Suamiku Seorang Duda

Suamiku Seorang Duda
Kisah Nyata 198


__ADS_3

STOP PLAGIAT!


Masih tetap berada diruang tamu rumah Dedrick, Dimas mengutarakan keinginan putri pertamanya pada Natalie juga Teddy saat ketiga anaknya sudah berpindah ke depan untuk bermain.


" Pa, Ma, Auli mau ketemu sama Kiara " ucap Dimas menyentak Natalie juga Teddy, langsung mengarahkan mata terkejutnya pada Ayah empat orang anak tersebut.


" Tidak Dimas! Mama tidak ijinkan Auli untuk ketemu wanita kejam itu! " protes keras Natalie, di tenangkan oleh Rena seketika mengingat penyakit jantung mertuanya.


" Mama, jangan seperti ini. Tidak baik untuk kesehatan jantung Mama. Ma, Auli juga berhak tahu siapa Ibu kandungnya, Aku akan menemani Auli nanti " lembut Rena mengusap punggung mertuanya.


" Engga Rena, engga! Mama tetap tidak ijinkan Auli bertemu dengannya! Mami Auli cuma satu yaitu Kamu! " tegas Natalie memegang kedua sisi lengan menantunya.


" Ma, ijinkan Auli untuk bertemu satu kali saja. Aku janji Auli engga akan kenapa kenapa " lembut tersenyum Rena di ahdapan mertuanya.


" Nek, Aku cuma tahu seberapa cantiknya Dia sampai melupakan kodratnya sebagai perempuan, bahkan rela meninggalkan Aku juga Papi. Setelah Aku melihatnya, Aku janji engga akan pernah bertemu dengannya lagi, lagipula Aku sudah di buang olehnya " sendu Aulia di usap wajahnya oleh Natalie.


" Kamu bukan anak yang terbuang sayang, Kamu cucu Nenek dan Kami semua menyayangi Kamu. Dan Mami Rena juga sangat mencintai Kamu, jadi jangan pernah mengatakan hal itu " sendu Natalie tulus menitikan air mata di hadapan cucunya, dan langsung di peluk oleh Aulia.


"Maafkan Aku Nek, Aku engga berniat buat Nenek sedih " sesal Aulia memeluk neneknya.


Rena memeluk tubuh putri juga mertuanya bersamaan, Dimas dan Teddy menatap ketiganya sendu hingga tanpa sengaja menitikan air mata mereka. Keduanya tak tega melihat Aulia yang harus menerima kenyataan pahit dalam hidupnya, tapi bagaimanapun juga Ulia harus secepatnya tahu akan hal yang tak mungkin terus di tutupi oleh keluarga.


Natalie mencoba mengerti perasaan dan keinginan cucunya. Bagaimanapun juga ucapan Rena memang benar, jika Aulia memang harus tahu siapa Ibu kandungnya. Sejahat apapun Kiara, tetaplah Ia seorang Ibu kandung yang mengandung dan melahirkan Aulia ke dunia. Walaupun sedikit saja tak pantas bagi Kiara untk di sebut sebagai seorang Ibu.


" Nenek akan menemani Kamu juga " tulus Natalie melepas pelukan cucunya dan menyeka air mata Aulia juga Rena bergantian.

__ADS_1


" Ma, biar Rena aja. Mama harus jaga kesehatan Mama " tulus Rena takut akan sesuatu terjadi pada mertuanya ketika melihat Kiara dan tak bisa mngendalikan emosi.


" Mama baik aja nak, Mama akan menemani kalian " tulus Natalie memgang tangan menantunya dengan tersenyum.


" Yaudah kalau gitu Kita pergi semuanya " ucap Teddy ingin menemani juga.


" Iya Pa, Dimas akan urus ini. Sementara Dimas akan cari tahu dulu dimana Kiara tinggal dan secepatnya Kita pergi " ucap Dimas mengikuti usul Papa nya yang juga khawatir akan Aulia.


" Terimakasih " lirih Aulia menatap semua orang bergantian.


Aulia begitu bahagia akan dukungan dari keluarganya untuk dirinya mengahadapi situasi mengejutkan ini. Bahkan Ia benar benar baru tahu bahwa ternyata Dia bukanlah anak yang diinginkan, karena kasih sayang Rena selalu membuatnya istimewa. Hingga usianya sekarang, Rena tetap saja tak melupaka cinta juga kasih sayangnya pada Aulia, meski telah memiliki anak kandung sendiri.


Usai mengatakan semua pada orang tuanya, Dimas berpamitan pulang karena harus membiacarakan hal ini juga pada Tyo. Sebelum ke rumah Tyo, Dimas lebih dulu menghubungi Rian, orang yang masih saja setia pada keluarganya untuk membantu setiap masalah yang di hadapi, entah perusahaan ataupun pribadi.


