Suamiku Seorang Duda

Suamiku Seorang Duda
Kisah Nyata 97


__ADS_3

STOP PLAGIAT


" Suami Lo mana? " tanya Andin begitu Rena menghampirinya dan Sonya di teras rumah.


" Ada masih tidur sama anak anak " jawab Rena sambil mengenakan jaketnya.


" Suami Lo bangunnya siang tapi kaya, Lah Gue bangun pagi cari kerja aja susah banget " gerutu Sonya dan di tertawakan oleh Andin dan Rena.


" Itu sih udah urat nya kaya, lah Lo urat nasi pecel minta kaya dari Hongkong " celetuk Andin yang membuat Rena semakin tertawa sambil memukul pundak sahabatnya lirih.


" Udah ah, yuk udah di tungguin ibu ibu tuh " seru Rena yang melihat 3 tetangganya sudah siap untuk berangkat bersama ke pasar.


Rena, sahabatnya dan juga tetangganya berangkat ke pasar dengan menaiki angkutan umum karena memang pasar nya lumayan dekat dan juga tak ingin merepotkan jika harus minta antar.


Sementara di rumah Dedrick, Tyo menceritakan semua tentang kelakuan Natalie terhadap pernikahan kakaknya membuat Dedrick, Teddy dan Sonya merasa geram dan tak percaya jika Natalie mampu berbuat sejahat itu pada Dimas yang notabene anak kandungnya sendiri. Teddy memutuskan untuk menceraikan Natalie namun di cegah oleh Tyo dengan alasan jika Rena dan Dimas tak akan setuju jika hubungan mereka di bangun atas perceraian Teddy dan Natalie yang mungkin akan membuat Rena mengorbankan pernikahannya demi Teddy. Dedrick dan Siska yang memahami betul sifat Rena membenarkan ucapan Tyo dan melarang Teddy bertindak gegabah dalam amarahnya. Teddy yang benar benar muak dengan sikap Natalie hanya menyetujui saja keinginan keluarganya dan mempertahankan pernikahan dengan Natalie serta meminta semua untuk merahasiakan dulu tentang membaiknya hubungan Rena dan Dimas agar tak terusik kembali oleh Natalie dan membuat keduanya terpisah kembali.


Tepat pukul 09.00 Dimas sudah mulai terbangun dari tidur karena Brian yang menangis mencari Rena membangunkan Papi dan juga kakaknya. Dimas meraih tubuh Brian dan berusaha membuatnya tenang lalu meminta Aulia melihat Maminya apakah sudah kembali atau belum.


" Sebentar ya sayang, Kakak masih cari Mami dulu. Brian diam dulu ya sama Papi " bujuk Dimas pada Brian yang masih menangis mencari Rena.


Auli yang sudah kembali mengatakan jika Maminya belum kembali dari pasar sesuai dengan perkataan Erwin. Dimas meminta Aulia untuk mandi dulu agar terlihat lebih segar yang langsung dilaksanakan oleh Aulia tanpa perdebatan. Tak lama usai Aulia mandi, Dimas mengajak Brian untuk mandi bersama setelah bocah kecil tersebut tenang.


Setelah acara membersihkan diri mereka usai, Dimas mengajak anak anak nya untuk keluar sambil menunggu Rena di depan. Dimas mengajak anak anak nya untuk bermain di teras rumah dengan Aulia yang mencoba membuat Brian tertawa dengan candaan dan tingkah konyol yang juga membuat Dimas tertawa bersama Brian sambil duduk di kursi teras.

__ADS_1


Pukul 10.30, Rena yang sudah kembali dari pasar bersama lainnya menitipkan barang belanjaannya pada Sonya dan Andin begitu Ia melihat suami dan anak anak nya sedang asik bercanda di teras.


" Seneng banget sih sampai kedengaran dari jauh kalau ketawa " seru Rena menghampiri anak anak nya bersama Dimas.


" Mami " teriak Aulia dan Brian berlari menghampiri Rena meninggalkan Dimas yang masih duduk di kursi teras tersenyum ke arah Andin, Sonya dan tetangga yang ikut ke pasar bersama Rena ketika mereka berjalan masuk kedalam rumah dan menyapa Dimas.


