
" Kek, kakek mau ke jogja " tanya Dimas ingin memastikan ucapan mertua nya.
" Iya, rencana nya lusa setelah acara ulang tahun kantor kakek mau pulang ke jogja sama papa kamu juga, kenapa? " tanya Dedrick sambil memakan kacang di hadapan nya.
" Rena ikut kek? " tambah Dimas yang penasaran karena Rena tak mengatakan apapun.
" Ya jelas ikut dia juga mau ke makam mama nya juga kangen sama nenek nya dia " sahut Dedrick menatap ke arah Dimas yang lesu.
" Aku ikut boleh ya kek " pinta Dimas memelas ke arah Dedrick.
" Ya engga boleh, kalau kamu ikut terus perusahaan gimana dong? " sahut Dedrick yang memang tak mengijinkan Dimas.
" Rena kan lagi hamil kek, mana boleh perjalanan jauh sih " ucap Dimas dengan nada pelan sambil menekuk wajah nya lesu.
" Kita semua pasti jaga istri kamu kok, kamu tenang saja dan urus perusahaan dengan baik ya" jawab Dedrick datar.
Dimas semakin menunjukkan wajah lesu nya membayangkan hari hari berat nya tanpa Rena dan Aulia.
" Mas, tolong bantu pindahin Auli ke kamar dong kasihan dia sudah tidur " ucap Rena karena putrinya telah tertidur di pangkuan nya setelah satu setengah jam ikut menonton wayang bersama lain nya.
__ADS_1
Dimas yang tak semangat hanya mengangguk dan beranjak mengangkat tubuh putri nya untuk ia pindahkan ke kamar.
" Di kamar kita aja ya mas " pinta Rena yang juga beranjak dan berpamitan pada lain nya untuk menemani putri nya tidur karena Siska juga sudah lebih dulu pamit tidur di kamar tamu sebelum Auli tertidur.
Rena mengikuti langkah Dimas ke kamar atas usai mengucapkan salam pada kakek, papa dan papa mertuanya serta Tyo.
Rena mulai menata tempat tidur untuk putri nya di ranjang besar miliknya dan Dimas. Masih dengan wajah murung, Dimas meletakkan tubuh Aulia pelan dan dibantu Rena untuk menyelimuti Aulia yang sudah pulas.
" Kamu ngantuk mas? kalau iya tidur aja engga apa mereka juga ngerti kok" ucap Rena melihat suami nya terlihat kurang bersemangat.
" Kamu beneran mau ikut papa ke jogja satu bulan? " tanya Dimas masih dengan wajah lesu duduk di ujung tempat tidur samping Rena yang sudah merebahkan diri di samping Aulia.
" Kalau aku kangen gimana? " sahut Dimas yang tak ingin mengijinkan Rena tapi tak memiliki pilihan lain karena istri nya yang memang tak pernah pulang ke jogja demi mengurus dirinya dan Aulia.
" Aku cuma satu bulan kok mas, kan habis ini juga aku udah balik kuliah " ucap Rena dengan tersenyum meski Dimas masih menundukkan wajah lesu.
" Mas, kamu kenapa sih? " tanya Rena karena suami nya sama sekali tak menatap dirinya dan terus bernada lesu ketika menjawab pertanyaan Rena.
" Aku engga mau jauh dari kamu sama Auli sayang, apalagi ini satu bulan gimana aku bisa" ucap Dimas semakin lesu.
__ADS_1
Rena bangun dari tidurnya dan duduk di samping Dimas dengan memegang tangan suami nya.
" Mas, kalau mas engga ijinin aku ya sudah aku engga akan pergi " ucap Rena lembut dengan menatap lekat wajah Dimas.
" Engga sayang, aku engga mau egois terus sama kamu. Kamu pergi aja tapi harus tetap jaga kesehatan kamu sama anak kita ya, nanti aku ikut antar kalian ke jogja " sahut Dimas menekan perasaan nya karena merasa pengorbanan Rena yang sangat besar untuk nya tak sebanding dengan satu bulan yang akan ia berikan demi kebahagiaan istri nya.
" Makasih ya mas, aku sayang banget sama kamu " ucap Rena memeluk tubuh Dimas dari samping.
Meskipun berat Dimas harus bisa mengijinkan Rena, apalagi mengetahui jika istrinya merasa sangat bahagia ketika mengijinkannya pergi. Dimas beranjak dan mengambilkan vitamin untuk Rena lalu membantu istri nya tersebut minim dengan tangan Dimas.
"Sehat sehat ya baby, jagain mami " seru Dimas mengusap perut Rena lalu mencium nya dan berganti mencium kening Rena kemudian ke Aulia.
" Kamu cepat tidur ya mas " ucap Rena ketika suami nya mulai berdiri dan hendak pergi keluar.
" Iya sayang, Love you " jawab Dimas mengecup kembali kening Rena sebelum ia beranjak.
" Love you too " sahut Rena dengan mengembangkan senyum nya.
Dimas meninggalkan Rena dan Aulia untuk menemani keluarganya di bawah masih asik menonton wayang hingga tawa mereka terdengar hingga seluruh rumah. Sampai nya di bawah, Dimas meminta bi Ijah yang masih terjaga untuk membuat teh herbal untuknya karena merasa tubuhnya sangat lelah. Sembari menunggu bi Ijah membuatkan nya minum, Dimas memilih kembali duduk di atas karpet bersama lain nya.
__ADS_1