Suamiku Seorang Duda

Suamiku Seorang Duda
BAB 58


__ADS_3

" Kok dua? " tanya Dimas begitu Rena dan Aulia sampai di kursi taman tempatnya menunggu.


" Iya mas, aku nemenin Auli makan kan kasihan kalau dia makan sendiri " jawab Rena tersenyum karena memang ia yang selalu nambah jika memakan bakso mang udin.


" Alasan " gumam Dimas menatap ke arah Rena yang mengembangkan senyum nya.


Rena dan Aulia mulai asik memakan bakso mereka dengan tatapan Dimas yang semakin heran kenapa Aulia dan Rena bisa begitu kompak dalam banyak hal, bahkan ketika melihat Aulia menikmati bakso dengan ekspresi sama seperti Rena.


" Kamu engga pengen mas? " tanya Rena melihat Dimas memperhatikannya dan Aulia makan dengan tatapan aneh.


" Engga, aku makan di rumah aja " jawab Dimas yang sebenar nya ingin mencicipi rasa bakso yang membuat anak dan istri nya begitu lahap, namun lagi lagi kebersihan yang menahan keinginannya.


Rena menaikkan kedua bahu nya dengan jawaban Dimas lalu melanjutkan makan nya bersama Aulia yang terus memuji rasa bakso yang ia nikmati.


Usai merasa kenyang Aulia dan Rena memutuskan untuk duduk sebentar demi melegakan perut mereka dan menunggu bakso yang di pesan Rena untuk Pak Adi, bi Ijah dan bi Lastri di rumah. Tak berapa lama mang Udin tiba dengan kantung plastik di tangan nya berisi 3 bakso yang Rena pesan lalu memberikan nya pada Rena dan di bayar oleh Dimas semua pesanan istri nya. Rena dan Aulia yang juga sudah merasa sedikit lega dengan rasa kenyang mereka, memutuskan untuk pulang kembali ke rumah karena hari yang akan gelap.

__ADS_1


Sampai nya di rumah, Rena menyerahkan kantung berisi bakso kepada bi Ijah yang ada di balik meja dapur sibuk menyiapkan makan malam.


" Bi, ini aku bawain bakso nya mang udin buat bi Lastri sama pak Adi juga " ucap Rena meletakkan kantung berwarna putih di atas meja dapur.


" Wah punya mang udin bu? enak ini bi. Terimakasih ya bu " jawab Bi Ijah dan bi Lastri tersenyum membuka kantung yang di bawa majikan nya.


" Sama sama Bi " sahut Rena mengembangkan senyum nya lalu menghampiri Dimas dan Aulia yang tengah duduk di meja makan meminum segelas air putih di sana.


" Terkenal banget ya mang Udin sampai bibi aja tahu" seru Dimas yang memang tak tahu jika asisten rumah tangga nya juga mengenal penjual bakso favorit istri nya.


" Hampir semua kenal dia mas, apalagi rasa bakso yang engga bisa cukup cuma makan 1 aja" puji Rena dengan mata membayangkan semangkuk bakso mang udin.


" Mas engga mungkin tahu, kan mas engga pernah jajan di jalan " seru Rena seraya menyindir dan tersenyum bersama Aulia.


" Kalian berdua ini kalau lagi bareng selalu aja kompak kalau ngeledek orang " seru Dimas memperhatikan Rena dan Aulia menertawakan Dimas yang selalu melarang jajan di jalanan.

__ADS_1


" Oh ya sayang, satu minggu lagi ulang tahun perusahaan, kamu temani aku ya " pinta Dimas yang selalu di dampingi putri nya tiap tahun.


" Harus ya mas? aku engga suka pesta dan juga aku engga punya gaun mas" jawab Rena yang memang tak begitu suka datang ke acara pesta apalagi ini adalah pesta ulang tahun perusahaan yang pasti banyak sekali orang penting di sana yang akan membuat Rena merasa canggung.


" Iya dong sayang kan kamu istri aku jadi ya wajib buat kamu temenin aku. Kalau masalah gaun kita pesan di butik Siska kan bisa sayang " jelas Dimas.


" Tapi aku engga ada yang kenal mas, dan juga pasti mereka semua orang orang hebat semua mas " seru Rena merasa minder dengan diri nya dan takut mempermalukan Dimas di sana.


" Sayang, kamu istri aku jadi kamu engga perlu berbaur sama mereka dan juga Auli sama Siska ikut jadi kamu engga perlu merasa engga nyaman. Kan ada aku sama Tyo juga sayang " jelas Dimas menggenggam tangan Rena di atas meja memberikan kepercayaan diri pada Rena.


" Iya mami, nanti mami lihat Auli main piano sama papi " sahut Aulia yang memang setiap tahunnya menemani Dimas bermain piano sebagai pembuka acara.


" Kalau anak cantik mami yang minta pasti mami mau" jawab Rena tersenyum manis ke arah Aulia.


" Nanti kita kembar ya mi " pinta Aulia dan di sambut jempol ke atas oleh Rena sambil tersenyum mengedipkan satu mata.

__ADS_1


" Mulai deh " seru Dimas malas ketika Aulia dan Rena tampil seperti anak kembar yang membuatnya seperti orang asing ketika mereka lebih asik berdua.


Rena dan Aulia malah menertawakan ekspresi Dimas dengan menaikkan kedua bahu mereka bersama.


__ADS_2