
STOP PLAGIAT!
Sesampainya di rumah, kedua asisten rumah tangga juga Pak Adi sudah siap membawa semua kantong belanjaan pada bagasi mobil yang penuh dengan bantuan Dimas sementara Rena langsung memandikan kedua anaknya karena hari sudah gelap sebab mereka harus kembali berhenti membeli beberapa barang keperluan pribadi mereka di tempat yang berbeda.
" Anak anak mana sayang? kok Kamu turun sendirian? " tanya Dimas melihat Rena yang sudah menyegarkan diri usai membantu kedua anaknya tidur.
" Udah tidur mas, ngantuk banget mereka " sahut perempuan dengan rambut tergulung ke atas berjalan ke arah dapur untuk memanggil Bi Lastri agar menemani anak anaknya tidur juga meminta Bi Ijah beristirahat karena hari sudah malam dan menata semua belanjaan esok hari saja.
" Aku mandi dulu ya sayang habis itu mau kirim laporan yang diminta Kakek " pamit Dimas usai menghabiskan teh yang dibuatkan oleh Bi Ijah.
" Iya mas " sahut Rena tersenyum sembari memasukkan beberapa makanan beku ke dalam freezer.
Dedrick yang meminta semua laporan kerja Ana untuk Ia kirim hari ini juga agar bisa menempatkan Ana pada posisi yang cocok karena mencoba untuk profesional dalam pekerjaan tanpa ingin melibatkan kesalahan yang dibuat oleh perempuan tersebut. Dimas tak kembali turun karena harus secepatnya mengirim apa yang diminta Dedrick agar masalahnya cepat selesai tak membayangi kehidupan rumah tangganya lagi.
Pukul 22.00, Rena baru menyusul suaminya ke atas usai menemani Bi Ijah mengunci pintu dan mematikan semua lampu serta meminta Bi Ijah juga Pak Adi cepat beristirahat. Di dalam kamar, suaminya masih asik dengan laptop yang Ia pangku sambil duduk di sofa lalu menyapa pria tersebut dengan mencium kilas pipinya dan beralih ke kamar mandi untuk mengganti pakaian tidur meninggalkan suami yang tersenyum heran akan tingkah mengejutkan istri dan kembali membuat dirinya berdebar merasakan setiap sentuhan tiba tiba Rena.
" Aku tidur duluan ya mas " ijin Rena usai mengganti pakaian dan menggerai rambut panjangnya untuk Ia sisir sebelum tidur.
__ADS_1
" Bareng aja sayang, ini udah selesai kok " sahut Dimas mematikan laptop tanpa melihat ke arah istrinya yang masih duduk di depan meja rias.
" Ya udah ayo " ajak Rena berdiri di depan meja dimana suaminya meletakkan laptop yang telah mati namun masih duduk di atas sofa merapikan tas kerjanya.
Mata yang membulat takjub dengan tubuh sintal istrinya berbalut piyama seksi berwarna hitam membuat Dimas menelan ludah nya kasar ketika Ia mulai berdiri dan mendapati istrinya tersenyum dengan rambut panjang tergerai. Dada bulat yang berisi mengintip sebagian dari balik piyama tidur yang memiliki belahan sampai bawah dada tengah. Panjang gaun tidur sampai atas lutut menampilkan kaki putih nan ramping hingga membuat Dimas tak bisa mengedipkan mata melihat penampilan menggoda istrinya untuk pertama kali. Bagian atas yang tak lagi terlapisi pakaian dalam ketika istrinya tidur tanpa sadar telah membangunkan keperkasaan pria yang menatap istrinya dari bawah ke atas berulang kali dengan mata membulat hebat.
" Kenapa sih mas? lihatnya gitu banget? aneh? " tanya Rena memperhatikan dirinya sendiri dalam balutan gaun tidur yang di belikan oleh suaminya.
" Seksi sayang" sahut pria yang sudah mendekap erat istrinya itu.
Tangan tangan lembut Rena mulai membelai setiap tubuh suami yang begitu liar menikmati bibir serta benda bulat kenyal yang amat menggoda dalam balutan gaun tidur hitam dengan aksen brokat menghias indah pada beberapa bagian yang memang layak mendapat sebuah kesempurnaan desain seksi namun natural yang sengaja dipilihkan Dimas ketika Ia berjalan jalan ke sebuah pusat perbelanjaan di Belanda untuk membelikan kedua anaknya oleh oleh.
