Suamiku Seorang Duda

Suamiku Seorang Duda
Kisah Nyata 111


__ADS_3

STOP PLAGIAT


" Kamu kenapa mas? " bisik Rena merasakan genggam Dimas yang semakin kuat.


" Gugup sayang" jawab Dimas lirih dengan mengernyitkan alis.


" Dulu engga gugup deh mas, lancar aja kenapa sekarang gugup " sahut Rena mengingat pernikahan pertamanya dulu.


" Ya engga tahu " singkat Dimas.


" Ya udah Kita undur dulu aja mas sampai Kamu siap ya " usul Rena tak pernah melihat ekspresi Dimas seperti di hadapannya kini.


" Engga! yang ada Papa bawa Kamu lari lagi " tegas Dimas lirih.


Seorang pria paruh baya di hadapan Dimas mulai bertanya tentang kesiapan Dimas mengucapkan ikrar suci pernikahannya. Dengan menarik napas dalam, lelaki yang masih begitu gugup tersebut mengatakan kesiapannya untuk kembali meminang istrinya. Tangan yang mulai saling berjabat dengan bibir pria di hadapannya mengatakan beberapa ucapan pernikahan membuat jantung Dimas seakan ingin melompat keluar karena tatapan keluarga yang tertuju padanya. Perasaan begitu gugup ketika penghulu menghentakkan tangan mengisyaratkan agar Dimas menjawab membuat lelaki tersebut salah mengucapkan nama Papa mertuanya dengan nama Papa kandungnya sendiri hingga mengelakkan tawa dan tatapan tak percaya ke arah Dimas yang mengulang dua kali ucapan ijab qobul hingga sang penghulu bertanya apakah hari ini pernikahan pertama bagi Dimas untuk menggoda pengantin di hadapannya.


Seruan kata sah dari semua orang berada di dalam ruangan tersebut melegakan perasaan dan hati Dimas. Dengan senyum bahagia lelaki yang menatap ke arah Rena tersebut mencium kening ibu dari dua anaknya yang juga mengembangkan senyum bahagia karena bisa kembali menjadi istri dengan pengakuan hukum serta agama.


" Buat malu Kakek saja Kamu Dim " tegur Dedrik ketika mereka semua sudah menyelesaikan acara pernikahan Dimas dan Rena.


Dengan tersenyum malu sembari menggaruk tengkuk, Dimas terus melajukan langkah dengan menggendong Brian serta menggandeng tangan istrinya.

__ADS_1


" Brian, nanti tidur sama Kakek ya biarin Mami sama Papi jadi pengantin baru " goda Erwin pada cucunya yang membuat Rena malu.


" Papa apa sih kok ngomongnya gitu, pengantin lama Pa bukan baru lagi " seru Rena dengan wajah memerah.


" Masa sih mbak? kaya nya mas Dimas ngerasa jadi pengantin baru deh " celetuk Tyo menggoda Dimas yang tersenyum mendengar godaan dari Papa mertuanya.


" Apa sih Dek "gerutu Dimas ditertawakan oleh lainnya.


Dedrick mengajak keluarganya kembali ke rumahnya dengan supir yang sudah Ia minta menjemput Aulia pulang lebih awal untuk menjadi bagian dari kebahagiaan orang tuanya. Dimas mengemudi dengan ekspresi yang mengembangkan senyum layaknya ABG baru mengalami jatuh cinta dengan terus menggenggam tangan Rena yang memangku Brian di samping kemudi.


" Brian anak Papi yang ganteng, nanti mau ya tidur sama Kakek ajak Kakak juga " goda Dimas pada putranya yang tersenyum sembari mengangguk karena seringnya Ia tidur bersama Erwin ketika Rena harus lembur saat di Paris.


" Mas, tega banget anaknya di titipin Papa " sahut Rena memukul pelan paha suaminya yang tersenyum genit.


Lelaki yang terus membujuk anaknya itu terus melajukan kendaraan menuju rumah Dedrick mengikuti mobil Tyo juga Kakeknya yang lebih dulu melaju di depan.


