Suamiku Seorang Duda

Suamiku Seorang Duda
Kisah Nyata 94


__ADS_3

STOP PLAGIAT


" Mas, Aku engga pakai kontrasepsi apapun. Aku engga mau hamil dulu, Brian masih kecil " ucap Rena cemas karena Dimas menanamkan benih cintanya dengan sangat dalam.


" Kita ke dokter besok ya sayang " sahut Dimas memeluk tubuh Rena yang terlihat lebih menggoda usai Ia melahirkan kini.


Rena hanya mengangguk dan tersenyum ke arah Dimas lalu sama sama membilas tubuh mereka berdua sebelum Brian terbangun.


" Mami mana sayang? " tanya Erwin karena Aulia yang tadi di suruh memanggil Rena ke kamar karena ada teman temannya yang datang namun kembali sendirian dari kamar Rena.


" Mami kayanya masih mandi sama Papi Kek " jawab Aulia dengan polos yang membulatkan mata keluarga Dimas dan juga Andin serta Sonya yang baru tiba dan menunggu Rena.


Tyo tersenyum geli bersama Siska dan Teddy yang juga mendengar ucapan Aulia.


" Dimas, Dimas " gumam Erwin tersenyum.


" Dasar mas Dimas " gumam Tyo yang dicubit perutnya oleh Siska.


" Yaudah sayang, Kamu main lagi deh " ucap Erwin pada Aulia karena tadi Ia menyuruh Aulia ketika cucunya sedang bermain bersama anak anak kecil tetangga Erwin.


Sedangkan Dimas dan Rena yang telah usai membilas diri mereka, mulai keluar kamar mandi dengan Dimas yang sudah berganti pakaian sedangkan Rena hanya membungkus tubuh nya dengan handuk milik Dimas. Dimas mengambilkan koper istrinya agar bisa mengambil pakaian ganti yang masih tertata rapi di dalam koper Rena.


Dimas membantu istrinya mengenakan pakaian seperti hari hari lalu Ia lakukan untuk Rena sambil terus bersikap manja di hadapan Rena.


" Buruan Mas, pintunya engga di kunci nanti ada yang masuk " seru Rena karena Dimas yang melambatkan gerakan nya dan fokus memperhatikan tubuh istrinya.

__ADS_1


" Iya sayang, Aku lupa " sahut Dimas dengan cepat memakaikan pakaian untuk Rena hingga selesai.


Dimas yang masih merindukan Rena terus memeluk dan bersikap manja terhadap Rena. Ia mengajak Istrinya untuk merebahkan diri di dekat Brian. Sambil terus memeluk istrinya, Dimas memperhatikan wajah Brian dengan seksama.


" Kaya Aku ya ganteng nya " ucap Dimas yang tersenyum menatap wajah lelap putra nya.


" Iya mas, malahan sekarang suami Aku tambah ganteng lagi " sahut Rena menarik tangan Dimas di atas perutnya semakin melingkar.


" Kata Auli Kamu engga pulang ke rumah ya? tidur dimana Kamu mas? " tanya Rena yang penasaran daritadi.


" Tidur di hotel sayang, kan aku lebih sering ke luar kota semenjak Kamu engga ada. Semalam aja dari luar kota Aku langsung jemput Auli bawa Dia kesini, harusnya hari ini ada meeting tapi Aku cancel soalnya Kakek maksa buat Aku kesini. Untung nurut Kakek jadi bisa ketemu Kamu sama Brian" jawab Dimas menceritakan pada Rena.


" Oh jadi Kamu kesini terpaksa mas? terus tidur di hotel masalah pekerjaan sama sekretaris Kamu yang namanya Ana itu? " tanya Rena jengah.


" Oh " singkat Rena merasa cemburu tahu suaminya tidak pulang dengan sekretarisnya.


" Apa sih kok gitu aja jawabnya? Kamu cemburu ya? " tanya Dimas tersenyum dengan wajah yang masih menempel pada samping wajah Rena yang tidur di bawah nya miring.


" Iya lah Mas, Kita pisah dua tahun dan Kamu sering engga pulang dan tidur di hotel sama Dia jelas Aku cemburu " ucap Rena jengah yang membuat Dimas bahagia mengetahui Rena cemburu padanya.


" Engga tidur kaya gini kok " goda Dimas pada Rena yang masih merasakan cemburu.


" Oh, terus tidurnya gimana? gini? " seru Rena membalikkan tubuh dan memeluk suaminya memberikan contoh.


" Gini sayang " ucap Dimas menarik pinggang Rena mendekat dan meletakkan kepala istrinya pada dada bidang yang terhias debaran jantung kuat untuk Rena.

__ADS_1


" Beneran? " tanya Rena semakin cemburu menarik tubuhnya dari dekapan Dimas.


" Kaya gini sama Kamu engga mau sama lainnya. Aku kangen banget sama Kamu, Love you sayang " seru Dimas menatap dalam mata Rena yang mendongakkan wajahnya kearah Dimas.


" Love you too, jangan macam macam Mas jangan khianati Aku " pinta Rena meletakkan kepala di dada suaminya yang memeluk dirinya erat.


" Engga akan pernah sayang " sahut Dimas mencium ujung kepala Rena.


Dimas dan Rena yang masih sangat merindukan tak ingin sedikitpun terpisah saat ini, pelukan dari satu sama lain adalah obat bagi rasa sakit yang mereka alami selama dua tahun ini.


Suara ketukan pintu Erwin yang mengejutkan rasa nyaman Rena dalam pelukan Dimas memaksanya beranjak duduk bersama suaminya yang langsung merapikan pakaian mereka. Rambut basah Rena yang masih terbungkus handuk membuatnya bingung jika papa nya bertanya. Rena berlari ke arah kamar mandi dan meminta Dimas membuka pintu mengatakan jika Rena sedang mandi. Dengan tertawa gemas melihat istrinya begitu bingung Dimas menyetujui permintaan Rena dan berjalan membuka pintu dengan hanya mengenakan celana dan kaos rumahan miliknya.


" Iya Pa? " tanya Dimas pada Erwin ketika Ia membuka pintu lalu meminta mertuanya masuk.


" Habis ini kirim doa nenek, kalian mau ikut gak? " tanya Erwin ke arah Dimas yang masih berdiri di hadapannya dengan wajah terlihat lebih segar dari Ia pertama datang tadi.


" Ikut Pa, Aku udah bawa ganti kok " sahut Dimas yang memang sempat berkemas untuk acara kirim doa atas permintaan Dedrick.


" Ya udah Kamu siap siap ya, Rena mana? Teman nya nunggu di luar dari tadi tapi kalian engga keluar keluar " ucap Erwin pura pura tak tahu meski wajah Dimas sudah mencerminkan segalanya dari ekspresi kikuk dan malu.


" Rena masih mandi Pa, habis ini Kita keluar " jawab Dimas masih dengan wajah dan senyum malu malu nya seperti pengantin baru.


" Ya udah cepat ya " ucap Erwin lalu pergi meninggalkan kamar Rena dengan tersenyum bahagia.


Dimas mengetuk pintu kamar mandi dan memberitahukan istrinya jika Erwin telah pergi dan meminta mereka bersiap untuk acara kirim doa nenek Rena. Dimas juga menyampaikan jika ada teman Rena yang sudah menunggu dirinya dari tadi.

__ADS_1


__ADS_2