" Sayang " seru Dimas di balik napas yang memburu kuat atas permulaan yang mulai memanas Rena di atas sebuah keperkasaan suami yang tak mampu lagi menahan gejolak birahinya.
Sedikit banyak apa yang sudah terjadi pada suaminya juga Ana menyisakan rasa trauma juga takut akan suami yang mencari kehangatan di luar rumah. Meski yakin jika suaminya tak akan pernah melakukan hal itu, namun perempuan perempuan lain diluar bisa saja menggoda dan melakukan hal sama seperti apa yang dilakukan oleh Ana mengingat paras suami yang begitu tampan dan tubuh tegap menawan tak bisa menolak siapapun untuk berusaha mendekati suaminya. Mungkin Ana tak berhasil untuk menjebak suaminya, namun perempuan lain lebih licik dari Ana terlalu banyak bertebaran di luar sana hingga membuat Rena harus bisa mempertahankan kehangatan rumah tangganya sendiri.
Ia tahu jika Dimas begitu mencintai juga setia padanya dan tak mudah tergoda oleh kenikmatan surga dunia di luar, namun baginya menuruti keinginan suami untuk tampil seksi ketika mereka tidur bersama tak ada salahnya bagi Ibu dua anak itu karena semua miliknya adalah hak atas suami yang juga merupakan ibadah dalam hidupnya menjalankan tugas serta kewajiban seorang istri.
__ADS_1
Memulai permainan panas bersama suami yang Ia cintai mampu membahagiakan mereka berdua karena harapan kembali memiliki seorang anak begitu besar di utarakan dari sikap suaminya. Keagresifan Rena membuat Dimas bahagia dalam perasaan yang sudah menggebu dalam hati dan kembali merasakan debaran cinta teramat kuat. Malam penuh gairah yang di mulai oleh Rena mengantarkan mereka pada sebuah kepuasan tanpa batas yang berulang mereka lakukan demi meluapkan perasaan masing masing. Rasa saling mencintai juga takut kehilangan di antara keduanya terlukis begitu jelas dari setiap kata dan perbuatan yang mereka lakukan bersama.
Tak jarang bibir Dimas mengucapkan permohonan agar istrinya tak pernah meninggalkan dirinya lagi di sela permainan panas bergairah mereka. Permasalahan yang terjadi tak pernah sedikitpun meretakkan rumah tangga yang di bangun atas dasar saling percaya dan cinta yang begitu kuat di antara dua insan yang saling beradu dalam kenikmatan yang tak ingin mereka akhiri malam ini. Mereka malah bersyukur dengan adanya masalah yang datang bertubi tubi karena mampu mengeratkan hubungan di antara keduanya.
" Tumben sih sayang? " tanya Dimas merasa aneh namun menyukai inisiatif dari istrinya.
" Engga apa-apa mas, kenapa? Kamu engga suka Aku kaya gini? " sahut Rena meletakkan kepala di atas dada bidang yang terus Ia mainkan dengan jari sembari mengatur napas bersama.
" Suka, suka banget sayang " jawab lelaki yang membelai punggung mulus lembut istrinya itu sambil tertawa kecil.
" Aku engga mau Kamu cari diluar mas " ucap Rena tiba tiba mengejutkan suaminya.
" Kamu engga percaya sama Aku? Aku udah engga ada kepikiran untuk itu sayang, Kamu harusnya tahu seberapa besar perasaan Aku ke Kamu " jawab Dimas menarik wajah istrinya untu Ia tatap demi meyakinkan Rena akan perasaan tulus dan tak ingin mengkhianati istrinya itu.
" Aku percaya mas " sahut Rena tersenyum lalu mencium bibir suaminya kilas.
" Aku cinta Kamu sayang dan semakin cinta sama Kamu " ucap Dimas penuh ketulusan mengeratkan dekapan pada tubuh istrinya yang masih berbalut gaun tidur seksi yang sengaja tak di buka oleh suaminya karena gaun tidur yang sudah cukup memberinya ruang untuk bisa menjamah setiap senti tubuh istrinya.
__ADS_1