
STOP PLAGIAT!
Lima hari usai pengakuan jujur Dimas pada Rena yang malah mengeratkan hubungan mereka berdua, Teddy juga Dedrick sudah tiba di rumah Dimas bersama dengan Tyo juga Rian yang menunggu kepulangan Dimas dari menjemput Aulia di sekolah bersama Brian.
Sembari menunggu lelaki yang terus menyempatkan waktu menjemput putrinya meski tak pernah bisa untuk mengantar karena setiap malam tak pernah absen untuk membuat dirinya lelah bersama istrinya hingga membuat lelaki tersebut selalu bangun lebih siang selama masa libur yang diberikan oleh Dedrick. Di ruang tamu, keempat pria itu tak berani membahas apapun dan hanya mengobrol ringan bersama karena mereka tak tahu jika Rena sudah memahami duduk perkara yang berusaha keempat pria tersebut selesaikan.
" Kaya nya itu mas Dimas deh Kek, Aku lihat ke depan ya " pamit perempuan dalam balutan daster bunga bunga salem yang asik berbincang bersama Dedrick tersebut berdiri begitu mendengar suara mobil suaminya yang datang.
Dari balik kemudi lelaki yang tampak mengembangkan senyum itu menatap ke arah perempuan cantik dengan rambut terikat setengah di belakang berdiri siap menyambut suami juga dua anaknya tanpa melepaskan senyum indah dari wajah dengan tatapan tertuju ke arah mobil putih yang mulai berhenti di depan teras rumah.
" Mami.... " teriak kedua anak yang duduk di kursi belakang membiarkan Papinya menjadi supir selama perjalanan pulang.
" Dek, Kita balapan peluk Mami ya nanti yang bisa peluk Mami duluan boleh tidur bareng Mami " ucap Aulia pada Brian yang di dengar oleh pria dengan senyum mengembang di balik kemudi.
Bergegas Aulia turun bersama Brian tanpa menunggu di bantu oleh Papi yang sudah turun lebih dulu ataupun Mami yang sudah melangkah menuruni beberapa anak tangga hendak menuju ke mobil. Melihat kedua anaknya berlari menghampiri Rena, dengan cepat Dimas mendahului mereka dan langsung memeluk tubuh istrinya.
" Papi yang menang, jadi Papi yang tidur sama Mami " ledek Dimas pada kedua anak yang seketika menghentikan langkah mereka sembari memasang wajah cemberut.
" Papi ! kan Aku ajak Adik bukan Papi! " tegas Aulia kesal menggelakkan tawa kedua orang tuanya.
__ADS_1
" Biarin, Mami cuma punya Papi " ledek Dimas kembali tanpa melepas pelukan dari istri yang tersenyum akan tingkah kekanakan suaminya.
Aulia menuntun Brian menghampiri Papinya yang malah tertawa tanpa melepaskan tubuh Mami kedua anak yang sangat ingin menarik Papinya menjauh. Begitu Aulia menarik kaos oblong Papinya, dengan cepat lelaki yang mengembangkan tawa bersama istrinya itu mengangkat tubuh yang Ia sukai untuk mengalihkan dari jangkauan anak anaknya hingga membuat tangis keduanya pecah karena tak bisa memeluk Mami mereka akibat ulah lelaki yang terus memutar posisi istrinya ketika kedua anaknya mulai mendekat.
Dedrick, Tyo serta Teddy yang mendengar tangisan Brian juga Aulia langsung bergegas keluar melihat apa yang membuat kedua anak lucu tersebut menangis begitu kencang hingga memekik telinga semua orang didalam rumah.
" Mas, jahat banget sih " gerutu Rena memukul pundak suami yang malah tertawa puas melihat kedua anaknya menangis kencang.
" Dimas! " tegur Dedrick memukul punggung cucu genitnya hingga membuat pria yang masih memeluk istrinya itu memekik kesakitan.
" Kakek kok udah di sini? " tanya Dimas menoleh kearah Dedrick yang menatapnya dengan senyum mengembang karena cucu bertubuh tegap itu malah asik tertawa membiarkan anak anaknya menangis.
