
" Mas dari mana " tanya Rena begitu Dimas kembali ke dalam kamar bersama Aulia yang sudah terlihat cantik dengan celana hotpant jeans dan kaos merah berlengan pendek semakin menunjukkan tubuh gemuk gadis kecil yang tengah tersenyum riang di balik tubuh Papi nya.
" Aku dari mandiin Auli di kamar nya. Aku mandi dulu ya sayang " ucap Dimas yang meraih pinggang Rena lembut dan mencium pipi istri cantik nya.
" Ih papi genit " seru Aulia memperhatikan tingkah Dimas.
" Anak kecil tahu genit segala" seru Dimas mengacak rambut basah Aulia.
" Memang papi genit kata Om Tyo " jelas Aulia yang sering mendengar ucapan Tyo meledek kakak nya di hadapan Aulia.
" Dasar, om kamu tuh yang genit bukan papi " jawab Dimas tersenyum.
" Udah kamu buruan mandi dulu mas, kalau terus debat malah engga jadi mandi sampai malam " potong Rena tersenyum menghentikan anak dan papi yang terus saja saling ledek.
" Tuh Auli yang mulai mi " seru Dimas menggoda putri nya.
" Ih mami, lihat tuh papi " rengek Aulia pada Rena yang hendak menggendong tubuh gemuk putri nya.
" Eh, mau ngapain kamu? engga boleh sayang nanti perut kamu sakit kalau gendong Auli. Badan Auli kan kaya panda " seru Dimas mencegah Rena sembari menggoda Aulia.
" Mami... " rengek Aulia memeluk paha Rena karena di bilang panda oleh Dimas membuat Rena tertawa.
" Kamu tuh mas, Auli itu bukan panda tapi lebih mirip teddy bear " tambah Rena menggoda putri nya yang mendengus kesal membuat Dimas tertawa memeluk Rena dan mencubit gemas hidung Rena.
__ADS_1
" Kamu lebih parah kalau ngatain anak " seru Dimas terus mencubit gemas hidung Rena sampai merah dengan tawa nya.
" Mami sama Papi jahat " seru Aulia sebal sambil melipat kedua tangan di depan dada nya.
" Oh anak papi cantik kok " seru Dimas membujuk Aulia dan menggendong tubuh putrinya mendekat pada Rena yang mencubit gemas pipi tembem Auli yang cemberut.
" Anak Papi cantik kok mi kaya teddy bear " ucap Dimas tertawa bersama Rena yang ia raih pinggang nya mendekat ke arah Aulia dalam gendongannya.
" Anak mami cantik, cantik banget" bujuk Rena mencium pipi Aulia gemas hingga gadis kecil tersebut tersenyum.
" Papi nya juga mau loh " ucap Dimas menyodorkan pipi nya ke arah Rena yang langsung ia cium lembut.
" Ih papi buruan mandi, udah sore " pinta Aulia merengek dalam gendongan Dimas.
Rena menuntun Aulia untuk duduk di sebuah sofa panjang yang terdapat pada kamar tersebut menunggu Dimas menyelesaikan acara mandi nya. Rena yang dengan asik mengobrol dan bercanda mengikuti suara dan gaya bahasa Aulia yang lucu dan menggemaskan membuat Rena tertawa terbahak bersama Aulia.
" Seru banget sih, ada apa? " tanya Dimas yang sudah siap dengan pakaian nya setelah 20 menit menghabiskan waktu sendiri.
" Ini mas, kata Auli nanti kalau adik nya lahir papi di suruh pindah kamar biar nanti Auli bisa tidur sama mami sama adik katanya " jelas Rena tersenyum.
" Enak aj kamu teddy, yang ada kamu yang pindah ke rumah om Tyo kalau adik nya lahir" goda Dimas meraih Aulia untuk ia pangku di samping Rena.
" Adik sama mami ikut Auli dong pi? " tanya Aulia polos tak mengerti jika papi nya sedang menggoda membuat Rena dan Dimas tertawa.
__ADS_1
" Udah ah ayo berangkat, pusing papi ngomong sama kamu" seru Dimas di sela tawa nya dan menurunkan Aulia.
" Mau kemana memangnya mas? " tanya Rena mendongakkan kepala ke arah Dimas yang sudah berdiri.
" Ini mau antar si teddy bear jalan jalan ke taman kompleks sayang, tapi kamu engga boleh ikut kan baru sehat " jawab Dimas dengan senyum tampannya.
"Yaaah kok gitu? aku kan mau ikut mas, bosan di rumah terus " pinta Rena
" Engga sayang kamu di rumah aja, entar malah kenapa kenapa lagi " ucap Dimas lembut.
" Please... " seru Rena memasang wajah memelas yang tak dapat di tolak oleh suami nya dan mulai membuang nafas kasar.
" Ya udah oke, tapi janji kalau capek langsung bilang biar kita bisa istirahat" tambah Dimas dengan mengacungkan jari telunjuk.
" Siap komandan " jawab Rena dengan menaikkan tangan nya seakan sedang memberi hormat dengan tersenyum.
" Kok komandan sih, harusnya suamiku yang tampan gitu dong " goda Dimas bergidik jijik ketika mengucapkan kalimat nya yang dirasa menjijikkan dan di tertawakan oleh Rena karena terlihat lucu.
" Lucu banget sih kamu " seru Rena yang telah berdiri mencubit tipis pipi Dimas dengan tersenyum gemas dan berlalu menuntun Aulia keluar.
" Dikira aku anak kecil apa" gumam Dimas memegangi pipi yang di cubit Rena lalu mengikuti anak dan istri nya turun ke bawah.
Rena, Aulia dan Dimas memulai acara jalan jalan sore mereka bersama. Auli yang asik dengan sepeda kecil yang di berikan oleh Tyo berjalan di depan lebih dulu mengayuh pelan sepeda yang ia naikki. Sementara Rena dan Dimas dengan bergandengan tangan mengikuti putri kecil nya dari belakang dengan sesekali melemparkan senyum mereka dan menyapa setiap orang yang mereka lalui meski hanya dengan perkataan mari.
__ADS_1
MAAF YA KALAU BAB NYA SERING GAK TUNTAS SOALNYA AUTHOR JUGA BANYAK KERJAAN LAINNYA. JANGAN LUPA DUKUNGAN BUAT AUTHOR YA DENGAN LIKE DAN KOMEN KALIAN. TERIMAKASIH.