
STOP PLAGIAT!
Tangan yang masih lembut melingkar pada pinggang istrinya mulai menunjukkan kenakalan ketika menyusuri punggung di mana ada pengait dalaman di balik jumpsuit yang masih membalut indah tubuh Rena di lepas oleh jari jari nakal suami yang masih menyusupkan wajah di atas perut istrinya.
" Mas kok di buka sih " lirih Rena protes merasakan longgar pada pakaian yang tadi begitu ketat membalut tubuhnya.
" Biar bisa nafas sayang " kilah Dimas tersenyum genit menatap wajah cemas istri yang berusaha mengaitkan kembali benda yang di buka oleh suaminya.
" Astanipun mboten saged kendel nopo mas? sampeyan niki mbeling kok " gumam Rena mencoba meraih pengait belakang tubuhnya membuat Dimas langsung menjauhkan wajah dari perut datar istri yang menggerutu dalam bahasa Jawa.
" Apa sih? Kamu marahin Aku sayang? " tanya Dimas menatap istrinya yang tersenyum seraya terus berusaha mengaitkan pakaian dalam dari luar bajunya.
" Engga mas, mana ada sih Aku marahin suami sendiri " sahut Rena tersenyum melihat suaminya mengernyitkan kedua alis dengan tatapan penuh curiga.
" Bohong kan? Kamu marahi Aku soalnya buka itu? " tanya Dimas kembali sembari duduk di samping istri yang menutup mulut dengan tawa itu.
" Artinya Kamu itu seksi banget mas kalau manja gini, Aku suka " kilah Rena mengatupkan bibir untuk menahan tawa.
" Aku benerin ke kamar dulu ya mas " pamit Rena yang tak bisa mengaitkan pakaian dalamnya dan berjalan meninggalkan suami dengan tatapan tak percaya akan arti ucapan istrinya.
Dengan menahan pengait menggunakan kedua tangannya, Rena berlari ke atas menuju kamar untuk membetulkan kembali pakaian dalam yang sudah di lepas suaminya diikuti Dimas dibelakang yang masih curiga jika istrinya tengah menggerutu kesal waktu tangannya mulai nakal kemana mana.
Jumpsuit yang Ia kenakan terpaksa harus Ia lepas hanya untuk mengaitkan pakaian di belakang tubuh yang ditahan oleh Dumas cepat ketika Ia sudah menyusul istrinya ke dalam kamar. Lelaki yang malah melepas semua dan menghempaskan di atas meja itu membalikkan tubuh istrinya hingga kedua benda besar yang sudah terbuka menempel pada dada bidang suami dengan kedua tangan memegang pinggang istrinya seraya menahan agar tak bisa mundur lagi dalam dekapan tubuhnya.
__ADS_1
" Kamu genit banget sih mas " seru Rena malu membuang wajahnya ke samping menghindari tatapan bergairah suaminya.
" Kasih tau artinya dulu " pinta Dimas masih penasaran dengan terus mendekatkan dada istrinya ke atas dada bidang miliknya.
" Kamu nakal mas tangannya engga bisa berhenti itu artinya, udah lepasin mas malu " pinta Rena bersama wajah yang mulai memerah makin membuat lelaki yang menggigit bibir bawah tersebut terlihat gemas.
" Gitu ya sayang sekarang Kamu udah pakai bahasa jawa buat menggerutu, ini Aku kasih tunjuk tangan nakal kaya gimana " ucap Dimas mulai mendorong lembut tubuh istri yang Ia nikmati bibir juga dada nya itu ke atas tempat tidur.
" Mas habis ini jemput Auli " seru Rena mengingatkan suami yang sudah memuncak gairahnya.
" Mumpung Brian tidur sayang " sahut lelaki dalam hembusan napas memburu di atas tubuh istrinya.
Sebuah keinginan juga kerinduan yang terpaksa terhenti karena adanya Brian dan Tyo kembali mereka lakukan dengan penuh gairah memuncak. Kewajiban seorang istri juga kewajiban suami yang kembali bisa mereka lakukan terasa lebih menggairahkan dibanding sebelum Dimas pergi ke Belanda. Satu setengah bulan yang mereka lalui karena jarak juga pertengkaran menambah kehangatan hubungan untuk mencapai sebuah surga dunia bersama. Permainan yang cukup lama mengantarkan mereka pada sebuah kepuasan dan membuat suaminya enggan untuk menarik kembali keperkasaan yang sudah menanamkan kembali benih cinta pada rahim istri yang terlihat lemas dengan memeluk tubuh suaminya. Tubuh yang kemudian saling memeluk dalam peluh kenikmatan dari balik selimut mengiringi jari jari suami yang tak henti memainkan ujung dari benda besar istinya.
