
STOP PLAGIAT
" Pi, Auli turun ke Kakek dulu ya " ijin Aulia yang sudah melihat Teddy juga Erwin berdiri bersama lainnya menunggu Dimas.
" Iya sayang, bilang Papi sebentar lagi turun ya " sahut Dimas mencium pipi putrinya.
" Pak, tolong antar Aulia turun ke Kakeknya ya " tambah Dimas kepada Pak Adi.
" Baik Pak " sahut Pak Adi turun dari mobil dan membantu Aulia mengantarkan gadis kecil tersebut menemui keluarganya lebih dulu.
Dimas yang masih tak ingin melepaskan istri juga anaknya tetap tak mau turun dari mobil hingga membuat heran Rena.
" Mas, kasihan kalau semua harus tungguin Kamu " ucap Rena lembut sembari menatap wajah suaminya.
" Aku engga mau pergi sayang, perasaan Aku engga enak banget " ucap Dimas pda istrinya dengan nada khawatir.
" Mas, engga akan terjadi apa apa. Sekarang Kita turun ya engga enak sama lainnya, nanti Kamu ketinggalan pesawat loh " sahut Rena menenangkan suaminya dengan membelai lembut wajah brewok di sampingnya.
Dimas menarik napasnya dalam untuk sekedar menenangkan sedikit perasaan yang menderanya kini. Rena yang hendak keluar lebih dulu dari mobil di tahan oleh suaminya yang masih ingin memeluk erat tubuh Rena juga Brian bersamaan. Hatinya benar benar begitu terasa berat hendak meninggalkan Rena hanya dengan anak anak serta asisten rumah tangganya, Ia merasa tak tenang takut akan sesuatu yang terjadi pada keluarganya ketika Ia pergi meninggalkan mereka menjenguk Natalie. Dimas memeluk Brian mengarahkan wajah bocak kecil tersebut di dadanya dan menarik Rena mendekat untuk Ia menikmati bibir yang akan lama tak Ia nikmati, Istri yang akan selalu membuatnya rindu nanti. Perasaan begitu dalam Ia curahkan pada Rena melalui setiap gerakan bibir yang saling menikmati. Rasa lebih hangat dari sebelumnya, mengikat kuat perasaan mereka.
" Aku bakal kangen banget sama Kamu " ucap Rena yang sudah melepaskan bibirnya dari Dimas.
__ADS_1
" Aku juga sayang, Kamu baik baik di rumah jaga anak anak ya " seru Dimas dengan nada sendu dan mengecup semua wajah istrinya tanpa ada sedikitpun bagian terlewatkan.
Dimas juga Rena serta Brian turun dari mobil menghampiri keluarga yang masih setia menanti mereka. Brian tak pernah lepas dari dekapan papi yang melingkarkan tangan pada pinggang Rena mendekatkan tubuh istrinya tersebut sembari berjalan menghampiri keluarga yang tersenyum bahagia melihat kedekatan mereka.
" Udah Dim ?" tanya Erwin tersenyum ke arah menantu yang masih memasang wajah murung memaksakan senyumnya lebar.
Rena memeluk semua orang yang akan pergi ke Belanda menjenguk Natalie dan melepas mereka dengan berat hati karena harus terpisah dari keluarga yang belum lama ini Ia kembali berkumpul bersama mereka.
" Jaga diri Kamu baik baik ya nak " pesan Dedrick pada Rena lalu mencium kening cucu menantunya tersebut.
" Iya Ke, Kakek juga harus jaga kesehatan Kakek di sana jangan telat minum obat juga olahraga kalau pagi " pinta Rena mengingatkan Dedrik yang tersenyum gemas dengan perhatian menantunya.
" Papa balik ya sayang, Papa usahakan bisa sesering mungkin kunjungi Kamu di sini. Jaga keluarga Kamu baik baik " pesan Erwin pada putrinya seraya memeluk tubuh anak semata wayangnya yang menangis karena harus terpisah kembali dari papanya.
" Hati hati ya semua nya jangan lupa kabari kalau sudah sampai " ucap Rena masih dengan air matanya setelah mengucapkan salam perpisahan kepada seluruh keluarganya.
Dimas memeluk erat tubuh istrinya yang menangis dan semakin menjadi ketika harus melepaskan suaminya pergi. Perasaan yang berat kembali di dera Dimas ketika memeluk kedua anaknya.
