripada menghadapi seorang penghulu seperti saat ini.


__ADS_2