Suamiku Seorang Duda

Suamiku Seorang Duda
Kisah Nyata 98


__ADS_3

STOP PLAGIAT


" Mas, Kita mau ke Dokter jam berapa biar Aku bisa siap siap " seru Rena ketika Ia memasuki kamar.


" Engga usah, Aku mau balik sekarang sama Auli biar besok bisa ke kantor pagi dan Auli bisa sekolah " jawab Dimas dengan merapikan barang barangnya dan Aulia.


" Kenapa sekarang sih bukannya Kamu bilang besok ya Mas " sahut Rena menghampiri Dimas yang masih sibuk menata barang barangnya.


" Engga jadi, nanti Brian biar bareng Kakek buat pulang " sahut Dimas masih dengan nada datar tanpa menoleh ke arah Rena.


" Kamu engga balik kesini lagi? " tanya Rena meraih tangan suaminya lembut.


" Engga " singkat Dimas menarik tangan nya.


Dimas merasa kecewa dengan Rena yang memutuskan untuk kembali tanpa memberitahunya lebih dulu. Ia merasa jika apa yang mereka lalui kemarin hanya harapan palsu yang diberikan Rena untuknya, harapan Dimas tentang merajut kembali pernikahan dengan Rena dan hidup berbahagia bersama anak anak nya seketika sirna dengan keputusan yang telah di buat Rena. Dimas mengangkat koper dan tas Aulia lalu beranjak untuk keluar dari kamar Rena mengajak Aulia untuk kembali karena Ia merasa sia sia sudah semua usaha dan harapan nya jika akan kembali berakhir seperti dua tahun kemarin.


" Mas, jangan pergi " pinta Rena memeluk Dimas dari belakang ketika suaminya mulai melangkah ke arah pintu.


" Untuk apa Aku di sini kalau Aku tahu semua akan kembali berakhir " ucap Dimas yang kembali merasakan hatinya yang sakit seperti saat Ia tahu Rena pergi dulu.


" Apa maksud Kamu mas? Bukankah Kamu bilang Kita akan menikah lagi dan memulai semua dari awal? " tanya Rena masih memeluk Dimas.


" Engga lagi, Aku akan melepaskan Kamu kali ini biar Kamu bisa mengejar karir Kamu sama seperti Maminya Aulia dulu. Aku akan jaga anak anak, semoga Kamu bisa meraih kesuksesan Kamu " ucap Dimas panjang lebar dalam kekecewaannya.


" Aku engga butuh karir, Aku butuh Kamu sama anak anak mas. Jangan marah, Aku cuma belum ada kesempatan buat bilang sama Kamu mas. Aku engga tahu kalau akan ketemu Kamu di sini makanya dari awal Aku udah putusin buat kembali secepatnya, kalau Kamu engga setuju Aku engga akan pergi mas. Kamu sama anak anak lebih penting buat Aku " ucap Rena mengurai air mata di balik tubuh Dimas.


"Bullshit!" singkat Dimas melepaskan tangan Rena yang melingkar di perutnya.


Rena berlari ke arah pintu dan menguncinya lalu mengantongi kunci tersebut di dalam saku celana jeansnya karena tak ingin kembali terpisah dengan Dimas karena salah paham.


" Rena kasih kuncinya, jangan kaya anak kecil " pinta Dimas berjalan menghampiri Rena yang berdiri di balik pintu dengan meletakkan tas serta kopernya.


" Engga, Aku engga akan biarin Kamu pergi " seru Rena dengan tubuh menghadang pintu.


Dimas mencari di kantong celana Rena dengan memasukkan paksa tangan ke dalam saku belakang celana Rena yang langsung membuat Rena melingkarkan kedua tangan di tengkuk Dimas dan menikmati bibir suaminya karena ucapan tak akan mampu menahan suami yang masih berbalut emosi.


" Rena lepasin, jangan kasih Aku harapan kosong terus" seru Dimas menarik tangan Rena dari tengkuknya.


" Aku engga akan biarin Kamu pergi Mas " seru Rena melepas kaos yang Ia pakai dihadapan suaminya.

__ADS_1


Meski merasa menjijikan melakukan hal itu, Rena terpaksa melakukannya demi menahan Dimas pergi dan mempertahankan rumah tangganya. Mata Dimas yang terkejut dengan tingkah Rena meraih kaos yang di hempaskan Rena ke lantai.


" Pakai " tegas Dimas menyerahkan kaos ke hadapan Rena.


" Bukankah Kamu mau daritadi? " tanya Rena mengambil kaos dan melemparkannya jauh.


Rena menarik Dimas mendekat dan kembali menikmati bibir suaminya dengan tangan membuka kancing celana pendek Dimas paksa. Rena tahu jika suaminya tak pernah bisa menahan hasratnya, untuk itu Ia harus melakukan hal ini.


" Aku cinta Kamu mas, Aku engga mau Kita pisah lagi " ucap Rena.


" Jangan pergi Mas " tambah Rena.


" Ren, Kamu bisa hamil jangan paksa Aku lakuin ini " seru Dimas dengan gairah yang mulai meningkat.


" Kalau itu bisa buat Kamu yakin Aku engga akan tinggalin Kamu, biarin Aku hamil lagi " sahut Rena yang ingin membuktikan cintanya sambil terus memberikan sentuhan pada Dimas.


