
STOP PLAGIAT, HARGAI KERJA KERAS SAYA JUGA KELUARGA SAYA SEBAGAI PEMILIK KISAH.
Setelah mengantar suaminya sampai teras rumah, Rena pergi ke kamar untuk mengganti pakaian kerja dengan pakaian rumahan yang lebih santai. Seusai mengganti pakaian dengan daster pendek dan rambut yang ia ikat ekor kuda, Rena pun mulai menemani putrinya bermain dengan Adik ipar dan pengasuh Aulia.
"Mami, Auli mau es krim." pinta Aulia manja sambil memeluk Rena.
"Boleh, gimana kalau kita jalan jalan buat makan es krim?"" usul Rena pada putrinya.
"Iya mba, lagian besok juga aku udah balik, jadi kita habiskan waktu bersama lebih banyak aja hari ini mba. Jenuh juga di rumah engga ada kerjaan." sahut Siska yang memang tidak begitu terbiasa untuk diam di rumah, karena ia selalu membantu suaminya di kantor.
"Yeeee, terimakasih Mami, terimakasih tante." ucap Auli gembira lantas mencium pipi Mami dan juga tantenya bergantian.
"Kalau gitu sekarang Auli mandi yuk sama Mami, terus mami dandanin yang cantik banget, mau ?" ucap Rena pada putrinya seraya mencubit lembut ke dua pipi tembem boca cantik sangat bahagia tersebut.
"Oke mami." sahut Auli yang langsung menyeret tangan Rena ke dalam rumah untuk bersiap siap.
"Aku juga siap siap dulu ya mba," seru Siska mulai berdiri hendak masuk ke kamar tamu.
"Iya, tapi jangan lupa kamu kabari Tyo dulu ya dek, takut nya kalau kita langsung pergi dia bisa marah nanti sama kamu." nasehat Rena pada Siska.
"Iya mba pasti, terimakasih mbak sudah diingatkan. Yasudah aku telfon mas Tyo dulu habis itu siap siap ya mbak." sahut Siska lalu mengambil ponsel di saku celana jeans panjang tengah dikenakan.
"Iya sama sama, aku mandiin Auli dulu ya." pamit Rena pada siska karena tangan terus ditarik Aulia untuk segera pergi ke kamar.
__ADS_1
Rena pun pergi ke kamar Auli yang berada di di samping kamar nya dan Dimas di lantai atas. Rena memandikan Auli dengan saling bercanda dan tertawa, karena Rena selalu menggoda putrinya di sela acara mandi mereka. Seusai mandi Rena langsung menggantikan pakaian untuk putri nya itu dengan celana hotpant dan kaos berwarna pink polkadot putih serta memakaikan sepatu kets putih untuk Auli. Tak lupa Rena pun mengikat rambut putrinya menjadi dua bagian kanan dan kiri serta menyisir poni Auli yang mulai sedikit panjang ke arah depan.
Setelah selesai dengan Auli, Rena menghubungi suaminya untuk meminta izin keluar ke mall jalan jalan dan makan es krim dengan Auli dan Siska. Dimas mengizinkan mereka pergi asal dengan Pak Adi supir rumah Dimas. Rena menuruti semua kata kata suaminya, meski awal nya Siska yang ingin menyetir untuk Auli dan juga dirinya.
Setelah ia mendapat izin dari suaminya, ia mulai bersiap dengan celana jeans panjang, kaos senada dengan Auli dan sepatu kets yang sama dengan Auli. Karena memang semenjak Rena menjadi Ibu Auli, ia selalu membeli pakaian yang sama dengan putrinya itu, bahkan untuk sepatu pun selalu sama karena memang itu juga permintaan dari Auli yang selalu ingin tampil sama. Di depan meja rias Rena mulai memoles sedikit make up di wajahnya tipis dan merapikan ikat rambut kuncir kuda miliknya.
Rena dan Auli segera turun untuk menemui Siska yang ternyata sudah menunggu di ruang TV yang terdapat tidak jauh dari arah tangga.
