Suamiku Seorang Duda

Suamiku Seorang Duda
Kisah Nyata 89


__ADS_3

STOP PLAGIAT


" Mas Dimas ada Bi? " tanya Tyo pada Bi Ijah yang sedang menyirami taman pagi hari di halaman.


" Ada Mas, Bapak sedan tidur di kamar tamu " sahut Bi Ijah.


Usai mendengar jawaban dari asisten rumah tangga Kakaknya, Tyo bergegas masuk ke dalam menuju ruang tamu. Diketuknya pintu tersebut namun tak ada jawaban dari dalam, Tyo memberanikan diri untuk masuk ke dalam karena merasa sangat khawatir dengan kondisi Kakaknya. Tyo memdapati Dimas masih terlelap dalam keadaan tengkurap dan mencium bau nya alkohol sangat tajam dari Kakak nya. Ia pun beranjak keluar untuk bertanya kembali pada asisten rumah tangga Dimas yang masih di luar.


" Apa mas Dimas minum? " tanya Tyo langsung pada bi Ijah yang masih menyirami taman.


" Iya mas, Bapak baru pulang tadi pagi di antar sama orang tapi Bibi ngga kenal sama orang nya " jelas Bi Ijah yang tadi membukakan pintu tepat pukul empat dan mendapati majikan nya di bopong oleh seorang laki laki yang mengenakan seragam pelayan dalam kondisi mabuk berat.


Tyo meraih ponsel dalam saku celana nya dan menghubungi Dedrick agar Dedrick membujuk Erwin karena kondisi Dimas yang membuat Adiknya khawatir. Pasal nya Dimas yang selalu hidup sehat dan tak pernah sekalipun menyentuh alkohol, kini malah pulang dalam keadaan mabuk. Dedrick yang mendengar tentang keadaan Dimas langsung menghubungi Erwin namun ponsel nya masih belum aktif dari semalam. Dedrick dan lainnya tak mengetahui jika Erwin telah membawa Rena pergi keluar negri terus menghubungi ponsel Erwin dan Rena yang tak aktif.


Ketika duduk di ruang tamu, Tyo melihat adanya dua ponsel yang hancur di atas meja yang ia tahu adalah ponsel Dimas dan Rena.


" Ada apa sebenarnya semalam, dimana Mba Rena sekarang? " batin Tyo yang menunggu di ruang tamu hingga kakaknya terbangun.


Pukul 12 siang Dimas yang sudah tersadar dari pengaruh alkohol mulai membuka mata dan mendapati Tyo yang duduk di tepi ranjang menunggunya terbangun.

__ADS_1


" Kenaoa kamu di sini? " tanya Dimas dingin ke arah Tyo sambil mencoba duduk dan memegangi kepalanya.


" Aku bawain madu hangat buat mas " sahut Tyo meraih secangkir madu hangat untuk Ia berikan pada kakaknya.


Dimas meraih cangkir tersebut lalu meneguk sedikit air yang di bawakan oleh Adiknya.


" Mas kenapa jadi minum minum kaya gini? cerita sama Aku ada apa sebenar nya ?" ucap Tyo hati hati.


" Apa lagi yang mau Kamu tahu? Rena sudah pergi dan pada akhirnya semua yang pernah ada dalam hidup Aku pergi tinggalin Aku. Mami Auli dan sekarang Rena sama anak Aku udah pergi jauh " seru Dimas dengan tatapan menunduk sedih.


" Mba dimana sekarang Mas? Kita bawa Mba pulang " sahut Tyo tak tega melihat kakaknya dan takut jika lelaki yang tengah memiliki trauma akan pernikahan dulu akan kembali menjadi seorang yang dingin dan kejam seperti saat Ia ditinggalkan istri pertamanya.


" Paris " singkat Dimas dengan nada lemah yang sangat mengejutkan Tyo.


" Kita jemput Mba Rena " seru Tyo memeluk kakaknya.


" Apa Papa mertua akan ijinin Rena kembali setelah apa yang dilakukan Mama? Aku butuh Rena, Aku engga bisa hidup tanpa Rena lagi " ucap Dimas dengan nada sendu.


" Iya Mas, Aku tahu. Aku pesan tiket sekarang buat Kita pergi jemput Mba Rena " ucap Tyo menenangkan Dimas lalu pergi beranjak untuk menelfon Siska mengabarkan akan menemani Dimas dan meminta istrinya menjaga Aulia.

