Suamiku Seorang Duda

Suamiku Seorang Duda
BAB 52


__ADS_3

" Apa mas Dimas gak pulang ya? Tapi engga biasanya mas Dimas kerja sampai engga pulang" gumam Rena pelan sembari melangkah menuju kursi untuk duduk kembali.


" Apa aku telfon ya" pikir Rena sambil menyalakan ponsel di tangan nya hendak menelfon Dimas namun ia urungkan karena takut jika suaminya tengah mengemudi.


Pukul 12 kurang 15 menit Dimas mulai memasuki halaman rumah dengan mobilnya yang lalu ia parkir tepat di depan teras rumah. Ia menuruni mobil tersebut dengan memijat tengkuk yang terasa lelah setelah perjalanan panjang. Dengan tatapan masih menunduk untuk memijat tengkuknya Dimas berjalan menaiki beberapa buah anak tangga menuju teras rumah nya.


" Kamu udah pulang Mas?kenapa sangat larut? " sapa Rena mengejutkan Dimas yang masih menunduk untuk memijat tengkuk nya.


" Kenapa? Bukan nya kamu sudah tahu jawaban nya? " tanya Dimas dingin melihat Rena berdiri di teras menunggu nya meski sudah tengah malam.


" Maksud Mas? " tanya Rena yang tak mengerti ucapan Dimas karena memang ia tak tahu kemana suaminya pergi dari pagi hingga larut.


" Kamu tahu kan kalau aku habis tidur dengan perempuan lain di luar, kenapa masih tanya" sahut Dimas dingin yang seketika membuat hati Rena terasa sakit mendengar jawaban suaminya. " Aku capek, mau istirahat" tambah Dimas meninggalkan Rena di teras.

__ADS_1


" Mas, tunggu "seru Rena berjalan cepat mengikuti Dimas menuju kamar tamu.


" Aku siapkan makan ya " tawar Rena ketika telah sampai di depan pintu kamar tamu karena memang ia belum makan seharian dan menunggu Dimas makan malam bersama.


" Engga, aku mau tidur " sinis Dimas membuka pintu kamar tamu.


" Kenapa kamu tidur di sini mas? " tanya Rena ketika Dimas mulai memasuki kamar tersebut.


" Aku capek Rena, aku engga mau debat sama kamu. Kamu pergi tidur di kamar sana, jangan tidur di luar lagi. Paling gak kamu bisa pikirkan anak dalam kandungan kamu jika kamu tidak peduli lagi dengan dirimu" tegas Dimas penuh penekanan.


" Ya kamu benar aku sudah tidak peduli lagi, toh masih banyak perempuan di luar sana yang mau melahirkan anakku" ucap Dimas dengan tak tega karena tahu jika itu akan menyakiti Rena, namun Dimas hanya ingin Rena sadar akan tuduhannya kepadanya.


Setelah mengatakan itu Dimas menutup pintu kamar tamu dan mengunci nya dari dalam meninggalkan Rena dengan air mata nya berdiri di luar.

__ADS_1


" Sakit banget hati aku Ren" seru Dimas pelan memegang dadanya menyandarkan diri di balik pintu yang terkunci karena tak sanggup melihat air mata Rena karena ucapannya.


Rena meninggalkan Dimas yang sudah mengunci diri di kamar berjalan menuju sofa ruang tv karena memang sakit hati akan ucapan Dimas membuat semua rasa kantuknya hilang seketika. Malam ini ia tak sanggup untuk memejamkan mata karena ucapan suami nya terus terngiang di telinga Rena kuat. Air mata yang terus membasahi pipi nya menjadi teman menghabiskan malam sendiri nya.


Pukul 06.30 Dimas yang sudah terbangun dan telah siap dengan pakaian kerja nya menuju ke meja makan untuk meminum segelas air yang tersedia di sana. Aulia yang sudah siap dengan seragam sekolah juga sudah duduk di kursi meja makan tersebut dengan Rena yang menyiapkan sarapan untuk Aulia.


" Sarapan dulu mas" seru Rena ke arah Dimas yang meneguk segelas air putih dengan sesekali melirik ke arah Rena yang terlihat tidak segar dengan mata sembab menghiasi wajah yang terlihat pucat pagi ini.


" Apa kamu cuma nangis dan engga tidur semalam Ren? kenapa kamu siksa diri kamu dan aku kaya gini" batin Dimas mengamati Rena yang terlihat lemah dan pucat pagi ini.


" Engga usah " jawab Dimas dingin dan meletakkan gelas kosong ke atas meja lalu mencium putrinya untuk berpamitan berangkat kerja.


" Papi berangkat dulu ya, nanti Auli di antar Pak Adi " pamit Dimas pada Aulia yang tanpa berpamitan pada Rena ia pergi meninggalkan meja makan dan berjalan ke arah luar rumah .

__ADS_1


"IBU.. MAMI" terdengar teriakan kencang dari kedua asisten rumah tangga beriringan dengan teriakan melengking Aulia yang seketika menghentikan langkah Dimas dan menoleh ke belakang melihat apa yang terjadi di sana.


__ADS_2