Suamiku Seorang Duda

Suamiku Seorang Duda
Kisah Nyata 196


__ADS_3

STOP PLAGIAT!


Usai menikmati kebersamaan berdua saja, dimas tak mau terpisah lebih dulu dalam kehangatan istrinya di dalam kamar masih terkunci rapat.


" Sayang, Aku mau jujur semua ke Auli besok " lirih Dimas memainkan tubuh istri masih Ia dekap.


" Mas udah yakin? " tanya Rena menyandarkan kepala pada dada suaminya.


" Auli udah gede pasti Dia bisa nerima semua ucapan Aku, lagian juga ini udah terlalu siksa Aku sendiri dan Auli harus secepatnya tahu dari mulutku sendiri " ucap Dimas penuh keyakinan.


" Iya mas, memang sudah seharusnya seperti itu. Besok Kita bicara bersama ya " sahut perempuan masih setia bersandar pada dada suaminya.


" Sayang... " seru lirih Dimas langsung membuat istrinya mengangkat kepala menghadapnya.


" Hm? "singkat Rena penuh tanya.


" Mau lagi " senyum genit Dimas mengembang.


" Mas, anak anak ada di depan. Lagian juga ada Tyo di luar, udah tua masih aja kuat banget " gerutu Rena melepaskan pelukan suaminya.


" Ya mumpung ada Tyo makanya Aku mau lagi, kan mereka engga bisa ganggu " kembali senyum genit di kembangkan Dimas.


Tanpa menunggu persetujuan, kembali Dimas melakukan aksi pada istrinya. Jarang jarang mereka bisa bebas melakukan hubungan hangat tanpa gangguan, yang terkadang harus terhenti di tengah jalan karena ulah keempat anaknya.


***


Keesokan hari, sengaja Dimas mengajak istri juga keempat anaknya ke rumah Dedrick yang tengah ditempati oleh Teddy juga Natalie. Dalam rumah itulah, Ia berencana mengungkapkan segala tentang Kiara pada putrinya. Natalie juga Teddy akan ikut mendampingi Dimas memberikan pengertian pada cucu mereka, namun tak diijinkan Dimas karena ingin memberi pengertian sendiri.


" Auli, ikut kamar nenek yuk " ajak Natalie lembut, ketika cucunya sudah asik bermain ponsel dengan tiduran di ruang tamu.

__ADS_1


" Kenapa sih nek? disini aja, Aku udah enak banget nih posisinya " ucap Aulia tak ingin beranjak.


" Sayang, Kita mau ngomong sesuatu sama Kamu jadi ikut ke kamar nenek ya. Papi sama Kakek udah nunggu di dalam " lembut Rena mengusap ujung kepala putrinya.


" Aku aja Mi? kenapa sih? ada salah? " penuh tanya Aulia perlahan duduk tanpa mengalihkan pandangan pada Maminya.


" Engga ada salah, Kamu engga buat salah. Cuma Papi mau ngobrol aja sih sama Kamu, kan Kamu udah besar jadi banyak yang mau di omongin " senyum Rena.


Teddy dan Dimas sengaja lebih dulu masuk ke dalam kamar, karena lelaki dengan rasa khawatir itu ingin lebih dulu berdiskusi dengan Papanya. Aulia, Rena dan Natalie beranjak pergi ke kamar dimana Dimas sudah siap dan memantapkan niatnya.


Rena tak pernah melepas tangan dari lengan putrinya, dan meminta gadis penuh tanya juga rasa heran itu duduk di tepi ranjang. Dimas dan Teddy saling tatap ketika melihat ketiganya datang. Sedangkan Brian, Rendi dan Dinda diminta Mami mereka untuk tetap bermain di depan saja dan di susul oleh Teddy dan Natalie meninggalkan ketiganya berbicara secara pribadi.


" Papi mau ngomong apa sih? biasanya juga kalau ngomong tinggal ngomong, ni udah kaya mau meeting aja pakai di kumpulin dulu " celetuk Aulia sudah duduk bersama Maminya.


" Papi mau ngomong serius sama Kamu, Papi harap Kamu busa tanggapi ini dengan dewasa " lembut lelaki sudah meraih kedua tangan putri yang semakin mengembangkan banyak tanya dalam benaknya.


" Sayang, maafin Papi dan semuanya di sini karena udah bohongi Kamu bertahun tahun tentang Mami kandung Kamu. Sebenarnya Mami kandung Kamu masih hidup, tapi karena sebuah alasan Kami harus mengatakan kalau Dia sudah meninggal " lembut Dimas, membulatkan mata terkejut Aulia.


Dimas menarik napas panjang, menatap istrinya. Tangannya meraih sebuah foto dimana ada Kiara di dalamnya, Aulia memegang foto tersebut dengan tatapan mata tanya akan siapa orang dalam foto yang terlihat asing baginya.


" Itu Mami kandung Kamu " ucap Dimas mengarahkan pandangan pada foto di tangan putrinya.


"Sekarang Dia dimana? " tanya Aulia masih menatap selembar foto di tangan.


