
" Itu kamu nya yang mesum mas " gerutu Rena pelan.
Rena membalikkan tubuh nya menghadap ke arah Dimas dan melingkarkan tangan ke tengkuk suami nya.
" Sayang, kamu ke depan ya, nanti kalau papa lihat kamu kaya gini malah engga enak " seru Rena dengan nada yang ia buat manja ke hadapan Dimas yang langsung mengecup kilas bibir Rena.
" Jangan godain lagi dong " goda Dimas tersenyum usai mencium bibir Rena.
" Ih kamu tuh, udah sana buruan " seru Rena mendorong tubuh suami nya pergi dari dapur.
Dengan tersenyum Dimas meninggalkan dapur dan duduk di meja makan mengamati istri nya yang asik memasak dengan menatap lekat seraya mengembangkan senyum di wajah tampan nya. Perasaan bahagia yang hinggap di hati Dimas usai badai yang menerpa rumah tangga nya membuat nya sedikit lega meski badai tersebut belum juga hilang yang entah sampai kapan akan terus berusaha menerpa kehidupan rumah tangga Dimas dan Rena.
" Cantik ya ?" seru Erwin duduk di hadapan Dimas yang menyandarkan kepala di atas tangan nya yang terletak di atas meja sambil senyum senyum.
" Eh papa " sahut Dimas terkejut karena tak menyadari kehadiran mertua nya.
__ADS_1
" Tiap hari kamu lihatin Rena engga bosen apa Dim kok masih lihat kaya gitu ?" goda Erwin tersenyum ke arah menantu nya yang mulai cengengesan dengan menggaruk tengkuk.
" Untung aja papa engga lihat aku tadi sama Rena " batin Dimas merasa beruntung telah keluar dari dapur karena jika tidak ia akan lebih merasa canggung lagi menghadapi mertua nya.
" Engga bosen dong pa, masa sama istri sendiri bosen yang ada setiap hari lihatin dia malah tambah sayang " sahut Dimas tanpa rasa sungkan pada mertua nya.
" Kamu ini udah mau punya anak dua masih aja kaya ABG ya " seru papa Rena melihat Dimas masih senyum senyum mencuri pandang ke arah Rena.
" Jaga anak papa ya Dim, dia kadang masih suka kaya anak kecil dan lebih suka di manja tapi dia anak baik kok" pinta Erwin ke arah Dimas.
" Masa sih ? setahu papa dia manja banget anak nya. Buktinya kalau telfon papa sampai sekarang juga masih manja " sahut Erwin heran karena putri manja nya ternyata tak pernah menunjukkan sikap nya kepada Dimas.
" Aku baru tahu loh pa " jawab Dimas yang memang tak menyadari sifat manja Rena.
" Rena itu lebih seneng kalau rambut nya di belai, suka di bujuk pakai es krim kalau lagi ngambek dan kalau dia nonton tv dia lebih suka tidur di pangkuan daripada duduk sebelahan " jelas Erwin menunjukkan sedikit kebiasaan manja Rena pada diri nya ketika mereka bertemu.
__ADS_1
Rena memang sangat suka jika menyandarkan kepala nya di atas pangkuan papa nya dari ia kecil yang sama sekali tak pernah di sadari oleh Dimas karena yang sering malakukan hal itu adalah Dimas sendiri dan kadang harus berebut dengan Aulia hanya untuk bisa menyandarkan kepala di atas pangkuan Rena.
" Aku engga tahu banyak soal Rena ya pa ?" ucap Dimas merasa bersalah karena tak pernah memikirkan jika istri nya juga menginginkan hal yang sama seperti sering ia lakukan pada Rena.
" Kalian bisa saling memahami dengan berjalan nya waktu kok " sahut Erwin tersenyum.
Rena yang telah selesai memasak membawa satu piring penuh martabak asin serta minuman hangat untu suami dan papa nya sebagai teman ngobrol santai mereka di atas nampan.
" Ngobrol di teras aja yuk pa, mas biar seger " ajak Rena yang masih membaawa nampan berisi makanan dan minuman lalu berjalan menuju teras di ikuti oleh Dimas dan Erwin.
Rena meletakkan makanan dan minuman di meja agar bisa di nikmati oleh suami dan papa nya, lalu meninggalkan mereka berdua melanjutkan obrolan santai yang sempat terpotong oleh kehadiran Rena. Rena memilih untuk menyirami taman seperti yang ia kerjakan setiap pagi ataupun sore hari ketika ia merasa sendirian di rumah.
Dimas dan Erwin melanjutkan obrolan mereka dengan Dimas yang terus bertanya tentang Rena karena ia memang tak pernah mengenal kebiasaan dan sifat istri yang selalu terlihat begitu dewasa, sabar dan penyayang yang ternyata banyak sekali sifat manja dan seorang yang begitu berani melawan siapa pun hanya demi sebuah keadilan yang bahkan tak ada hubungan dengan dirinya sendiri. Dimas yang memang sering mendapati Rena menolong orang lain sebelum pernikahan mereka dan pernah melihat istri nya tersebut rela berlari mengejar seorang jambret demi membantu ibu ibu tanpa memperdulikan nyawa nya sendiri hingga membuat Dimas sangat mengagumi Rena dari saat Rena membantu Aulia yang hilang di taman. Dimas yang mulai berpikir apakah memang ia sudah mencintai Rena bahkan sebelum mereka menikah merasa sangat bodoh karena baru menyadari tentang perasaan nya terhadap istri yang begitu baik dan sabar menanti dirinya untuk mampu membuka hati setelah berbulan bulan mereka menikah.
" Bodoh nya aku pernah sia sia in kamu sayang " gumam Dimas dalam hati.
__ADS_1