Suamiku Seorang Duda

Suamiku Seorang Duda
BAB 82


__ADS_3

" Eh kamu kok jadi kaya anak kecil gini ?" tegur Dedrick ke arah Dimas yang mulai berebut untuk dekat Rena dengan mengangkat tubuh Aulia menyingkir dari pangkuan Rena berganti dengan Dimas melingkarkan tangan ke lengan Rena sambil menyandarkan kepala di atas pundak istri nya.


" Papi, minggir " rengek Aulia berputar untuk menarik baju Dimas menyingkir dari Rena hingga gadis tersebut menangis karena tak bisa memindahkan tubuh papi nya yang besar.


" Udah Auli sama kakek sini " seru Erwin ke arah Aulia.


" Engga mau, papi minggir engga boleh sama mami " rengek Aulia di sela tangisan nya membuat Dimas tertawa sambil melepaskan Rena yang meraih tubuh putrinya kembali kepangkuan nya.


" Teddy bear jelek " gerutu dimas menggoda Aulia yang memeluk erat tubuh Rena dengan duduk lesehan.

__ADS_1


" Mami " rengek Aulia pada Rena yang tersenyum.


" Mas ih, engga malu ada orang tua juga " seru Rena mencubit kecil perut Dimas karena semua orang di meja lesehan tersebut menatap ke arah Dimas dan Aulia.


" Dimas, Dimas engga sangka kakek kamu bisa manja kaya gini ? " seru Dedrick menggelengkan kepala tak yakin dengan apa yang ia lihat.


" Itu belum seberapa kek, setiap hari selalu kaya gitu mas Dimas sam Auli sampai aku kasihan sama mba Rena udah kaya ngurusin dua anak yang suka berantem " seru Tyo menggoda kakak nya yang tersenyum malu sambil menggaruk tengkuk nya.


" Nih kesukaan kamu " seru Erwin mengambilkan Rena mendoan ke arah piring putri nya.

__ADS_1


" Kamu suka itu sayang ?" tanya Dimas terkejut karena Rena tak pernah memakan mendoan selama mereka menikah dan hanya di balass senyuman oleh Rena.


" Kamu engga tahu Dim ? Rena paling suka makanan ini dari kecil loh " seru Teddy mengingat sewaktu ke rumah Erwin, Rena kecil menghabiskan satu piring mendoan buatan mama nya sambil menonton tv.


" Papa tahu juga ?" tanya Dimas terkejut dan di angguki oleh Teddy sambil tersenyum.


" Aku emang suka ini mas dari dulu apalagi buatan mama, karena kamu engga pernah ijinin ada gorengan di rumah makanya aku engga pernah makan ini lagi " seru Rena memakan mendoan yang di berikan Erwin dengan lahap.


" Aku suami yang buruk ya, sampai apa yang kamu suka aja aku engga tahu padahal kamu tahu semua yang aku sama Auli suka atau engga " gumam Dimas pelaan sambil menundukkan wajah nya hingga hanya Rena dan Aulia yang mendengar suara sendu Dimas.

__ADS_1


" Engga mas, salah nya aku engga pernah ngomong ke kamu " ucap Rena lirih menatap wajah suaminya yang tertunduk.


Dimas yang semakin merasa tak pernah memahami istri nya merasa sangat bersalah kepada Rena dan berpikir jika dia telah sangat egois ke istri nya. Dimas yang memang tak pernah memakan gorengan karena dinilai nya tak sehat dan mengandung minyak memang tak pernah mengijinkan asisten rumah tangga nya memasak gorengan dan hanya memakan apapun yang direbus dan di bakar. Meski merasa sangat bersalah terhadap Rena, namun Dimas semakin mengagumi istri nya tersebut karena selalu saja rela berkorban demi orang yang ia sayangi semakin menambah rasa cinta Dimas ke Rena.


__ADS_2