
STOP PLAGIAT!
Dimas masih tak ingin memaafkan apa yang telah diperbuat Ana meski seberapapun kuat Rena membujuk suaminya. Sampai akhirnya Ia mengajak suaminya pergi ke sebuah rumah sakit dimana Ibu Ana di rawat. usai keluarga Dimas pergi ke kantor polisi untuk mencabut laporan pada Ana.
" Mas lihat itu? apa Mas tega melihat Dia dalam kondisi seperti itu? bagaimana jika sampai Dia tahu anaknya di dalam penjara? apa mas mau hidup dalam rasa bersalah jika sampai terjadi apa-apa padanya? " tanya Rena melihat seorang wanita paruh baya terbaring tak berdaya di dalam ruang perawatan.
Ibu Ana mengidap penyakit jantung usai Ia tahu jika putrinya sudah tidur dengan seorang lelaki tanpa adanya ikatan pernikahan. Ia tahu tanpa sengaja ketika dirinya tengah menggunakan ponsel Ana untuk menelpon.
Di situ Ana menjelaskan jika bos nya sudah meniduri dirinya, dan menuntut Ana untuk menikah dengan lelaki yang sudah mengambil kesucian nya. Ana tak tahu harus berbuat seperti apa, hingga terus mendekati Dimas agar lelaki tersebut bisa jatuh cinta dan menikahi dirinya. Namun kembali nya Rena membuat semua usaha Ana sia sia.
Seorang anak yang memang telah melakukan kesalahan untuk mendapatkan lelaki yang Ia cintai, namun Ia juga begitu menyayangi Ibu nya. Karena hanya Ibu nya lah yang di miliki Ana saat ini. Ayah nya telah pergi dengan wanita lain dan membina keluarga baru, meninggalkan dirinya bersama Ibunya dari usia 18 tahun.
Dimas seakan melihat Natalie yang juga memiliki penyakit yang Sama. Mata nya begitu tak kuasa melihat wanita dalam banyak nya alat bantuan itu begitu tak berdaya. Tanpa Ia tahu jika Wanita di atas ranjang pasien itu menjadi seperti sekarang karena kejadian dirinya juga Ana.
Ana tak ingin melepaskan satupun alat dari tubuh Ibu nya, karena Ia yakin jika Ibu nya akan kembali sadar. Meski begitu banyak biaya untuk membiayai pengobatan Ibu nya yang tak pernah benar benar sehat. Ia selalu kambuh dan kambuh lagi setiap mengingat apa yang terjadi pada putrinya, hingga kondisinya menjadi seperti sekarang.
Satu bulan terakhir ini, Ibu nya tak pernah lagi terlihat membuka mata dan bertahan hidup hanya dengan alat alat rumah sakit. Seperti apapun usaha Ana meminta maaf atas kebodohan dirinya, tak akan bisa mengembalikan kondisi Ibu nya seperti semula. Penyesalan hanya tinggal penyesalan bagi Ana tanpa bisa berbuat apapun. Ia tahu perbuatannya telah menghancurkan banyak kehidupan orang tak bersalah.
Ana tak pernah berniat untuk memiliki sedikitpun harta Dimas, karena Ia memang mencintai bos nya itu bahkan sebelum bos nya menikah dengan Rena. Ana dulu hanyalah seorang pegawai biasa di perusahaan yang bahkan tak pernah di anggap ada.
Namun karena prestasi yang Ia miliki, akhirnya Ia bisa menjadi sekretaris Dimas atas rekomendasi Dedrick sendiri, karena Ia adalah lulusan luar negri meski hanya melalui beasisiwa. Dari saat itu perasaannya semakin besar terhadap Dimas, hingga Ia tahu jika bos nya telah bercerai dan berencana memilikinya. Namun sikap dingin Dimas, membuatnya harus nekat menempuh jalan licik untuk mendapatkan lelaki yang amat Ia cintai.
__ADS_1
" Sekarang mas tahu kan, kenapa Aku mau maafin Ana? " tanya Rena melihat suaminya begitu tak tega melihat kondisi Ibu dari sekretarisnya.
" Iya sayang, kalau Aku di posisi Kamu juga pasti akan melakukan hal yang sama " sahut Dimas masih memperhatikan ke dalam ruangan rawat di balik kaca panjang pintu yang tertutup.
" Mas, semua sudah baik baik saja di antara Kita jadi jangan menyimpan kebencian ataupun dendam lagi " pinta tulus Rena.
" Iya sayang Aku tahu, Aku minta maaf " sahut Dimas memeluk istrinya.
" Aku bangga punya istri seperti Kamu, Kamu memiliki hati begitu baik bahkan sangat baik " seru Dimas memeluk erat istrinya.