"Auli kamu keren banget, pakaian kamu sama kaya mami ya?" puji Siska melihat kehadiran Auli dan Rena dengan baju dan sepatu kembar.
"Iya, aku kan anak mami jadi harus sama dong tante." sahut Auli masih menggandeng tangan maminya.
"Ayo dek, keburu kesiangan nanti. Tapi kita sama Pak Adi ya dek, soalnya Mas Dimas ijinin kita pergi kalau di antar oleh pak Adi." jelas Rena, melebarkan senyum Siskan dan mengangguk.
Butuh sekitar 30 menit saja Rena, Auli dan Siska telah sampai di mall. Pak Adi pun menurunkan mereka tepat di depan mall, kemudian beranjak pergi menunggu di tempat parkir hingga majikannya selesai dengan kegiatan mereka.
Auli, Rena dan Siska langsung masuk ke mall dan menuju sebuah cafe di dalam mall yang memang menyediakan berbagai macam es krim. Mereka mulai memesan es krim dan menunggu, saling berbincang dan bergurau bersama. Dengan Auli yang tidak pernah absen untuk selalu menciumi mami yang duduk di sebelahnya. Setelah pesanan mereka datang, mereka pun menikmati es krim dengan saling menyuapi karena rasa yang mereka pesan sengaja berbeda.
Seusai makan es krim, Rena pergi ke sebuah tempat permainan untuk menyenangkan Auli dan pergi belanja untuk keperluan Auli selama liburan di Bali bersama om dan tantenya. Beberapa waktu berlalu dan puas berjalan jalan mengitari mall, mereka memutuskan untuk kembali pulang kerumah.
Auli merasa sangat lelah pun tertidur di pangkuan Rena dalam perjalanan pulang. Sesampainya di rumah, Rena menggendong putri kecilnya, untuk masuk ke dalam kamar tanpa lagi perduli sakit pada tangannya dari ia memandikan Aulia tadi.
"Aku taruh Auli di kamar dulu ya dek sekalian mau ganti baju." pamit Rena pada Siska.
__ADS_1
"Iya mba." sahut Siska juga ingin mengganti pakaiannya.
Setelah mengganti pakaian, mereka mereka memilih untuk menoton acara TV bersama sambil menikmati rujak buah yang mereka beli tanpa melupakan asisten rumah tangga mereka. Saat sedang enak asik menonton TV dan menikmati rujak, Dimas datang dan menghampiri Rena juga Siska yang tidak menyadari kedatangan Dimas.
"Loh, kamu kok sudah pulang mas?" tanya Rena terkejut karena Dimas langsung mencium keningnya yang tengah asik menikmati rujak manis.
"Kalian terlalu asik sendiri, makanya engga dengar aku masuk." seru Dimas mulai mengambil tempat di samping istrinya.
"Auli mana?" tanya Dimas tak melihat keberadaan putri yang selalu berlari ke arahnya tiap hari.
"Auli tadi langsung tidur mas, capek mungkin. Sekarang dia ada di kamar tidur." jelas Rena.
"Mas mau ? enak loh mas. Ini tadi mba Rena yang beli di trotoar pinggir jalan pas keluar mall." ucap Siska mendapati Dimas melihat ke arah rujak manis yang berada di meja.
"Mas Dimas mana mau kaya gini dek," seru Rena sambil mengambil satu buah yang ia celup ke dalam bumbu rujak.
"Siapa bilang?" sahut Dimas mengarahkan tangan istrinya yang tengah memegang buah itu ke arah mulutnya, membuat Rena terkejut.
Siska yang memperhatikan tingkah DImas pun terkejut karena Dimas memang tidak pernah menyukai jajanan yang di jual di pinggir jalan karena menurutnya kurang bersih.
"Ini beli di pinggir jalan loh mas," seru Siska membulatkan mata heran karena Dimas yang terus minta Rena menyuapi.
"Memang kenapa? Kalau Rena mau aku juga mau." santai Dimas sambil terus mengunyah yang membuat Rena tersenyum. Sementara Siska masih dengan tatapan tak percayanya terus memakan rujak buah dan bergumam dalam hati.
__ADS_1