
Dimas meraih minum yang di ambilkan Tyo untuk nya dan hanya meminum sedikit saja dari gelas yang penuh.
" Dimas pulang dulu ya kek, kasihan Rena di rumah " pamit Dimas menghadap ke arah Dedrick.
" Baiklah, tapi kamu harus di antar supir ya " pinta Dedrick yang khawatir dengan kondisi emosi cucu pertama nya.
" Engga usah kek, Dimas baik aja " sahut Dimas.
" Kakek benar mas, lebih baik mas pakai supir " sambung Tyo yang juga takut Dimas mengemudi dalam emosi yang tak stabil dan membahayakan diri nya.
" Oke, kamu tolong panggil Aulia ya dek " pinta Dimas.
" Auli biar nginap di rumah sama aku ya mas, lebih baik mas jaga mba Rena dulu kasihan kandungan nya " sahut Tyo karena tahu bagaimana manja nya Aulia ke Rena.
" Iya makasih ya dek " jawab Dimas memeluk tubuh Tyo.
" Dimas pulang dulu kek, besok aku suruh pak Adi ambil mobil Dimas kesini " sambung Dimas memeluk Dedrick.
" Hati hati, jaga istri dan calon anak kalian baik baik ya dan jangan terlalu di pikirkan omongan mama kamu tadi, kakek engga akan biarkan mama kamu melakukan apapun" coba Dedrick menasehati Dimas yang masih memeluk nya.
" Iya kek terimakasih " pungkas Dimas dan beranjak pergi tanpa berpamitan lebih dulu pada Natalie dan Teddy yang berada di dalam kamar.
Dimas berjalan ke arah taman belakang untuk menemui Siska dan juga Aulia.
" Sayang, papi pulang dulu ya. Hari ini om minta kamu tidur di rumah om sama tante, kamu mau kan? " ucap Dimas ketika telah sampai di taman dan mendapati Aulia tengah menggendong kelinci dan duduk di atas rumput.
" Iya papi Auli mau " sahut Aulia tersenyum yang langsung di peluk oleh Dimas.
__ADS_1
" Siska, titip Aulia ya " ucap Dimas ke arah Siska yang ikut duduk di atas rumput bersama Aulia.
" Iya mas, titip salam buat mba Rena ya " sahut Siska tersenyum ke arah Dimas.
Dimas meninggalkan Aulia bersama Siska di taman untuk beranjak pulang ke rumah bersama supir pribadi Dedrick yang sudah menunggu nya bersama Dedrick dan Tyo di halaman rumah.
Dimas mulai menaiki mobil milik kakek nya dengan bantuan supir yang sigap membukakan pintu untuk Dimas.
" Jaga Aulia dek " pesan Dimas pada Tyo yang di jawab anggukan serta senyum dari Tyo.
" Terimakasih kek " tambah Dimas kepada Dedrick.
" Hati hati " sahut Dedrick melambaikan tangan ke arah Dimas yang sudah berada di dalam mobil.
Mobil yang mengantar Dimas mulai melaju keluar halaman rumah Dedrik untuk mulai menyusuri jalanan yang sudah gelap menuju rumah Dimas. Dalam perjalanan ia terus memikirkan perkataan Natalie tentang perceraian nya dengan Rena. Ia sangat memahami betul bagaimana kerasnya sifat Natalie jika sudah mengambil keputusan. Dimas sangat cemas dengan kondisi kehamilan Rena karena istrinya terus saja dalam kondisi stres beberapa hari ini, belum lagi masalah perceraian yang sudah di putuskan dan di urus oleh Natalie sepihak.
Begitu mendengar suara mobil memasuki halaman rumah, Rena yang memang tengah menunggu suami dan anak nya di ruang tamu segera beranjak keluar melihat siapa yang datang.
" Mas, mobil kamu mana? Auli kemana? kalian baik baik aja kan? " tanya Rena dengan nada sangat khawatir jika terjadi sesuatu pada putri nya melihat Dimas pulang tanpa mobil dan langsung memeluk nya.
" Mas, Auli mana? " teriak Rena dengan nada sangat khawatir melepas paksa pelukan Dimas.