__ADS_1


Kepergian Rena yang membuat Dimas harus teringat kembali tentang luka yang pernah ditinggalkan oleh mantan Istri nya dulu membuat Dimas tak mampu lagi untuk berharap apalagi ketika tahu kemarahan Erwin yang teramat karena perkataan dan perbuatan Natalie. Dimas merasa takut jika Erwin tak akan membiarkan Rena kembali lagi ke sisi nya.


Sementara Rena dan Erwin yang baru tiba di kediaman mewah Erwin usai menempuh perjalanan yang memakan waktu hingga belasan jam membuat Erwin khawatir dengan kondisi putrinya hingga Ia langsung menghubungi Dokter begitu mereka sampai rumah agar bisa cepat memeriksa Rena dan kandungan nya.


" Kamu istirahat dulu, sebentar lagi Dokter datang kemari " ucap Erwin pada putri nya yang masih terus mengenakan jas Dimas tanpa ingin melepaskannya.


Rena hanya mengangguk tanpa berkata apa apa seakan bibirnya telah membisu karena hati yang terlali sakit dengan keadaan yang membuatnya terpisah dari anak dan suami yang Ia cintai. Dengan bantuan pelayan Erwun, Rena melangkah menuju kamar yang memang di sediakan Erwin untuk nya dari dulu namun putrinya selalu menolak untuk ikut pindah.


Erwin menghampiri Rena di dalam kamar, mata nya tak tega menatap putri nya yanh tidur meringkuk dengan memeluk jas suami yang masih tertinggal aroma tubuh suami nya. Ia mempersilahkan Dokter untuk masuk memeriksa kondisi Rena yang sudah berganti pakaian dan merebahhkan diri di atas ranjang. Rena mengusap air matanya begitu menyadari kehadiran Erwin bersama seorang pria tinggi berwajah bule memasuki kamar nya. Erwin mempersilahkan Dokter tersebut mulai memeriksa Rena.


" Makanlah dan minum obat setelah itu tidur " seru Erwin begitu Dokter usai memeriksa putrinya dan keluar bersama asisten tumah tangga Erwin.


" Iya pa " singkat Rena dengan nada sendu.


" Berhentilah menangis sayang, pikirkan anak dalam kandunganmu jangan sampai kalian kenapa kenapa. Papa sayang sama kamu Rena, Papa hanya tidak ingin Kamu terus di sakiti Natalie" ucap Erwin memeluk tubuh putrinya yang duduk di atas ranjang untuk memulai makan makanan yang telah di antar oleh asisten rumah tangga Erwin.


" Tapi mas Dimas dan Aulia engga salah apa apa Pa, kenapa Rena harus meninggalkan mereka? Rena engga mau anak ini lahir tanpa Papi nya" tanya Rena dengan air mata yang terus melinang.


" Papa tahu sayang, Papa hanya mau Natalie menyadari betapa berartinya Kamu untuk anak dan cucunya hingga Dia mampu menghargai Kamu. Papa berjanji begitu Natalie sadar akan kesalahan nya, Papa tidak akan mencegah Kamu kembali pada Dimas dan Aulia " ucap Erwin yang memang tak pernah berniat memisahkan putrinya dari suami dan anaknya.

__ADS_1


Rena hanya terdiam karena Ia sendiri tak meyakini jika Natalie akan berubah memgingat gengsi dan sikap nya yang seperti itu. Yang Ia tahu sekarang Ia harus menjaga anak yang ditinggalkan Dimas dalam rahimnya dan merawat anak itu mesku harus menunggu hingga Natalie sadar yang entah kapan untyk bisa kembali bersama suami dan anaknya.


Sementara Dimas, Tyo dan Teddy yang sudah berada di bandara untuk berangkat dengan penerbangan malam. Dimas berharap jika Erwin akan mengijinkan Rena kembali bersamanya. Perasaan cemas dan sedih begitu jelas terlukis di wajah lelaki yang duduk dengan tidak tenang tersebut membuat Tyo dan Teddy tak tega menatap Dimas sekarang. Mereka pun berdoa dalam hatinya agar Erwin mau memaafkan Natalie dan membiarkan anak anak mereka hidup bersama.


__ADS_2