Brian, Dinda dan Rendi tak mau ikut ke rumah Tyo dan memilih tinggal di rumah Dedrick bersama Kakek Neneknya. Ketiganya tak ingin di buat kesal oleh Sandra, terlebih Rendi yang selalu di goda untuk dekat dengan Sandra oleh Tyo juga Siska. Sehingga membuat anak bersifat dingin tersebut malas datang kerumah Om nya sendiri.


" Kaya supir aja Aku " gerutu Dimass mengemudi, sekilas melirik wajah cantik istrinya tersenyum.


" Papi, kalau supirnya ganteng kaya Papi sih, Aku mau dinikahin sekarang " celetuk Aulia di cubit gemas pipinya oleh Rena.


" Kecil kecil mikir nikah aja! pikir tuh teman Kamu, singkirin dari hidup Papi ! tiap kali datang kerumah rasanya Papi pengen banget tendang keluar teman Kamu itu ! " jengkel Dimas memajukan bibirnya kesal.


" Siapa sih ?" tak mengerti Aulia dan Rena tanya bersamaan.


" Itu, cowok yang bilang sama Papi engga boleh biarin Kamu dekat sama cowok. Tahu dah siapa namanya, engga mau tahu juga " jengkel kembali Dimas tak mau menyebutkan nama walau mengingat jelas nama cowok yang menyukai putrinya.

__ADS_1


" Oh Dion ?" seru kedua orang di joka belakang tersebut bersamaan, makin membuat Dimas kesal.


" jangan di sebut juga kali namanya! Aku juga tahu tapi engga mau sebut, malah di sebut kencang banget " jengkel Dimas, mengingat putrinya sudah diminta dan dirinya di wanti wanti oleh anak kecil agar menjaga Aulia dari cowok lain.


" Dia baik lagi mas, buktinya Dia engga mau pacaran sama Auli dan mau nunggu selesai lulus kerja terus kuliah dan nikahin Auli " ucap Rena di angguki oleh Aulia.


" Baik apaan, masih bau kencur udah mau minta lamar anak orang. Kamu engga tahu sih Dia minta tunangan dulu setelah lulus SMA " ucap Dimas mengejutkan Rena dan Aulia langsung memejukan tubuh keduanya ke arah jok depan, mengejutkan Dimas.


" Kaget tahu gak ! " jengkel Dimas mengusap dadanya sendiri.


" Kita juga kaget Pi, kapan Dion minta kaya gitu ?" tanya Aulia terkejut.


" Iya, Aku juga engga pernah dengar mas ngomong ini sebelumnya " tambah Rena masih sama sama menatap lelaki kembali mengemudi itu, dari sela sela jok depan.


" Aku engga mau ngomong orang Aku engga suka. Papa nya yang telpon Papa berulang kali, terus datang sendiri ke kantor buat ngomongin hal itu " jelas Dimas menujukan pandangan kedepan.


" Aku suka loh sama Dion mas " ucap Rena.


" Aku juga suka Pi, Dia cakep, baik, pekerja keras, pinter juga di sekolah. Papi tahu gak ? Dia sekarang udah kerja loh Pi dan dapat gaji sendiri dari hotel Papa nya " jelas Aulia membanggakan, membuat Dimas jengkel.


" Diam deh, duduk yang benar sana ! Mami sama anak dari dulu tingkahnya sama aja. Pantas kalian di sebut kaya saudara kembar sampai sekarang, orang kelakuan aja mirip " jengkel Dimas, mengembangkan tawa Rena dan Aulia dan langsung saling memeluk.


" Berarti Mami awet muda ya sayang " bangga Rena.


" Iya, Kamu muda, Aku tua gitu ?!" jengkel Dimas.

__ADS_1


" Papi sensitif banget kaya nenek nenek PMS aja " celetuk Aulia tertawa bersama Maminya, diiringi lirikan Dimas dari spion tengah.


Auli dan Rena memang kerap menunjukkan kekompakan bersama dari kecil, sampai saat ini pun keduanya tak pernah malu keluar bersama dengan pakaian sama yang terkadang di protes Dinda karena tak di belikan juga yang sama. Sebenarnya bukan tak ingin membelikan, karena memang tak ada size untuk putri kecil di keluarga mereka tersebut. Tak jarang juga banyak orang memuji keduanya ketika bersama, yang memang sangat mirip, dengan wajah rena tak berubah sedikitpun dari ketika Ia menikah dengan suaminya.Bukan karena perawatan rutin, tapi karena Ia selalu berpikiran positif dan tersenyum, hingga membuatnya seakan tak bisa menua sedikitpun.


__ADS_2