Suamiku Seorang Duda

Suamiku Seorang Duda
BAB 85


__ADS_3

" Rena udah tidur Dim ? " tanya Erwin begitu menantunya mulai duduk di atas karpet bersama lainnya.


" Iya pa, kasihan mungkin capek dia " sahut Dimas menyandarkan pundaknya di sofa yang berada di balik semua orang.


" Besok biar Rena datang sama papa aja ya waktu ulangtahun perusahaan kamu, kan kamu harus datang lebih awal sama lainnya buat sambut tamu yang datang " pinta Erwin yang ingin menggandeng putri nya waktu acara besok.


" Iya pa, rencana Dimas juga gitu biar Rena engga terlalu capek juga " sahut Dimas tersenyum ke arah Erwin.


" Gitu dong jadi suami pengertian bukan cuma manja aja " goda Dedrick tersenyum ke arah Dimas.


" Kakek kaya engga pernah muda aja " sahut Dimas tersenyum malu.


Dedrick, Erwin dan Teddy melanjutkan acara menonoton wayang mereka bersama, sedangkan Tyo dan Dimas beralih ke ruang tamu untuk membahas acara ulangtahun perusahaan besok malam.


Dedrick yang sudah merasa lelah memutuskan untuk pulang bersama Teddy karena memang Natalie sudah menelfon mereka berulang. Natalie yang belum mengetahui jika Erwin ada di sana bersama mereka meminta mereka untuk segera pulang agar menantunya tak bisa meracuni pikiran papa mertua juga suami nya. Dedrick dan Teddy yang tak ingin memberitahukan Natalie tentang Rena memilih untuk diam agar Natalie mengetahuinya sendiri esok dan tinggal menunggu bagaimana reaksi Natalie yang sangat membenci Rena dan tak pernah mau menatap wajah menantu yang sebenar nya sangat mirip dengan Nesa,


Pagi hari nya Rena bersama dengan Siska memutuskan untuk ke salon melakukan perawatan, sementara Erwin memberikan beberapa sentuhan tangan handal pada gaun putri dan juga cucu nya di butik Siska. Dimas dan Aulia memilih untuk melatih jari jari mereka di atass tuts piano sementara Tyo harus bergegas ke hotel melihat persiapan acara nanti malam dan memastikan jika semua tak ada yang kurang sesuai dengan permintaan Dimas.


" Mba, kita nanti make up nya langsung di butik aja ya " ucap Siska ketika mereka berada dalam ruangan perawatan wajah di salon.


" Kenapa dek ? aku engga biasa di make up in orang " sahut Rena yang memang memiliki gaya hidup sederhana.


" Biar tampil wah aja mba, biar mas Dimas makin cinta sama mba " goda Siska dengan tersenyum


" Ada aja kamu, oke deh mba ikut kamu aja " tambah Rena yang memang tak ingin membuat suami nya merasa malu jika ia harus berdandan biasa saja karena ini adalah acar formal dan memang sengaja di buat lebih besar oleh Dimas demi memperkenalkan istrinya kepada semua undangan yang dulu tak sempat ia undang untung menghadiri pernikahan nya.

__ADS_1


Rena dan Siska memilih untuk membuat suami mereka terpakau malam ini karena mereka yang datang tak bersama suami mereka hari ini. Mereka rela harus duduk berjam jam demi sebuah penampilan yang sempurna nanti malam.


***


Sore hari nya tepat pukul setengah lima Dimas memutuskan untuk berangkat ke butik untuk menemui istri nya dan mengantar Aulia bertemu dengan mami nya serta bersiap siap di sana karena gaun yang akan di pakai Aulia masih  ada di butik Siska untuk dipercantik oleh Erwin.


" Pi, nanti Auli berangkat sama mami aja ya " pinta Aulia yang ingin hadir dengan kostum yang sama dengan Rena.


" Lah papi engga ada teman dong ?" sahut Dimas dengan mengemudi.


" Ih papi, Auli engga mau datang sama papi nanti Auli di tinggalin papi lagi " sahut Aulia yang selalu ditinggal Dimas ketika acara ulangtahun perusahaan untuk menyambut tamu undangan yang hadir.


" Kamu jahat banget sekarang sama papi ya " sahut Dimas mencubit gemas pipi Aulia yang massih asik saja dengan makanan di tangan nya.