" Ada, Dia tinggal di Bali bersama keluarga barunya. Auli, kalau Kamu mau bertemu dengannya silahkan. Tapi lebih dulu Papi mau kasih tau kalau Dia tidak pernah menginginkan Kamu lahir di dunia ini, Dia meninggalkan Kamu dan Papi karena ingin memiliki karir tebaik dalam dunia model. Kabar terakhir yang Papi dengan Dia sudah menikah, kalau memang Kamu mau Papi bisa cari tahu dimana alamatnya " panjang lebar Dimas makin mengejutkan Aulia.


" Kenapa? apa Aku seorang anak yang hadir karena hubungan terlarang? apa Papi melakukan itu sebelum Papi menikah? " hati hati Aulia bertanya, di jawab gelengan langsung oleh Dimas


" Bukan, Kamu anak yang ada karena sebuah pernikahan tapi memang Dia tidak mau memiliki anak karena takut tubuhnya rusak saat hamil dan melahirkan " jelas Dimas menunjukkan bukti jika dirinya menikah sebelum adanya Aulia.

__ADS_1


" Tapi Mami Rena punya banyak anak dan tubuhnya engga rusak. Mami tambah cantik, lalu kenapa Dia takut tubuhnya rusak cuma gara gara ada Aku? bukankah itu engga adil Pi? kalau Aku boleh milih, Aku mau di lahirin dari rahim Mami Rena sama kaya adik adik. Kenapa Aku harus di campakkan Pi? " tangis Aulia diraih oleh Rena. meletakkan kepala gadis kecilnya tepat pada dada.


" Sayang, jangan nangis. Kita ada buat Kamu, Mami juga sayang banget sama Kamu. Engga boleh ngerasa kaya gitu, itu akan siksa pikiran Kamu sendiri " lembut Rena membujuk putrinya.


"Aku engga salah Mi, Aku engga minta di kandung sama Dia. Tapi kenapa Aku harus menerima kebenciannya sampai harus di tinggalkan? " tangis Aulia dalam dekapan Maminya.


" Itu jalan buat Kamu ketemu sama Mami Rena, kalau engga gitu gimana Kamu bisa ketemu dan jadi anak Mami Rena? yang terpenting sekarang Mami Rena sayang sama Kamu, jadi jangan mikir yang engga harus Kamu pikir. Semua udah masa lalu, Papi cuma mau usaha jujur sama Kamu " seru Dimas panjang lebar sambil memeluk anak juga istrinya.


" Papi benar sayang, kalau engga gitu juga Mami engga ada kesempatan punya anak kaya Kamu " lembut Rena.


" Aku boleh ketemu sama Dia? " tanya Aulia di angguki oleh Dimas


" Aku mau Mami ikut sama Aku, Aku cuma tahu aja seperti apa Dia sampai bisa mencampakkan putri kandungnya " ucap Aulia menyeka air matanya, dan berganti menyeka air mata Dimas juga Rena.


" Papi akan cari tahu alamatnya buat Kamu " lembut Dimas lalu mencium kening putrinya tulus.


" Mami, mungkin selama ini Aku engga pernah ngomong ini. Tapi sekarang Aku mau ngomong sama Mami, terimakasih sudah jadi Mami terbaik untukku. sayang dan sabar banget buat rawat Aku. Terimakasih juga sudah buat Papi bahagia dengan adanya Mami " tulus Aulia memegang tangan Rena yang langsung memecahkan tangis memeluk putrinya.


" Engga sayang jangan ngomong gitu, Mami yang terimakasih karena Kamu dan Papi ada di hidup Mami. Mami sayang sama kalian " tangis Rena mengatakan dengan tulus.


" Lebih banyak takut kehilangan Aku tapi sayang ya " goda Dimas menghentikan tangis keduanya mengubah jadi senyum dan langsung kembali di peluk oleh Dimas.


" Papi, kenapa udah tua tapi tangannya engga berhenti nyentuh Mami sih? " goda Aulia merasakan tangan Papinya mengusap lembut punggung Maminya.


" Tua ganteng punya istri sama anak cantik " bangga Dimas tersenyum.


" Tua keladi, keladinya keladi tikus " canda Aulia.


" Tanaman dong " sahut Rena tertawa bersama.

__ADS_1


Awalnya Dimas sengaja mengajak bicara putrinya di rumah Dedrick, karena takut jika putrinya akan bereaksi berlebihan dan bisa di tangani dengan Teddy juga Natalie. Namun apa yang ditakutkan Dimas tak pernah terjadi, dan Aulia tak pernah membencinya akan kebohongan selama ini. Aulia tahu jika hal itu harus dilakukan untuk melindungi dirinya dari sakit hati karena ditinggalkan juga tak diharapkan oleh orang yang telah mengandungnya. Justru karena kejujuran Dimas, Aulia semakin sayang kepada Dimas dan Rena juga bersyukur akan adanya mereka berdua yang tak henti menghujani kasih sayang.


__ADS_2