" Aku engga sebaik itu mas " lirih Rena dalam dekapan suaminya.
" Iya sayang, Kita pergi " sahut Dimas tanpa protes mendukung semua keputusan istrinya.
Kendaraan putih milik pribadi Dimas, melaju ke kantor polisi tempat Ana di tahan. Dimana di sana masih ada keluarga Dimas menunggu Rena dan Dimas yang mengatakan akan mengurus semua nya melalui sambungan telpon. Kondisi jalanan yang lenggang di siang hari mempercepat perjalanan mereka sampai ke kantor polisi, dan bergegas mereka turun memasuki ruangan terlihat begitu menyeramkan bagi Rena yang baru pertama kali datang.
Ana menundukkan wajah, begitu melihat kehadiran Rena juga Dimas. Perempuan dengan dress tosca itu menghampiri Ana yang duduk di hadapan seorang polisi bersama dengan pengacara pribadi Erwin. Wajah cantiknya terlihat begitu sedih juga menyesal, hingga Rena tak tega melihat Ana dalam kondisi saat ini.
" Ana, bisakah Kita bicara sebentar? " pinta Rena pada perempuan yang masih menundukkan wajah bersalah nya.
" Sayang " seru Dimas menahan istrinya pergi.
__ADS_1
" Sebentar mas, Aku ada perlu sama Ana " lembut Rena mengembangkan senyum pada wajah cantik nya.
Rena mengajak Ana untuk berbicara pada sudut ruangan kantor polisi, karena polisi tak mengijinkan Ana keluar meski hanya untuk berbicara sebelum semua prosedur selesai di urus. Rena berbicara empat mata, dengan seluruh keluarga nya memperhatikan kedua perempuan di dekat jendela itu terus berbicara, dan membuat semuanya penasaran akan apa yang di bicaran mereka. Mereka berharap jika Ana tak mengatakan hal hal buruk tentang kejadian hari itu, dan bisa membuat perempuan yang tengah hamil muda itu syok.
" Ana, Saya tahu Ibu Kamu sedang di rawat di rumah sakit. Saya akan mencabut tuntutan Saya padamu, tapi dengan satu syarat jangan pernah mengulangi hal yang sama pada siapapun atas dasar dan alasan apapun. Bisa? " ucap Rena lembut namun menunjukkan sisi tegas nya.
" Saya tidak ingin di bebaskan Bu, Saya hanya ingin Pak Dimas menikahi Saya untuk menyelamatkan nyawa Ibu Saya " jawab Ana mulai menitikkan air mata.
" Apa maksud Kamu? " tanya Rena tak memahami arti perkataan perempuan cantik di hadapannya.
" Ibu Saya terkena serangan jantung karena melihat semua foto Saya bersama Pak Dimas, dan Saya mengakui segalanya. Sekarang beliau stroke dan koma, Saya hanya ingin Pak Dimas menikahi Saya Bu. Saya mohon pada Ibu, biarpun Saya harus menjadi istri kedua tidak apa-apa asalkan Ibu Saya bisa tetap hidup dan kembali sehat " jelas Ana panjang lebar memohon belas kasihan dari seorang istri yang memiliki hati begitu baik.
" Apa Kamu pikir Saya mau menyerahkan suami Saya begitu saja Ana? Apa Kamu sekarang sedang menguji kesabaran Saya? Saya bukan orang sebaik itu Ana sampai harus rela di poligami " ucap Rena tak mampu mempercayai apapun permintaan Ana.
" Saya hanya butuh di nikahi Pak Dimas untuk menyelamatkan Ibu Saya, Saya tidak berharap hidup bersama Pak Dimas dan memiliki dirinya. Hanya itu yang Saya minta Bu, tolonglah Ibu Saya. Saya sudah tidak memiliki siapapun lagi " air mata Ana kembali menetes meminta belas kasihan juga pengertian Rena.
" Harusnya Kamu berpikir sebelum melakukan apapun Ana, dan sekarang.... " ucap Rena dalam kebingungan hingga tak sanggup melanjutkan perkataannya lagi.
" Yang terpenting sekarang Kamu bebas dulu Ana, untuk selanjutnya bisa Kita bicarakan nanti " tambah Rena agar memiliki waktu untuk berpikir.
Usai berbicara pada Ana, Rena mengikuti segala prosedur pencabutan tuntutan dan meminta Dimas untuk mengantarkan Ana lebih dulu kerumah sakit bersama dirinya. Walaupun tak ingin, namun Dimas tak memiliki pilihan lain ketika Rena meminta diijinkan naik taxi online saja. Tentu saja dalam kondisi Rena saat ini, tak mungkin Dimas tega membiarkan istrinya pergi begitu saja tanpa di dampingi dirinya secara langsung.
__ADS_1