" Apa mas? " sahut Rena berusaha mengatur napas yang hampir habis.
" Kalau seumpama Aku tidur tanpa pakai apa apa sama perempuan lain tapi engga ngelakuin apapun dan itu di jebak apa Kamu mau maafin Aku? " tanya Dimas dengan ragu mengejutkan istri yang langsung memberi jarak di atara tubuh mereka.
" Apa maksud Kamu? Kamu pernah lakuin seperti ini sama perempuan lain? " tanya Rena dengan nada terkejut.
" Umpama sayang, bukan sayang engga lakuin apapun tapi cuma di jebak pakai obat tidur dan di buka semua pakaiannya gitu. Kamu mau maafin dan terima Aku gak? " sahut Dimas yang sangat ingin jujur pada istrinya dan siap akan segala konsekuensi yang akan Ia dapat atas kebodohan hingga bisa terjebak oleh sekretarisnya.
" Darimana tahu kalau tidak terjadi apapun bukannya Kamu bilang kalau dijebak ya? jujur sama Aku semuanya!" tegas Rena merasa tak enak dalam hatinya mendengar perkataan Dimas.
__ADS_1
" Apa itu terjadi saat dua tahun Kita pisah? " tambah Rena kembali.
" Aku akan jujur semuanya tapi Kamu harus janji jangan tinggalin Aku jangan berhenti cinta sama Aku dan maafin Aku " ucap Dimas dengan rasa takut juga bersalah.
" Ini beneran Kamu udah tidur sama perempuan lain saat Kita terpisah mas? Kamu khianati Aku sampai tidur sama perempuan lain? " seru Rena mulai mengurai air matanya membuat Dimas makin merasa bersalah dan tak tega untuk mengatakan segalanya.
" Kamu janji dulu sama Aku engga akan tinggalin Aku dan berhenti cinta sama Aku juga maafin Aku " pinta Dimas dengan duduk bersandar di samping Rena yang lebih dulu duduk dengan menahan selimut menutupi dadanya.
" Apa kalau Kamu di posisi Aku, Kamu bisa berjanji untuk semua itu mas? " tanya Rena menundukkan wajah Dimas seketika karena Ia sendiri tak mungkin bisa untuk berjanji seperti apa yang Ia minta pada istrinya.
" Aku tahu pasti berat buat Kamu, tapi Aku di jebak sayang Aku berani bersumpah. Kamu bisa tanya Tyo, Dia tahu semuanya dan Kita sedang selidiki itu buat cari buktinya sayang. Aku engga pernah khianati Kamu, Aku engga pernah dekat ataupun lakuin hal itu sama selain Kamu dan itu terjadi saat Kamu di Paris. Tolong percaya sama Aku " jelas Dimas panjang lebar pada istri yang menutup kedua matanya merasakan sakit yang teramat mendengar kejujuran suaminya.
" Sakit mas, Aku engga tahu mau ngomong apa lagi" sahut Rena dengan air mata terus mengalir.
" Maafin Aku sayang, Aku pasti akan bawa bukti ke Kamu secepatnya. Tolong jangan benci ataupun tinggalin Aku " ucap Dimas tulus memeluk erat tubuh Rena dalam air mata yang tak mampu Ia hentikan dengan hati amat sakit.
" Sekarang ini rasanya Aku ingin sekali pergi jauh dari Kamu mas dan engga mau lagi kenal ataupun ketemu sama Kamu. Aku benar benar mau lari dari semua ini sama anak anak " seru Rena menyakitkan hati lelaki yang semakin erat memeluk tubuhnya dengan tanpa sadar air mata mengalir dari matanya.
" Engga sayang, jangan ngomong kaya gitu Aku engga mau Kamu pergi Aku engga mau Kita pisah lagi. Aku mohon jangan pergi ataupun benci sama Aku, Aku engga bisa jalani hidup tanpa Kamu dan anak anak " pinta Dimas seraya memohon dengan terus mengeratkan pelukan pada istrinya.
" Aku benci Kita harus pisah dulu, Aku benci sama diri Aku yang engga bisa tinggalin Kamu karena Aku terlalu cinta sama Kamu, karena Kamu Ayah dari anak anak Aku " seru Rena dalam tangis yang semakin menjadi.
" Aku mohon jangan nangis sayang, Aku engga bisa lagi lihat Kamu sedih. Aku akan bawa Tyo juga temannya kesini biar Kamu bisa yakin kalau Aku engga pernah khianati Kamu dan Kita akan terus berusaha cari bukti itu " ucap Dimas menenangkan istri yang tengah merasakan sakit paling dalam atas apa yang Ia dengar usai mereka melakukan kembali hubungan yang sama sama mereka rindukan.
__ADS_1