Suamiku Seorang Duda

Suamiku Seorang Duda
Kisah Nyata 93


__ADS_3

STOP PLAGIAT


" Ngantuk ternyata Dia " seru Rena melihat anak nya mulai tertidur di pundak Dimas.


" Udah tidur? " tanya Dimas lirih masih menepuk lembut punggung putranya.


" Iya " sahut Rena sambil tersenyum menganggukan kepalanya.


Dimas masih menupuk lembut punggung Brian yang terlelap di pundaknya dengan tangan masih memeluk Dimas.


" Sini Aku bawa Dia ke kamar, kasihan kalau harus tidur kaya gini " seru Rena meraih anaknya dari belakang.


" Uh " ucap Dimas sambil memejamkan mata merasakan ada yang hangat mengguyur dada bidang nya.


" Kok ngompol, maaf kalau siang Aku engga pakaiin Dia popok biar Dia belajar pakai kamar mandi " ucap Rena melihat baju Dimas basah hingga perut karena Brian yang mengompol di dada Papinya.


Dimas tertawa karena putra yang baru bertemu dengan nya memberi ucapan perkenalan dengan ompol yang membuat Rena juga tertawa di hadapan Dimas memegang pinggang putranya yang masih di gendong oleh Dimas. Erwin yang menemui tamu melihat Dimas dan Rena yang tertawa bersama mulai mengembangkan senyumnya.


" Mereka sangat serasi, lagipula secara agama mereka masih sah sebagai suami istri " gumam Erwin dalam hati memperhatikan kebahagiaan Rena dan Dimas yang melukiskan cinta mereka.


Dimas masuk ke dalam rumah untuk meminta tolong Tyo mengambilkan pakaiannya di dalam mobil agar Ia bisa mengganti pakaian.


" Tyo tolong ambil pakaian mas di mobil ya " pinta Dimas pada Tyo yang duduk bersila di atas karpet bersama Siska dan lainnya sedang menemui relasi Erwin yang juga kenal dengan Tyo, Dedrick dan Teddy.


" Kamu kena ompol? " tanya Teddy melihat baju anak nya yang basah.


" Iya Pa " sahut Dimas tersenyum masih menggendong Brian yang sudah sangat lelap.


" Ya udah Kamu mandi di kamar Rena aja Dim, gatal nanti badan Kamu " ucap Erwin yang mengejutkan semua orang dan menatap heran ke arah Erwin.


" Tapi Pa " sahut Dimas heran menatap Erwin.

__ADS_1


" Kenapa? kalian berdua masih sah sebagai suami istri secara agama karena Kamu tidak pernah menceraikan Rena " ucap Erwin yang sudah berdiri menghampiri Rena dan Dimas lirih karena tak ingin di dengar oleh orang lain.


Rena dan Dimas saling tatap mendengar ucapan Erwin, namun dalam hati mereka juga merasa bahagia mendengar jika mereka tetaplah masih suami istri di mata agama mereka.


Tyo yang telah kembali dengan membawa koper kecil milik Dimas dan di berikan nya pada Rena. Rena membawa koper Dimas mengajak nya ke kamar agar Dimas bisa membersihkan diri dan berganti pakaian.


" Kamu taruh Brian di sini aja " seru Rena menata tempat tidur yang ia himpit dengan guling di atas ranjang nya.


Perlahan Dimas meletakkan tubuh putra nya agar tak terbangun dan mulai menangis kembali. Usai meletakkan tubuh Brian, Dimas beranjak ke koper untuk mengambil pakaian dan perlengkapan mandi miliknya.


" Aku mandi dulu ya " pamit Dimas pada Rena yang perlahan mengganti pakaian putranya yang basah sambil mengangguk ke arah Dimas.


Dimas meninggalkan Rena yang masih berusaha melepas pakaian Brian dengan sangat hati hati. Meski Brian sudah sangat teelelap hingga tetap saja tenang ketika Rena melepas perlahan pakaiannya, namun Rena tak tega jika harus membuat putranya terbangun dan kembali menempel pada Dimas karena mungkin Dimas juga merasa lelah usai melakukan perjalanan jauh.


Setelah menggantikan pakaian putranya, Rena duduk termenung mengingat perkataan Erwin jika Ia masih sah sebagai istri Dimas. Jika Ia pikir memang suaminya tak pernah memberikan talak untuk menceraikan dirinya. Ditengah lamunan Rena tentang status pernikahan dirinya, Ia dikejutkan dengan suara Dimas yang berisik di dalam kamar mandi. Dengan langkah cepat Rena menghampiri pintu kamar mandi dan mulai mengetuknya.