Sampainya di rumah Dedrick, Aulia menyambut orangtuanya dengan memeluk mereka berdua karena merasakan kebahagiaan atas kembalinya orang tua mereka yang sempat terpisah dan membuat Aulia merasa kesepian harus kehilangan Rena juga Dimas yang memilih sibuk dalam pekerjaan hingga jarang pulang untuk menemani Aulia.


" Sayang, Kamu kok udah pulang? " tanya Rena heran dengan adanya Aulia padahal masih dalam jam sekolah.


" Kakek tadi telfon sekolah Aulia nak, kan kasihan sama suami Kamu malah di sekolahin padahal di rumah ada acara " sahut Dedrick yang berdiri di samping Rena menyindir Dimas.

__ADS_1


" Aku pikir tadi habis dari KUA langsung ke kamar engga ke sini makanya Auli Aku antar sekolah Kek " celetuk Dimas di injak Dedrik hingga memekik sakit pada kakinya.


" Dasar engga tahu malu, anak udah dua juga " seru Dedrick menertawakan cucunya.


" Kamu ini mas " gerutu Rena tersenyum mencubit suaminya dan berlalu pergi mengajak kedua anaknya meninggalkan Dimas yang masih memekik sakit pada kaki juga perutnya itu.


Semua keluarga yang tengah merasakan bahagia tersebut menikmati jamuan yang sudah di hidangkan oleh Dedrick untuk merayakan kebahagiaan Dimas serta Rena juga menambah kehangatan serta keakraban keluarga.


Hingga pukul empat sore mereka masih betah bersama dengan permainan catur serta pertunjukan wayang menemani kebersamaan mereka. Tyo yang sengaja ingin memberikan waktu bagi kedua Kakaknya itu sengaja mengajak lainnya beserta Brian juga Aulia jalan jalan ke tempat permainan usai magrib dan meminta Rena juga Dimas kembali kerumahnya lebih dulu. Rena dengan terpaksa membiarkan kedua anak yang begitu bahagia ketika mendengar ajakan Tyo juga Erwin. Siska meminta pegawainya mengirim pakaian untuk kedua keponakannya dari butik agar tak perlu ikut pulang lebih dulu karena takut nanti akan kemalaman.


Pukul lima sore, Dimas dan Rena kembali ke rumah mereka meninggalkan kedua anaknya di rumah Dedrick yang diminta menginap di rumah Dedrick semalam tinggal bersama lainnya karena mungkin akan sampai malam ketika tiba nanti. Dengan berat hati Rena dan juga Dimas membiarkan keluarga yang ingin memberikan kesempatan pada mereka bersama satu malam ini.


" Aneh deh engga ada anak anak mas " seru Rena merasa sepi dalam perjalanan pulang yang biasanya ramai dengan candaan Brian juga Aulia.


" Iya sayang, Aku tadi cuma becanda malah di seriusin sama Kakek " sahut Dimas juga merasa hal yang sama dengan Rena.


" Balik lagi yuk mas jemput anak anak " pinta Rena tak bisa jauh dari kedua kesayangannya.


" Kasihan mereka sayang kalau Kita ajak pulang, mereka udah seneng banget tadi " jelas Dimas terus melajukan kendaraan.


" Iya juga sih mas " sahut Rena dengan nada pasrah dan menghela napas panjang nya.

__ADS_1


Sesampainya di rumah semua orang yang bekerja di rumah Dimas memberikan selamat kepada keduanya yang sudah membawakan makanan untuk ketiga orang yang masih setia bekerja di rumah besar tersebut. Dimas dan Rena sengaja membelikan mereka makanan agar tak perlu masak makan malam meminta mereka agar beristirahat dan menikmati makan serta kue yang dibawanya.


Dimas membersihkan diri meninggalkan istrinya yang mengobrol dengan Bi Siti juga Bi Lastri serta Pak Adi di ruang makan menghilangkan semua celah antara majikan juga asisten dan menganggap mereka seperti keluarga sendiri. Tak lama menemani mereka, Rena ke atas untuk menyiapkan pakaian suami yang tengah asik dengan acara mandinya sendiri. Sikap sabar penuh perhatian yang tak pernah berubah sedikitpun dari Rena membahagiakan semua orang yang ada di rumah tersebut termasuk ketiga orang yang bersedia jarang pulang kampung demi mengabdikan diri mereka pad Dimas.


__ADS_2