
Setengah tujuh malam, Dimas , Rena dan Erwin mulai memasuki sebuah tempat makanan tradisional yang sudah ada Dedric, Teddy, Siska, Tyo dan juga Aulia menunggu mereka di ruangan yang telah di pesan Dimas melalui telefon. Rena, Dimas dan Erwin mulai melangkahkan kaki masuk ke ruangan tersebut dengan teriakan Aulia yang langsung berlari memeluk Rena membuat Erwin dan Dimas cemburu dan meminta unutk di peluk oleh Aulia. Aulia yang menghafal pasti wajah Erwin karena sering nya video call langsung meminta gendong kakek nya tersebut dan bersama sama menghampiri keluarga Dimas yang telah di undang Dimas melalui sambungan telfon sore hari tadi.
" Erwin ? " seru Dedrick dan Teddy bersamaa yang mengejutkan semua orang disana.
" Om Dedrick ? Teddy ? kenapa kalian di sini ?" sahut Erwin terkejut melihat kedua orang yang sangat ia kenal.
" Kamu yang kenapa di sini ? " seru Teddy langsung berdiri dan memeluk sahabat nya yang tengah menggendong Aulia.
" Sebentar, kamu papa nya Dimas dan Anda kakek nya Dimas ?" tanya Erwin dengan tatapan tak percaya.
" Kamu papa nya Rena ?' sahut Teddy yang juga tak mempercayai hal tersebut.
" Ini ada apa sih pa ? kita duduk dulu deh " sahut Dimas yang sangat heran dengan ketiga nya.
Teddy mulai menceritakan tentang hubungan nya dengan Erwin yang ternyata adalah sahabat dekat dari mereka kecil karena tinggal di sebuah lingkungan yang sama di Yogyakarta bahkan mereka selalu masuk ke sekolah yang sama saking dekat nya hubungan mereka dan juga orang tua mereka. Teddy juga menceritakan tentang awal mula bisnis mereka bersama hingga bisa berkembang seperti sekarang. Erwin yang juga menjalani bisnis dengan bidang yang sama dengan Teddy namun lebih fokus untuk mengembangkan bisnis di luar negri. Dedrick yang tak kalah terkejut dengan fakta jika menantu nya adalah anak dari orang yang sangat berjasa bagi keluarga nya itu mulai ikut menceritakan tentang Erwin yang membantu usaha Teddy ketika mengalami pailit. Rena dan Dimas yang mendengar hal tersebut juga Tyo dan Siska benar benar tak menyangka jika memang keluarga Rena dan Dimas sudah terhubung dari dulu karena saat pernikahan Dimas dan Rena tak satupun keluarga yang hadir mengingat pernikahan Dimas dan Rena yang mereka anggap sangat mendadak.
__ADS_1
" Aku engga nyangka deh om, kalau ternyata om ini papa nya mba rena " sahut Siska tersenyum ke arah Erwin yang merupakan pemiliik perusahaan desain tempat Siska bekerja sementara ketika di Paris.
" Iya, dunia ternyata sempit banget ya " sahut Erwin tertawa dengan Teddy dan Dedrick.
" Jadi kakek sama papa mertua juga dari jogja ?" tanya Rena tak percaya.
" Iya nak, Dimas sama Tyo juga waktu kecil tinggal di jogja kok, kalian sebelum nya juga sudah pernah bertemu mungkin kamu lupa " sahut Teddy yang mulai menceritakan masa kecil Dimas dan Tyo selama di jogja dan awal pertemuan mereka ketika Erwin berkunjung ke rumah Tedddy bersama Rena dan mama nya. Karena melihat Rena yang malu malu kala itu Dimas mengajak Rena kecil bermain bersama.
Rena, Dimas dan Tyo yang memang tak mengingat apapun sama sama saling terkejut bahkan lebih terkejut lagi ketika mendengar jika almarhumah mama Rena dan Natalie sempat ingin menjodohkan Dimas dan Rena waktu mereka kecil meski usia Dimas sedikit lebih tua dari Rena.
" Berarti emang udah jodoh ya mas sama mba ini " goda Tyo yang mendapati Dimas dan Rena saling pandang mendengar cerita Teddy.
" No, sama sekali engga bisa sayang " jawab Dimas tersenyum di sambung dengan Tyo.
" Emang mba Rena bisa bahassa jawa ?" tanya Siska ke arah Rena.
__ADS_1
" Bisa dong, kan aku dari kecil tinggal di jawa masa iya aku engga bisa " seru Rena yang kemudian di sahut Dedrik dengan mengajak Rena berbicara bahasa jawa halus bersama Teddy dan Erwin.
Melihat Rena, Erwin, Teddy dan Dedrick asik bercanda dalam bahasa jawa dengan saling tertawa membuat Tyo, Dimas, Siska serta Aulia sama sama saling pandang heran dengan apa yang mereka bicarakan karena satu pun tak dapat mereka pahami.
" Sebentar kek, kakek ini kan wajah nya Belanda asli ya kok lancar bahasa jawa sih ? " tanya Siska yang merasa aneh dengan wajah Dedrick ketika menggunakan bahasa Jawa.
" Kakek ini casing nya aja luar, dalam nya jawa tulen " sahut Tyo tersenyum mengundang tawa semua orang kecuali Aulia yang hanya menatap mereka bingung dengan memakan es krim di hadapan nya.
" Terus tadi ngomongin apa kok sampai ketawa ketawa ?" tanya Dimas yang tak mengerti apapun karena mereka berempat berbicara dalam bahasa jawa dengan tertawa melihat ke arah Dimas dan curiga jika mereka tengah membicarakan tentang Dimas.
" Baca tulisan di bawah mas " goda Rena tersenyum ke arah Dimas.yang langsung menarik kepala Rena lalu menenggelamkan nya di samping dada Dimas.
" Papi jahat " seru Aulia ketika melihat Dimas merangkul kepala Rena dan meletakkan di samping tubuh Dimas mengundang tawa semua orang.
" Iya nih papi jahat sama Mami sayang " goda Rena tersenyum.
__ADS_1
Aulia yang tadi nya duduk di samping Siska langsung berpindah duduk di tengah Dimas dan Rena setelah lebih dulu menggeser tubuh Dimas paksa agar papi nya tak lagi berbuat seperti itu pada Mami nya.
" Udah deh kalau kaya gini Papi bakal di usir terus " goda Dimas ke arah Aulia dan Rena yang saling memeluk tanpa memperdulikan Dimas yang di tatap jengah oleh Aulia menjadikan pemandangan yang hangat dan lucu bagi semua orang yang ada di ruangan tersebut.