Dimas yang sudah tak tahan, menggendong tubuh Rena layaknya Ia menggendong Brian di depan sambil terus menikmati bibir Rena. Ia merebahkan tubuh istrinya di atas ranjang karena hasrat yang sudah Ia pendam dari pagi membuatnya melonjak dengan perbuatan Rena. Dimas melepas semua yang melekat pada tubuh Rena dan kembali melakukan aktifitas panas mereka berdua hingga mencapai sebuah kenikmatan bersama dan mulai terkulai lemas di atas ranjang.


" Jangan pergi " seru Rena memeluk suaminya dalam keadaan *****.


" Cara Kamu menghentikan orang benar benar bahaya " sahut Dimas merebahkan diri dengan kepala istrinya di atas dada.


" Jangan menghentikan orang lain dengan cara seperti ini " sahut Dimas masih merasa heran dengan kelakuan liar Rena yang baru pertama kali ini.


" Apa mas gila? " sahut Rena menatap suaminya dengan tatapan jengah yang langsung di raih dagunya oleh Dimas dan mengecup lembut bibir Rena.


" Kamu yang gila, mana ada nahan orang pergi kaya gitu" sahut Dimas tersenyum lalu mendekap erat tubuh Rena.


" Jangan kembali, Aku sama Auli butuh Kamu dan Brian tinggal sama Kita. Aku engga tahu lagi harus gimana jalani hidup tanpa Kamu, dua tahun ini sudah cukup berat buat Aku " tambah Dimas dengan nada tulus.


" Aku engga akan kemana mana Mas, Aku mau sama Kalian dan bahagia sama Kalian, Aku juga engga mau tersiksa seperti dua tahun ini" sahut Rena merasa bahagia.


" Apa Kamu tahu setelah melahirkan Kamu akan lebih cepat hamil? Dan tadi Aku taruh semuanya di dalam " ucap Dimas karena sengaja menahan benihnya tadi.


" Aku engga peduli, asal bisa sama Kamu dan anak anak mas " ucap Rena.


" Oke Kita buat tim sepak bola nanti " goda Dimas tersenyum.


" Siapa takut? Asal Kamu ketua tim nya " sahut Rena tersenyum ke arah Dimas.

__ADS_1


Dimas yang merasa geli dengan jawaban Rena memeluk erat tubuh istrinya dengan senyum bahagia.


" Udah boleh pulang sekarang? " goda Dimas.


" Engga mau " sahut Rena manja mengeratkan pelukan pada Dimas.


" Lagi? " tambah Dimas menggoda Rena yang mengeratkan pelukan padanya.


" Nanti malam lagi Mas, yang banyak " goda Rena genit ke arah Dimas dengan tersenyum.


" Kelamaan tinggal di Paris jadi nakal Kamu ya, kaya nya Aku mulai butuh obat buat ladeni Kamu " goda Dimas yang di cubit oleh Rena sambil tersenyum.


Dimas dan Rena tak ingin mengulangi kembali untuk saling terpisah karena perasaan cinta yang lebih besar dan dalam semakin menyelimuti hati mereka.


" Brian? " seru Rena terperanjat mendengar suara pintu di pukul pukul dari depan.


Rena dan Dimas bergegas mengenakan pakaian mereka dan tertawa sambil melangkah ke arah pintu dan di dapatinya Brian mengetuk pintu mereka dengan sendok makan. Dimas meraih tubuh Brian lalu menggendongnya.


" Dibuatin Adek kok malah gangguin sih " ucap Dimas lirih sambil tersenyum menciumi pipi putra yang tertawa memeluk papinya.


" Ya udah kalau sekarang boleh, tapi nanti malam gak boleh ganggu ya. Mami mau banyak dari Papi " tambah Dimas tersenyum melirik Rena di sampingnya.


" Mas " seru Rena memukul punggung suaminya lirih karena ucapan suaminya yang nakal.


" Aku bantu masak di dapur ya mas " pamit Rena ingin membantu tetangganya memasak untuk acara kirim doa nanti malam.


" Iya sayang, Aku sama anak anak lihat kakek ya " ijin Dimas karena tak melihat kehadiran keluarganya dari pagi.


" Iya sayang, cepat pulang ya " ucap Rena.


" Cie sayang, biar dapat banyak ya nanti " goda Dimas meledek Rena.


" Ya udah mas aja deh " sahut Rena jengah.


" Engga mau, sayang aja biar enak di dengar. Ya udah anterin Aku dulu kerumah kakek Aku engga tahu jalannya " ucap Dimas membuat Rena melirik suaminya dengan tertawa.


" Aku pikir tahu makanya mau pergi " gumam Rena pelan lalu menutup pintu kamar dan mengantar suami serta anak nya ke rumah Dedrick.


" Mami ikut " teriak Aulia yang sedang bermain bersama anak tetangga dan melihat orang tuanya pergi bersama Adiknya.

__ADS_1


Rena merangkul pundak Aulia dan berjalan bersama Dimas yang menggendong Brian ke rumah Dedrick dengan berjalan kaki dan bergandengan tangan karena jarak yang tak terlalu jauh.


__ADS_2