" Kok jalan? " tanya Dimas ketika Rena sedang berjongkok memeluk kedua anaknya yang menciumi pipi halusnya.


" Oh Kita naik angkutan umum Mas turun di gang depan sana " jelas Rena masih asik bersama anak anak nya.


" Tau gitu Aku antar tadi " sahut Dimas masih tetap duduk di kursi menatap Rena yang tersenyum cantik dengan kedua anaknya yang terus memeluk dan menciumi Rena dari kedua sisi.


" Ya udah Mami siapkan makan buat kalian ya. kalian sama Papi lagi. Kamu mau makan apa Mas? " ucap Rena beranjak menuntun Brian dan Aulia mendekat ke arah Dimas.


" Aku mau bantu Mami " seru Aulia yang di acungi jempol serta mata mengedip satu dengan senyum yang Ia kembangkan untuk putrinya.


" Oke, titip Brian dulu ya mas " ucap Rena berjalan bersama Aulia hendak kedalam melewati Dimas yang duduk di dekat pintu rumah.


" Aku juga mau kaya anak anak" ucap Dimas menahan pergelangan tangan Rena sambil mengarahkan pipi ke arah Rena.


" Papinya nanti malam aja biar dapat banyak" goda Rena berbisik di telinga Dimas sambil tersenyum bersama Dimas lalu meninggalkan suami dan anak nya masuk bersama Aulia.


Rena memulai acara memasaknya bersama Aulia di dapur dibantu dengan Andin dan Sonya, sementara Dimas masih asik bermain dengan putranya di teras yang sudah ada Erwin menemani mereka.

__ADS_1


Setelah satu jam bergelut dengan kompor, akhirnya masakan Rena telah siap dan memanggil Papa, suami dan anaknya untuk makan bersama. Dengan di gendong Dimas, Brian yang tengah lapar mengikuti Rena menuju ruang makan yang sudah ada Sonya, Aulia dan Andin serta Om dan Tante Rena siap untuk menyantap makanan bersama.


" Kamu jadi balik sama Papa atau nanti nyusul sama Brian Ren? "tanya Erwin di sela acara makan mereka membuat Dimas terkejut namun tetap melanjutkan makan.


" Sama Papa aja ya, Aku takut Brian rewel lagi kaya kemarin di pesawat " sahut Rena semakin mengejutkan Dimas.


" Kamu mau balik ke Paris lagi? " tanya Dimas datar.


" Iya mas tiga hari lagi kita balik kesana soalnya Aku masih ada pekerjaan yang belum selesai " jelas Rena dengan menyuapi putranya.


" Oh " singkat Dimas menyelesaikan makan nya lebih cepat.


" Kalau mas gak ijinin Aku engga akan pergi kok" ucap Rena yah yang tak ingin suaminya kecewa.


" Engga, Kamu pergi aja biar Brian Aku yang jaga lagipula Auli udah besar jadi Bi Lastri bisa jagain Brian. Karir Kamu kan lagu bagus lebih baik Kamu pergi " seru Dimas lalu meneguk air putih di hadapannya.


" Saya sudah selesai makan, Saya permisi dulu " pamit Dimas meninggalkan meja makan dan kembali ke kamar.


" Kamu belum bilang sama suami Kamu kalau mau pergi? " tanya Erwin yang memperhatikan Dimas terlihat tidak suka.


" Belum Pa, Aku belum ada kesempatan bilang sama mas Dimas " jawab Rena yang juga merasakan jika suaminya tidak menyukai Dia kembali lagi ke Paris.


" Kamu susul Dimas, biar Brian di suapi Papa " saran Erwin tak ingin ada salah paham dalam pernikahan anaknya.

__ADS_1


" Iya pa " sahut Rena dan beranjak dari meja makan menyusul Dimas ke kamar untuk membicarakan semuanya.


Rena yang memang meninggalkan banyak pekerjaan ketika kembali ke rumah neneknya tak pernah menyangka jika Ia akan bertemu dengan Dimas dan memulai kembali pernikahan mereka, oleh sebab itu Rena sengaja memesan tiket untuk pulang pergi dengan jadwal yang sudah ada untuk menyelesaikan kembali pekerjaannya.


__ADS_2