Sampai nya di butik, Dimas menggendong Aulia untuk memasuki butih Siska yang sudah ada Rena bersama Siska dan Erwin sedang duduk sembari makan bakso di kursi tunggu butik Siska.


" Mas, kok udah datang ?" tanya Rena terkejut karena suami nya yang tak mengijinkan ia makan bakso pinggir jalan.


Rena berdiri untuk mencium tangan suaminya yang lalu dicium keningya oleh Dimas dan duduk bersa kembali.


" Mami, Auli mau " rengek Aulia melihat bakso di meja yang di lahap oleh tiga orang tersebut.


" Ayo sini, sama tante " ajak Siska ke depan menemui abang penjual bakso.


Dimas menghela nafas nya panjang begitu mengetahui jika Istri nya membeli bakso dari penjual bakso jalanan yang sengaja di berhentikan tepat di depan butik Siska. Rena yang menyadari suaminya menatap lekat rombong penjual bakso tersebut mulai memutar tubuh menghadap Erwin dan memunggungi Dimas karena tak ingin jika suami nya marah ketika tahu ia kembali jajan di pinggir jalan. Rena terus melahap bakso yang di suapkan Erwin untuk nya dengan manja.

__ADS_1


" Manja banget sih kamu " seru Erwin menggoda putri nya.


" Engga apa dong pa, kan papa jarang ketemu aku jadi sekali kali harus suapi aku " sahut Rena tersenyum manja sambil mengunyah makanan nya.


" Mau nambah lagi ?" tanya Erwin yang menyuapi kuah ke arah putri nya.


" Satu lagi ya pa " pinta Rena manja tanpa berani menoleh ke arah Dimas yang jelas sudah memasang wajah jengah di balik tubuh Rena.


" Oke, papa ambil buat kamu ya " sahut Erwin berjalan menghampiri tukang bakso meninggalkan Rena yang masih memunggungi Dimas.


" Enak ya? udah habis berapa sampai aku kamu punggungi gini ?" tegur Dimas dengan nada jengkel ke arah Rena karena istri nya tak memperhatikan dirinya.


" Eh mas, aku pikir tadi kamu masuk makanya aku hadap sana " kilah Rena dengan senyum nya ke arah Dimas


" Aku kan sudah bilang sayang jangan suka jajan di pinggir jalan itu udah kena debu sam pousi loh " seru Dimas menjelaskan ke arah Rena yang sebenar nya memang sudah tahu makanya sengaja memunggungi suaminya daritadi.


" Iya maaf mas " sahut Rena dengan cemberut karena selalu saja dimarahi seperti Aulia setiap kali memakan makanan kesukaan nya.


" Kamu kalau mau bisa bilang sama aku, kan aku bisa beliin buat kamu engga perlu harus kamu jajan di pinggir jalan gini. Kamu tuh harus makan yang bersih makan yang sehat, ingat kesehatan kamu sama anak kita " tegur Dimas yang terus mengomel pada istri nya seperti sedang memarahai Aulia.


" Iya mas, maaf engga lagi " ucap Rena masih cemberut dan menundukkan wajah nya.


" Yaudah kamu lanjut makan aja, aku mau masuk ke dalam ambil baju habis itu berangkat ke hotel " seru Dimass masih dengan wajah jengah yang terpasang menghiasi wajah tampan nya.


" Iya mas " sahut rena menurut ke suaminya.

__ADS_1


Dimas pergi meninggalkan Rena dengan perasaan jengkel karena istri nya yang terus saja melakukan apa yang Dimas tak suka bahkan membuat Aulia juga ikut ikutan. Erwin. Siska dan Aulia yang sudah kembali dengan bakso mereka mulai melanjutkan makan mereka kembali. Rena yang masih terus meminta Erwin menyuapi diri nya terus melahap bakso yang merupakan makanan kesukaan nya itu. Sementara Dimas yang usai mengambil setelan jas dan kemeja mulai keluar dan semakin menghela nafanya panjang ketika Aulia juga terlihat sangat lahap dengan bakso nya sama hal nya dengan Rena. Dimas kemudian berpamitan untuk pergi ke hotel lebih dulu menyusul Tyo dengan membawa setelan jas milik nya dan Tyo yang akan mereka ganti di hotel nanti. Rena yang tahu jika suami nya tengah marah hanya bisa menerima begitu saja ketika suami nya tak ingin di antar Rena ke depan dan menyuruhnya untuk makan saja.


__ADS_2