
PLAGIAT? INGAT TUHAN ITU ADA. LEBIH BAIK SUSAH DI DUNIA DARIPADA DI AKHIRAT. NAUDZUBILLAHIMINDZALIK.
Bertahun tahun usai kepergian Almarhum Dedrick, duka itu masih terasa dengan rasa tak percaya. Seakan Almarhum masih tinggal di Belanda selama ini, itulah yang dirasakan oleh semua keluarga. Namun duka itu membawa Rena dan Aulia untuk memutuskan menutup semua aurat mereka. Ya, Rena dan Aulia memutuskan berhijab satu minggu setelah kepergian ALmarhum.
Pintu hati mereka seolah terketuk mengingat sewaktu waktu akan meninggalkan dunia, dan merubah diri menjadi pribadi lebih baik lagi. Dimas mendukung penuh keputusan istri dan anaknya itu, Ia pun berubah menjadi seorang Papi juga suami yang setia menemani tanpa mengesampingkan pekerjaan.
Baik Dimas dan Tyo lebih banyak memberikan waktu untuk keluarga mereka, menemani lebih sering kedua orangtua mereka bersama. Setiap akhir pekan memutuskan menginap bersama di kediaman Almarhum yang ditempati oleh Teddi jua Natalie.
Genap berusia 25 tahun, Aulia memutuskan melepaskan masa lajang dengan seorang laki laki yang sudah mengharapkan dan tulus mencintainya sedari SMA. Aulia pun menjadi seorang wanita karir dan mampu menyelesaikan kuliah hanya dengan waktu tiga tahun saja karena kecerdasannya. Hal itu tentu membuat Rena dan Dimas serta keluarga besar bangga.
Hari ini adalah hari dimana Aulia siap dipinang oleh Dion. Dion sudah berjuang dari SMA untuk mendapatkan restu Dimas tanpa henti, meyakinkan jika dirinya pantas mendampingi Aulia. Kini Dion sudah menjadi seorang lelaki mandiri dengan bisnis furniture di berbagai Kota, dan menjadi sumber keuangan dirinya.Bisnis itulah yang mengantarkan Dion berani meminta AUlia secara langsung bersama keluarganya pada keluarga besar Aulia.
Walaupun tidak pernah berpacaran yang merupakan prinsip Aulia, Dion tetap meyakini jika Aulia pilihan terbaik untuk dirinya dan hidupnya. Terlebih ketika Dion tahu jika Aulia memutuskan berhijab. Semenjak iktupun, Dion yang sangat mencintai Aulia belajar mendalami agama untuk bisa menjadi imam terbaik untuk Aulia.
"Sayang, kamu cantik sekali. Kamu bukan lagi tanggung jawab Papi nak, tapi Papi akan selalu ada buat kamu. Ingat untuk selalu patuh pada suami kamu dalam kebaikan, jangan lupakan ibadah dan jadilah seorang istri yang mampu menjaga nama baik suami dan keluarga" pesan Dimas menatap Aulia yang telah selesai dirias.
"Papi, Aulia janji akan selalu membuat Papi dan Mami bangga. Aulia mau menjadi seperti Mami yang mampu mencintai dan menyayangi keluarga dengan ketulusan juga kesabaran" tulus Aulia berkaca kaca.
__ADS_1
"Kamu akan menjadi lebih baik dari Mami nak" ucap Rena memegang lengan dengan kebaya putih tersebut.
"Bidadari Papi" ucap Dimas memeluk istri juga putrinya bersamaan.
"Baru kemarin suka banget godain Papi, sekarang udah mau jadi ibu ibu" goda Dimas agar putrinya tak menangis.
"Ibu ibu cantik kaya Mami" senyum Aulia tetap dalam dekapan Dimas.
"Papi, Aulia boleh tanya gak?" tanya Aulia melepas pelukan dan menatap ke arah Papinya.
"Apa sayang?" tanya Dimas.
"Pakai semen biar awet, ada ada aja kamu ini" protes Dimas mengukir senyum Aulia juga Rena.
Terdengar suara ketukan pintun dari Natalie, dan di persilahkan Dimas untk masuk. Natalie mengatakan jika Dion dan keluarganya sudah tiba, begitu juga penghulu yang akan menikahkan dua insan yang tak pernah bertemu setelah lulus sekolah tersebut.
Dimas lebih dulu keluar menyapa, dan meninggalkan Aulia serta Rena dan Natalie dikamar. Kecantikan semakin terpancar dalam kebaya putih yang dirancang dan di buat sendiri oleh Rena untuk putrinya itu. Wajah dengan make up tipis serta hijab berwarna putih, menambah keanggunan Aulia, yang ditatap Natalie lalu mencium cucunya.
__ADS_1
Di depan sudah ada Tyo, Teddy, Dimas dan Erwin bersama keluarga Dion serta beberapa orang saksi. Memang hari ini hanya akan ada acara ijab dan dilanjutkan resepsi tiga hari kedepan. Hal itu menjadi pilihan Aulia juga Dion agar tak terlalu lelah dalam acara yang harus selesai dalam satu hari.
Baik Aulia dan Dion memang tak pernah saling bertemu, dan mungkin ini pertemuan mereka untuk pertama kali. Dimas memang tak mengijinkan keduanya bertemu demi menghindari fitnah ataupun hal buruk diantara keduanya, juga tangapan buruk masyarakat.
Dion sudah duduk di hadapan penghulu dengan Dimas juga Anggara menemani di sana. Tak lama Aulia pun keluar bersama dengan Rena dan Natalie menuntun dari kedua sisi. Kecantikannya mengundang mata semua yang ada untuk menatap Aulia yang terlihat anggun tersebut.
"Ehem" DImas berdeham melihat Dion menatap lekat calon istrinya.
"Papi" ucap Dion cengengesan ke arah Dimas.
"Belum halal, nanti kalau udah halal tatap sepuasnya" ledek Dimas di tertawakan calon besannya.
Dengan di bimbing Rena dan Natalie, Aulia duduk di samping lelaki yang akan menjadi imam dalam hidupnya. Wajahnya menunduk begitu ia duduk, Rena dan Natalie mengambil duduk di belang kedua insan siap mengikrarkan janji suci pernikahan.
Mata Rena berkaca kaca tak menyangka jika anak kecil yang pernah ditolongnya di taman dulu, kini sudah dewasa dan akan menjadi seorang istri. Seorang anak kecil yang tak pernah ingin lepas dari dekapannya dan terus berebut bersama Papinya itu, kini sudah dewasa siap mengemban tugas baru menjadi istri.
Hatinya berdoa agar Aulia selalu mendapat kebahagiaan serta ketulusan cinta dari suaminya. Berharap tpernah mengulang apa yang dulu pernah terjadi pada dirinya dan Dimas, dalam pernikahan mereka. Hanya akan ada kebahagiaan dan cinta yang akan meliputi keluarga putrinya, putri yang sangat dicintainya.
__ADS_1
Brian, Sandra,dan Randi duduk tak jauh dari Maminya bersama Siska juga Keno beserta Erwin dan Teddy. Terlihat jelas ukiran kebahagiaan dalam wajah mereka, menyaksikan Aulia dan Dion di depan. Baik Teddy dan Erwin juga Siska, masing masing berdoa dan berharap dalam hati agar pernikahan ini membawa sebuah kebaikan dan kebahagiaan dalam kedua keluarga besar, terutama dua mempelai.