" Mas, Kamu kenapa? " tanya Rena khawatir mendengar suara Dimas seperti ketakutan.


Dengan memberanikan diri meski harus canggung Rena membuka pintu kamar mandi yang mengejutkan Dimas di dalam berdiri dengan wajah panik langsung meraih handuk di dekatnya dan melilitkan ke pinggang.


" Kamu kenapa? " tanya Rena melihat wajah cemas Dimas.


" Itu ada cacing " seru Dimas menunjuk hewan kecil panjang yang menggeliat di lantai kamar mandi membuat Rena tersenyum dan menatap tak percaya.


Rena masuk ke dalam kamar mandi dan mengusir cacing tersebut ke pembuangan air dengan kaki nya.


" Sama cacing aja takut Kamu tuh " gumam Rena menertawakan Dimas.


" Lagian gimana bisa kamar mandi ada cacingnya sih " sahut Dimas dengan wajah jengah karena di ledek oleh Rena.


" Namanya tinggal di desa kaya gini udah biasa, palingan juga tadi keluar dari saluran air atau sela keramik mas. Ya udah Kamu lanjutin mandi nya " seru Rena melangkah keluar.

__ADS_1


" Tunggu, jangan pergi nanti itu keluar lagi. Tungguin Aku mandi " ucap Dimas masih merasa geli mengingat cacing yang menggeliat hingga Ia bergidik jijik.


Rena menghela napas panjang dan mengiyakan permintaan Dimas karena tak ingin jika suaminya kembali berteriak dan membangunkan Brian.


" Yaudah Aku tungguin, mas cepetan nanti Brian bangun jatuh loh " ucap Rena membalikkan badan di dekat pintu kamar mandi membiarkan Dimas untuk mandi.


Dimas melanjutkan acara mandinya dan kembali menyalakan shower, sementara Rena merasa canggung harus berada di dalam kamar mandi dengan pintu tertutup dengan Dimas yang tak mengenakan apapun.


Dimas memperhatikan Rena yang terus membalikkan tubuh lalu mulai mengembangkan senyum genit kemudian menarik lengan Rena ke bawah guyuran shower hingga istrinya berteriak karena terkejut yang dengan cepat Dimas menutup mulut Rena dengan telapak tangannya.


" Brian bangun " ucap Dimas lirih menatap dalam mata Rena yang membulat karena terkejut.


" Aku kangen Kamu " tambah Dimas memeluk tubuh Rena yang telah basah beserta pakaian nya.


" Aku juga kagen Kamu mas " sahut Rena yang mengeratkan pelukan mereka.


Perasaan yang mereka pendam selama 2 tahun terpisah, mereka luapkan hari ini. Dimas mulai menciumi Rena sambil menurunkan tali daster Rena hingga pergelangan tangan.


" Mas " ucap Rena menghentikan tangan Dimas yang terus menurunkan pakaian basah Rena.


" Kenapa? " tanya Dimas menghentikan diri.


" Kita sudah bercerai, melakukan ini salah mas" seru Rena tak ingin terjerat dalam dosa karena belum tahu pasti bagaimana status hungan mereka.


" Aku engga pernah ceraikan Kamu sayang, Kamu masih istriku dan sampai kapanpun Kamu istriku " ucap Dimas menatap dalam mata Rena.


" Tapi pengadilan " ucap Rena terpotong.


" Itu hukum yang dibuat Natalie, tapi hukum Tuhan Kamu masih sah milikku karena Aku tidak pernah menceraikan Kamu dan Kamu halal buat Aku" ucap Dimas penuh perasaan pada Rena.


Mendengar perkataan Dimas, Rena merasa yakin jika memang Ia masih sah sebagai istri Dimas karena yang Ia tahu talak perceraian tak pernah diucapkan suaminya. Rena menarik wajah Dimas mendekat dengan melingkarkan tangan di tengkuk Dimas lalu menikmati bibir suami yang telah Ia rindukan selama ini. Perasaan rindu dan cinta yang semakin besar membuat mereka melakukan hubungan suami istri yang telah lama tak mereka lakukan bersama hingga Dimas harus kembali kesulitan menemukan jalan kenikmatan istrinya. Rindu yang terlalu lama terpendam menambah kenikmatan bercinta yang sangat hangat dan liar untuk Dimas dan Rena demi mencapai sebuah kenikmatan surga dunia yang lama mereka rindukan satu sama lain.

__ADS_1


__ADS_2