" Auli baik baik aja sayang, dia sama Tyo " jelas Dimas melihat kekhawatiran di wajah Rena.
" Aku mau telfon Tyo " ucap Rena berlari ke dalam rumah dengan perasaan takut jika sesuatu menimpa Aulia.
Dimas berjalan cepat untuk mengejar Rena yang terlihat sangat khawatir hingga sampai berlari tanpa mempedulikan kandungan nya sendiri demi Aulia. Rena yang telah terhubung dengan Tyo meminta nya memberikan telfon ke Aulia untuk memastikan putri kecil nya baik saja. Perasaan lega Rena membuat nya menitikkan air mata begitu tahu jika Aulia baik baik saja dan menginap di rumah Tyo bersama Siska. Ia menutup telfon nya dan menatap ke arah Dimas yang berdiri di samping nya.
__ADS_1
" Kamu buat aku khawatir mas, aku takut kalian kenapa kenapa. Kenapa kamu pulang di antar? mobil kamu kenapa? " tanya Rena.
" Maaf sayang, tapi kamu jangan kaya gini sampai lari lari kaya gitu kalau kamu jatuh gimana coba. Mobil aku mogok makanya aku tinggal di tempat kakek dan minta antar supir kakek" jelas Dimas berbohong pada Rena karena tak ingin jika Rena tahu ia tengah bertengkar dengan Natalie hingga membuat kakeknya tak membiarkan untuk mengemudi sendiri.
" Aku takut kamu kenapa kenapa sama Auli mas " ucap Rena lali memeluk erat pinggang Dimas.
" Engga sayang, kita baik aja kamu jangan terlalu banyak pikiran ya " sahut Dimas memeluk Rena.
" Kalau aja mama bisa lihat betapa tulusnya hati kamu Ren, betapa sayang nya kamu ke aku sama Auli sampai kamu sendiri engga pernah peduli dengan diri kamu sendiri " gumam Dimas dalam hati.
" Kamu udah makan? " tanya Rena melepas pelukan nya.
" Belum sayang, kamu? " tanya balik Dimas.
" Belum juga, aku siapin makan ya mas aku juga lapar banget " jawab Rena tersenyum dan menggandeng Dimas ke meja makan untuk makan bersama.
Rena mulai menyiapkan makan untuk suami nya dan memakan nya bersama dalam satu piring karena permintaan Dimas. Meski merasa tak nafsu makan karena pikiran tentang perceraian yang di putuskan Natalie, Dimas mencoba untuk mencerna makanan nya karena tahu jika Rena tak akan makan kalau dia tidak makan dan akan buruk bagi kandungan nya.
Usai makan dan melonggarkan perut mereka sebentar sambil mengobrol ringan di ruang makan, Dimas mengajak Rena ke kamar agar ia langsung meminum vitamin yang di berikan dokter lalu meminta Rena beristirahat.
" Mama gimana mas? " tanya Rena yang semenjak Dimas keluar terus kepikiran.
" Baik sayang, mama udah engga marah kok " jawab Dimas tak ingin membuat Rena khawatir kembali.
" Syukurlah kalau gitu mas. aku lega sekarang " sahut Rena dengan perasaan lega.
" Maaf sayang aku harus bohong sama kamu, aku engga mau kamu sama anak kita kenapa kenapa. Aku akan berusaha sebaik mungkin menjaga kalian meski harus melawan mama dan terus berbohong ke kamu " batin Dimas dalam hati.
__ADS_1
" Ya udah kamu istirahat ya, aku mau ke bawah sebentar ketemu pak Adi biar dia urus mobil aku besok pagi di rumah kakek " ucap Dimas tersenyum ke arah Rena dengan tangan menyibakkan rambut Rena ke belakang.
" Iya mas, kamu cepat tidur ya " jawab Rena melebarkan senyum nya yang lalu di cium kening Rena oleh Dimas sebelum ia beranjak pergi yang sebenar nya ia hanya ingin menenangkan diri di ruang kerja dan tak ingin Rena tahu jika dirinya sedang merasa tak tenang dengan pikiran nya.