" Papi pasti kangen kalian, jaga Mami di rumah ya " ucap Dimas memeluk kedua anaknya bersamaan membuat keluarganya tak tega.
" Iya Papi " sahut Aulia menangis dalam pelukan erat Papinya.
__ADS_1
" Pak Adi, jaga Ibu sama anak anak di rumah " pinta Dimas pada supirnya.
" Baik Pak " sahut Pak Adi mengangguk seraya membungkukkan sedikit tubuhnya.
" Aku masuk dulu ya sayang, Kamu kalau ada apa apa langsung kabari Aku jangan nyetir sendiri kemana mana harus sama Pak Adi ya " ucap Dimas pada istrinya yang mencoba menghentikan air matanya.
" Iya mas, Kamu hati hati ya nanti kabari kalau udah sampai " ucap Rena langsung memeluk pinggang Dimas dan mencium kening suaminya lembut dan lama.
Rena masih setia menunggu hingga suami juga keluarganya masuk ke dalam dengan menggendong Brian juga menggandeng tangan Aulia. Lambaian tangan yang di arahkan pada Dimas juga lainnya membuat Rena tak kuasa kembali menitikan air mata. Dimas yang masih tak tega meninggalkan istri juga anak anaknya masih terus berjalan sambil menoleh ke arah ketiga orang yang begitu berarti dalam hidupnya yang masih melambaikan tangan tersebut.
Mata yang tak bisa lagi melihat keluarga serta suami karena mereka telah masuk ke dalam, membuat Rena memutuskan membawa anak anaknya kembali kerumah dengan perasaan kosong mendera hatinya. Ia harus menjalani beberapa waktu tanpa hadirnya suami yang teramat manja padanya bahkan sebelum kepergiannya. Perasaan berat juga rindu yang mungkin akan selalu mendera hari hari nya harus bisa menjadi penguat dirinya demi anak anak yang juga pasti begitu merindukan Dimas.
Selama perjalanan kembali kerumah, Aulia dan juga Brian sudah terlelap karena jalanan yang macet membuat mereka merasa lelah. Dalam keheningan tanpa suara canda kedua anaknya, mata Rena menatap kearah luar jendela di mana jalanan begitu macet hampir tak bergerak sama sekali. Matanya seakan mampu menangkap jelas senyum serta wajah suami yang sudah Ia rindukan sekarang meski baru beberapa jam mereka terpisah. Pikirannya seakan memutar ulang semua kejadian menyenangkan dengan Dimas, sikap manja dan ucapan cinta juga tawa suaminya jelas terlintas dalam pikiran perempuan yang menitikkan air mata sembari menatap keluar jendela tersebut.
" Pasti berat banget engga ada Kamu mas " batin Rena dalam hati karena sudah terbiasa dengan sikap manja serta hasrat suami yang begitu besar setelah mereka resmi menikah lagi.
Pukul 21.45 Mereka baru memasuki Rumah dan langsung istirahat karena Aulia harus ujian esok pagi dan Brian masih terlelap.
Rena membawa kedua anaknya bersama ke kamar dengan bantuan Bi Lastri yang menuntun tubuh putri yang Ia bangunkan begitu mereka sampai tadi. Rena tidur bersama dengan kedua anaknya di kamar besar yang biasa Ia tempati bersama Dimas. Perasaan hampa begitu Ia memasuki kamar tersebut tanpa adanya Dimas di sana. Ia menghembuskan napasnya kasar lalu meletakkan tubuh Brian yang lebih dulu Bi Lastri merebahkan tubuh Aulia dan pamit keluar.
Setelah menyelimuti tubuh kedua buah hatinya, Rena ke kamar mandi untuk membersihkan diri sebelum Ia menyusul kedua anak yang sudah terlelap kembali di atas ranjang dimana Dimas biasa manja padanya. Tak berapa lama perempuan yang sudah berganti dengan piyama panjang berwarna coklat tersebut merebahkan diri di samping Brian menempati tempat Dimas biasa terlelap mencium aroma suaminya yang masih menempel pada bantal dengan tersenyum seraya bergumam dalam hati.
__ADS_1
" Aku cinta Kamu mas " batin Rena merasakan kehadiran Dimas melalui aroma tang tertinggal di bantalnya untuk menemani malam tanpa adanya Dimas dan terlelap di bantal milik suaminya.