Rena meraih tubuh kedua anaknya yang tak ingin ditenangkan oleh Kakek juga Om nya itu meninggalkan suami dengan senyum cengengesan nya menatap Dedrick sembari menggarung kepala bagian belakang.
" Sini sama Papi yuk " bujuk Dimas meraih tubuh Brian tengah menggelayut pada gendongan Rena yang berjongkok memeluk Aulia.
" Papi jahat " ucap Aulia memeluk Maminya dengan erat bersama Brian menggelakkan tawa ketiga orang yang menyaksikan keempatnya.
" Iya maafin Papi deh, sini Brian sama Papi jangan gendong Mami itu kan Maminya Papi " ucap pria yang berjongkok mencoba meraih tubuh Brian namun ditolak karena tak ingin digendong Dimas membuat Rena tersenyum.
__ADS_1
" Udah ya, anak Mami diam dulu sekarang masuk sama Mami " bujuk Rena mencoba menenangkan kedua anak yng memeluk tubuhnya dengan erat tanpa peduli pada Papi mereka.
Perempuan dengan ekstra kesabaran itu menggendong tubuh Brian serta membawa putri yang terus menempel pada tubuh bawahnya itu masuk usai meminta ijin pada ketiga pria di teras yang tak henti mengomel pada suaminya.
" Tuh kan kasihan istri Kamu sekarang, kalau kaya gini terus Kakek telpon itu Erwin biar bawa mereka bertiga pergi. Kakek ceritakan semua kejadian Kamu sama Ana biar tahu rasa Kamu " ancam Dedrick yang tak tega melihat cucu menantunya harus menenangkan kedua anaknya sendiri karena mereka tak mau bersama Dimas.
" Kakek, jangan dong. Masa ancamnya gitu sih? " gerutu Dimas dengan wajah tertekuk seketika ditertawakan oleh Teddy dan Tyo.
" Kamu pikir kalau Erwin tahu masalah ini bakal maafin Kamu apa? biar kata Kamu di jebak juga tetap saja Kamu sudah tidur dengan perempuan lain " tambah Dedrick makin menggoda cucu yang sudah begitu khawatir terlukis pada wajahnya membuat Kakenya amat senang meski memang Ia mengatakan yang sebenarnya.
" Bukan lagi ke Paris Dim, tapi ke rumah Erwin yang lainnya biar kamu engga bisa lagi ketemu istri sama anak anak Kamu. Kamu pikir mertua Kamu cuma punya rumah di Paris sama Jogja apa" tambah Teddy membulatkan mata diwajah khawatir putranya.
" Udah telpon saja Kek, kelamaan " tambah Tyo membuat Dimas gelagapan.
" Jangan dong, Kamu nih Dek malah komporin sih bukannya belain mas" sahut Dimas jengkel pada Tyo.
Melihat Dimas sudah begitu ketakutan dan cemas akan kehingan istri juga anak anaknya, Dedrick merangkul cucunya untuk masuk kedalam rumah bertemu dengan Rian yang sudah memiliki bukti dan juga saksi atas perbuatan Ana di luar Kota yang Ia dapat dari beberapa sumber terpercaya dan siap untuk menghadirkan saksi tersebut jika sampai Ana mengelak melakukan apapun pada Dimas hingga menuduh Ayah dua anak tersebut melakukan hal yang tidak tidak padanya, karena menurut keterangan yang ada Dimas saat itu benar benar tertidur pulas dan tak mungkin seseorang yang tidur bisa melakukan hubungan atau melakukan apapun.
Dedrick sengaja meminta lainnya tak menceritakan hal ini pada Erwin. karena tahu bagaimana sayangnya Erwin pada Rena yang tak segan akan langsung membawa putrinya pergi jika sampai tahu hal ini. Erwin merupakan orang kolot yang tak akan pernah mau tahu apapun alasan yang bisa membuat menantunya berada dalam situasi menjijikan dan tetap akan menganggap Dimas bersalah karena bagaimanapun juga Dimas sudah tidur tanpa mengenakan apapun yang tak pernah tahu bagaimana cara Dimas tidur entah tanpa sengaja sudah menyentuh ataupun memeluk tubuh polos perempuan di sampingnya.
__ADS_1